Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label mizan

Merayakan Kebersamaan Sains dan Agama

"Beragama dengan penuh wawasan dan berpengetahuan dalam keimanan". Begitulah saya memaknai saripati buku SAINS "RELIGIUS, AGAMA "SAINTIFIK" ini. Sebab ternyata memang demikianlah seharusnya sains dan agama perlu dirayakan dalam satu pelukan atau dekapan hangat secara bersama-sama. Bukan dipertentangkan layaknya dua kubu antara yang “benar” dan “salah”. Jika agama benar, maka sains berarti kafir. Atau sebaliknya, jika sains valid, maka agama sebaiknya ditinggalkan. Bukan seperti itu. Merayakan kebersamaan sains dan agama (dok. pri). Akan tetapi fenomena pertentangan antara sains dan agama tak bisa diingkari terus ada sampai detik ini. Perdebatannya tiada henti seolah keduanya musuh bebuyutan. Ada kelompok agama yang menyerukan bahwa hanya agama yang layak dipercaya sebagai asal kebenaran dan tidak ada sumber pengetahuan selain agama. Sementara sains dianggap sebagai bentuk kekafiran yang harus dihindari. Di sisi lain, para pemuja sains bersemangat menyombongkan...

Laris Manis Buku Bajakan, Moralitas yang Rusak di "Car Free Day" dan "Marketplace" Indonesia

Minggu, 20 Oktober 2019, untuk kesekian kalinya saya berjalan-jalan di Car Free Day  (CFD) Kota Solo, Jawa Tengah. Bagi saya CFD Solo yang membentang di Jalan Slamet Riyadi adalah salah satu CFD ternyaman di Indonesia.   Buku-buku bajakan berharga murah yang dijual di salah satu lapak di Car Free Day Kota Solo, Jawa Tengah (dok. pri). Saya selalu merasa segar dan antusias menyusuri kawasan ini pada Minggu pagi. Meski sepanjang itu pula saya harus menjumpai satu potret yang memprihantinkan. Di depan sebuah hotel, menempati ruas trotoar yang lebar, tergelar sebuah lapak buku. Ada banyak buku dari penulis terkenal, best seller , hingga judul-judul terbaru yang dijajakan. Tak jarang ada pengunjung CFD yang tertarik kemudian menghampiri. Tentu saja jika ada kecocokan, transaksi jual beli bisa terjadi dan buku pun berpindah tangan. Buku Bajakan di Ruang Publik Lalu apa yang memprihatinkan dari pemandangan semacam itu? Bukankah hal bagus ada penju...