Langsung ke konten utama

Postingan

Kalau Mesut Ozil Hijrah ke Indonesia Semua Umpannya Akan Dianggap Offside

Membaca rumor akan bergabungnya Mezut Ozil ke Rans Cilegon saya seperti mendengar candaan sehari-hari di grup tongkrongan. Tak pernah merupakan sebuah kebenaran yang serius. Hanya candaan untuk selingan obrolan utama, tapi tetap dinikmati. Mesut Ozil (foto: IG @m10_official). Memang rumor tentang itu sudah diberitakan di beberapa media, termasuk oleh media asing dan heboh di media sosial. Namun, agaknya Mezut Ozil masih cukup waras untuk merawat karirnya. Kecuali kalau ia ternyata diam-diam sedang diambang kebangkrutan atau terjerat pinjaman online yang membuatnya kesulitan membayar sehingga tawaran uang dari Raffi Ahmad bisa jadi penyelamat baginya. Terbuang dari Liga Inggris setelah melalui masa-masa sulit di Arsenal dan “hanya” bermain di Liga Turki, bukan berarti Ozil telah menjadi pesepakbola dengan ambisi yang “seadanya”. Kualitasnya masih cukup mumpuni untuk bersaing di Eropa. Namanya masih harum sebagai salah satu gelandang kreatif dari Jerman. Oleh karenanya butuh seribu alasa
Postingan terbaru

Manusia-manusia Kuat, Itu Rachel Vennya

  Selebgram Rachel Vennya (dok.pribadi). Mari bayangkan di sebuah kelas. Guru bertanya kepara para muridnya. “Anak-anak, siapa yang ingin mejadi pilot?”. Tak ada yang menjawab. Tiada pula yang angkat tangan. Beberapa murid hanya saling menoleh. Tentu mereka tahu siapa dan seperti apa pilot itu. Penerbang pesawat yang mampu menembus awan dan melintasi benua. Namun, sekarang agaknya pilot semakin kurang populer dan kalah keren. Kalau urusan menantang, ada profesi lain yang lebih menantang. “Siapa yang mau jadi dokter?” , sang guru mengganti pertanyaan. Kali ini banyak murid yang saling menoleh. Pertanda antusias. Namun, sang guru kembali melihat hal yang sama. Tak ada yang angkat tangan. Tidak ada satu pun muridnya yang menjawab. Bahkan, si juara kelas pun bungkam. Apakah mereka tidak tahu kehebatan dokter? Tentu saja paham. Salah satu pekerjaan paling mulia karena menjadi kepanjangan Tuhan dalam menyembuhkan orang sakit dan menyelamatkan nyawa. Namun, semenjak pandemi Covid-19 profesi d

Saat Indonesia Memaksa "Roda" China Berputar, Hasilnya Juara Piala Thomas!

“Hidup seperti roda, ada masa di atas, ada pula kalanya di bawah”. Begitulah sebuah pepatah bijak mengatakan. Maknanya ialah bahwa periode kehidupan mencakup siklus keberhasilan dan kegagalan, keberuntungan dan kesialan, kesenangan dan kepedihan, kemudahan dan kesulitan, dan seterusnya. Tak mungkin manusia merasakan kesenangan terus menerus. Ada kalanya seseorang merasa sedih. Tidak akan manusia selalu berhasil dalam pencapaiannya. Ada kalanya ia menjumpai kegagalan. Indonesia merebut Piala Thomas di Aarhus, Denmark pada 17 Oktober 2021 (foto: PBSI). Pepatah tersebut juga berlaku di dunia olahraga, termasuk bulutangkis. Ada masanya timnas dan atlet bulutangkis suatu negara berada dalam periode emas. Pada masa kejayaannya banyak prestasi, gelar, dan kejuaraan penting diraih. Pebulutangkis yang sedang dalam masa emas dan performa terbaiknya bisa tak terkalahkan untuk periode yang lama atau menduduki peringkat atas selama bertahun-tahun. Begitu mudah gelar juara direngkuh. Keberuntungan s

