Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Memperteguh Transformasi Kereta Api Indonesia

Usia kereta api Indonesia menyentuh angka yang ke-72 tahun pada 2017 ini. Usia tersebut hampir setara dengan usia republik. Dengan demikian, kereta api merupakan saksi sekaligus bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia. Beriringan dengan pembangunan Indonesia, kereta api juga menjadi etalase kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa ini. Kereta api telah menjadi tulang punggung dalam bidang ekonomi dan transportasi di negeri ini. Wajah perkeretaapian Indonesia juga telah jauh berubah.
Saya terkenang suatu hari pada bulan Desember 2012 saat menumpang kereta api ekonomi Progo dari Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta menuju Jakarta. Dalam perjalanan, di beberapa stasiun saat kereta berhenti masih dijumpai segelintir penjual makanan dan minuman yang masuk ke dalam kereta. Masih ada penumpang yang memilih tidur di bawah kursi atau di dekat pintu dengan beralaskan koran. Tapi kondisi tersebut sudah jauh lebih baik dibanding saat saya menumpang kereta api untuk pertama kalinya beberapa tahun …

Menghadirkan Kebahagiaan untuk Anak-anak di Restoran Pizza

Bermain adalah takdir anak-anak dan bahagia adalah hak mereka. Berkumpul bersana dengan teman sebaya, asyik dengan mainan, berlarian sambil tertawa riang, semuanya adalah simpul kebahagiaan anak-anak dalam dunianya yang bebas. Kebahagiaan dalam kebebasan itulah yang diciptakan pada Jumat (8/9/2017) sore itu. Sekitar lima belas orang anak berkumpul di taman di dalam area Restoran Nanamia Pizzeria, Jalan Tirtodipuran, Yogyakarta. Dua di antara anak-anak tersebut adalah Jamme dan Kale, putra penyanyi top Rio Febrian yang sore itu ditemani ibu mereka, artis Sabria Kono. Pasangan selebritis ini memang telah memutuskan menetap di Yogyakarta.
Dipandu oleh relawan Museum Kolong Tangga, anak-anak mengikuti workshop kreatif selama kurang lebih dua jam. Acaranya dimulai dengan permainan interaktif. Para relawan dan anak-anak berkumpul membentuk lingkaran. Tapi sebelum itu para relawan harus berkeringat lebih dulu untuk mengumpulkan anak-anak yang terlanjur asyik sendiri di berbagai sudut restoran.…

[31ThnKAHITNA] #CeritaSoulmate 4: Cerita Cinta dari Bali

Namaku Mestia, tinggal di Bali dan masih bersekolah di SMK. Jatuh hatiku pada KAHITNA terjadi saat masih SD gara-gara “menguping” Ibu saat sedang nyanyi lagu Cerita Cinta. Saat itu sih aku nggak tahu apa itu cinta, hihihi. Menginjak SMP kelas 2 baru aku bisa menghayati lagu Cerita Cinta itu (berarti sudah ngerti cinta ^^).
Ngomong-ngomong tentang lagu KAHITNA, lagu yang paling dalem banget menurutku adalah Aku, Dirimu, Dirinya. Yah, mau bagaimana lagi. Lagu itu pas banget dengan perasaanku (maaf jadi curhat). Tapi lambat laun aku merasa semua lagu KAHITNA sama dalamnya.
Aku pertama kali nonton KAHITNA pada acara di sebuah kampus swasta di Bali, 28 Januari 2017 lalu. Saat itu aku mengumpulkan uang saku sekolah selama beberapa hari. hingga akhirnya bisa membeli tiketnya. Tapi itu pun belum mulus mengantarkanku ke pertunjukkan KAHITNA. Masih ada izin dari Ibu yang harus aku upayakan.
Sejak awal aku tidak yakin akan diizinkan menonton musik malam hari. Tapi aku nekat. Diam-diam aku memesan t…