Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Aminah dan Dawet Onggok Khas Klaten

Bulan Mei 2017, selamat datang lagi di Klaten, Jawa Tengah. Siang itu matahari masih bersinar terik dan saya masih harus menempuh beberapa kilometer lagi untuk sampai di tujuan. Karena sudah mulai lelah dan tak nyaman dengan sengatan matahari, saya menepi dan menghampiri seorang ibu penjual dawet.
Namanya Bu Aminah, ibu rumah tangga ini berjualan dawet di samping bengkel tempat usaha sang suami. Bengkel itu merupakan bagian depan dari rumah tinggal mereka.

Baru sebentar duduk dan meluruskan kaki, segelas es dawet sudah disodorkan kepada saya. Setelah menyentuh gelasnya yang dingin dan dipenuhi uap air yang mengembun, dengan cepat saya menghabiskan isinya. Kerongkongan pun seperti tanah kering yang mendadak diguyur hujan. Dingin, segar, dan saya ketagihan. Kepada Bu Aminah saya lalu meminta dibuatkan satu gelas es dawet lagi.
Sambil menikmati gelas kedua, saya mengajak ngobrol Bu Aminah tentang es dawet yang dijualnya. Wanita itu pun dengan ramah bercerita. Menurutnya dawet yang ia jual a…

Menjadi Lebih Baik Dengan Buku

Ada satu lagi perihal "mencintai" yang barangkali takkan menghadirkan penyesalan, yaitu ketika seseorang telah jatuh cinta pada buku.
Saya bukanlah seorang kutu buku yang betah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk tertunduk menatap lembaran-lembaran buku. Saya bukan ahli buku yang sanggup mengeja banyak kata dan menyimpannya di kepala untuk diceritakan lagi. Hanya saja ada perubahan yang "lebih baik" yang saya alami tahun ini. 
Sepanjang 5 bulan pertama pada 2017, atau 6 bulan sejak Desember 2016, saya sudah membeli hampir 30 buku yang separuh di antaranya sudah tuntas saya baca. 

Untuk ukuran saya pribadi hal ini adalah rekor. Apalagi jika dibandingkan pada sepanjang 2016 saat saya hanya membeli dan membaca sekitar 5 buah buku saja!

Barangkali sama seperti kebanyakan orang. Kebiasaan saya membaca juga  dimulai sejak SD. Majalah Bobo dan buku-buku teks pelajaran sekolah adalah yang paling sering saya baca saat itu. Akan tetapi, secara perlahan kebiasaan itu surut …

Saat Nougat Tersemat di Galaxy S6

Kamis (20/4/2017) pagi-pagi sekali sebuah notifikasi muncul pada layar smartphone Samsung Galaxy S6 saya yang baru dihidupkan setelah mati sejak semalam. Awalnya saya tak begitu memperhatikan isi notifikasinya. Sekilas hanya membaca berupa penawaran update software yang saya kira hanya pelengkap seperti biasanya. 
Di sisi lain saya sebenarnya masih agak kapok setelah mengupdate beberapa elemen software android sebelumnya karena membuat konsumsi baterai justru menjadi boros. Bukan itu saja, setelah update mode kecerahan layar otomatis malah  tidak berfungsi. Sementara beberapa problem seperti putar layar otomatis yang sejak awal mati juga tidak mendapat perbaikan. Oleh karena itu, saya tak segera mengiyakan update pagi itu.
Tapi notifikasi tersebut tetap muncul. Saat dalam upaya untuk menemukan cara menyingkirkan pemberitahuan itu, saya membaca lebih teliti isinya. Ternyata,  berupa informasi bahwa update sistem operasi android 7.0 alias Nougat alias Android N sudah tersedia untuk smartp…

Menaruh Asa pada Jurus Jokowi Membangun Infrastruktur

Sudah hampir 72 tahun Indonesia merdeka. Selama itu pula pembangunan nasional terus diupayakan. Banyak hasil positif pembangunan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, pariwisata dan pencapaian-pencapaian lain yang patut disyukuri. 
Akan tetapi harus diakui juga bahwa pembangunan tersebut belum sepenuhnya menghadirkan kemajuan yang merata. Salah satunya di bidang infrastruktur. Meski roda pembangunan tak pernah berhenti berputar, kondisi infrastruktur di Indonesia masih saja belum mantap. Jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia, kualitas infrastruktur di Indonesia tergolong belum maju. 
Bahkan, dalam hal infrastruktur jaringan yang merupakan syarat penting untuk mewujudkan konektivitas nasional negara kepulauan, Indonesia juga tertinggal. Menurut databoks indeks pembangunan infrastruktur jaringan dan telekomunikasi Indonesia hanya sebesar 40,41 dan berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, serta Filipina.
Pertanyaan mendasarnya: “apa penyebab tertingga…