Di Balik Lucunya Srimulat: Punya Koneksi Intelijen dan Berani Melawan PKI

Saya menyukai Srimulat sejak kecil. Layar kaca TV menjadi medium saya menyaksikan grup ini. Oleh karena itu, generasi Srimulat yang saya tahu merupakan generasi ketika Srimulat sudah memasuki industri TV. Srimulat era industri TV (foto repro/dok.pribadi). Keluarga besar kami yang banyak berasal dari Klaten dan Jawa Timur membuat saya terpengaruh dan akhirnya menyukai Srimulat. Apalagi saat mudik dan berkumpul di Klaten, tontonan Srimulat menjadi suguhan wajib di rumah kakek. Waktu itu Srimulat tayang berulang kali sepanjang hari selama libur lebaran. Nonton bersama menjadi salah satu kegiatan utama kami ketika berkumpul. Barangkali karena pendiri Srimulat, yakni Raden Ayu Srimulat lahir di Klaten sehingga keluarga kami menyenangi grup lawak ini. Semacam ada ikatan batin atau kebanggaan sebagai sesama orang berdarah Klaten.  *** Pada masa jayanya anggota Srimulat mencapai 100 orang. Bahkan, sepanjang  sejarahnya dari awal berdiri sebagai kelompok kesenian hingga menjadi grup lawak era i

Batal Belanja karena Penjual Tak Percaya Corona

Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama hampir 2 tahun. Banyak korban serta kerugian telah ditimbulkan dan mungkin akan terus bertambah seiring waktu. Namun, anggapan keliru tentang virus Corona masih diyakini oleh sebagian masyarakat. Banyak orang tetap tidak percaya dan menganggap Covid-19 hanya omong kosong yang dibesar-besarkan. foto: Antaranews.com Sabtu dua pekan lalu sesuatu yang memprihatinkan saya alami. Di depan mata kepala saya seorang penjual buah memperlihatkan reaksi yang  keliru ketika sebuah mobil BPBD dan ambulance melintas di depan tempatnya berjualan.   Kios buahnya ada di pinggir jalan. Pagi itu sekitar pukul 08.00 saya mampir ke tempatnya berjualan untuk mencari pisang emas. Selain saya ada 2 orang pembeli lain yang kebetulan juga sedang memilih pisang. Sang penjual sendiri belum terlihat. Kemungkinan ia masih berada di dalam. Saya tak terlalu memikirkannya. Biarlah nanti kalau sudah menemukan pisang yang saya butuhkan, baru saya memanggil sang penjual untuk mema

Diari Isoman 4: Gejala Ringan yang Bikin "Ngos-ngosan"

Rabu, 28 Juli 2021, hari ketiga isolasi mandiri saya menyamankan diri dengan berusaha memperbaiki nafsu makan. Sop daging lumayan menyemangati lidah. Semakin hangat karena banyak merica ditambahkan. Yang terjadi pada saya (dok. pribadi). Namun, sedapnya sop tersebut hanya sesaat terasa. Sekitar dua jam kemudian sesuatu yang tak terduga terjadi. Penciuman saya pelan-pelan memudar. Aroma minyak kayu putih hanya tipis-tipis terlacak. Sementara lidah tak lagi bisa mencecap rasa seperti biasa. Hanya minuman atau buah yang sangat manis masih terlacak sedikit jejaknya. Jangan Disepelekan Malam harinya semua tak lagi tercium dan terasa. Benar-benar hampa penciuman saya. Hambar pula yang segala sesuatu yang mendarat di lidah. Walau demikian ada keuntungan yang saya rasakan, yakni obat yang pahit menjadi tidak masalah lagi untuk ditelan. Anosmia yang tiba-tiba terjadi dan dalam hitungan jam segera menghilangkan kemampuan saya mencium aroma dan mencecep rasa menjadi semacam peringatan bahwa gejal

Diari Isoman 3: Diberi Steroid, padahal Gejala Ringan

Pasien Covid-19 yang bergejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri untuk membatasi penularan dan melakukan penyembuhan. Selama isolasi konsultasi dengan dokter tetap diperlukan untuk menghindari pasien Covid-19 mengkonsumsi obat secara jor-joran. Selama menjalani isolasi mandiri, saya mendapat paket obat gratis dari puskemas sebanyak 3 kali. Seorang bidan ditugasi oleh puskesmas untuk mengantarkannya. Seperti paket hantaran lainnya, obatan-obatan itu pun diletakkan di atas pagar. Dexamethasone (dok. pribadi).       Bidan pula yang memantau perkembangan kesehatan saya. Komunikasi kami dilakukan lewat whatsapp. Dari pemantauan itulah obatan-obatan untuk saya ditentukan. Misalnya, pada hari-hari pertama saya merasa meriang dan pegal-pegal. Saya pun mendapatkan parasetamol 500 mg, multivitamin dan vitamin C 50 mg. Multivitamin saya minum sekali dalam sehari. Sedangkan parasetamol saya minum hanya saat merasa meriang. Untuk kebutuhan vitamin C saya putuskan mengkonsumsi vitamin C 500 mg d