Langsung ke konten utama

Postingan

Terpapar Covid-19, Isoman, dan Serbuan Paket di Pagar Rumah

Sebulan lalu saya terpapar Covid-19. Tes antigen pada 26 Juli 2021 mengawali pengalaman dan perjuangan penting menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Paket dan hantaran di pagar rumah selama isoman (dok. pribadi). Berbagai kejadian pun saya alami selama isoman. Salah satu yang paling berkesan ialah ketika menjumpai banyak kantung plastik dan paket kiriman di pagar rumah. Hampir setiap hari saya mengambil paket dan bungkusan berisi makanan, minuman, buah-buahan, dan lain sebagainya. Susu dan Pisang dari Tetangga Suatu malam ketika sudah mulai beristirahat, saya ditelpon tetangga yang baru saja meletakkan hantaran di atas pagar. Ia meminta saya untuk segera mengambilnya karena hari sudah gelap. Khawatir hantaran itu akan basah jika terkena hujan atau hilang diambil orang. Saya pun segera menuju teras dan mendapati satu kantung plastik besar di atas pagar. Isinya empat kotak susu dan beberapa botol minuman vitamin C. Keesokan paginya terdengar suara orang memanggil dan mengetuk paga
Postingan terbaru

Diari Isoman 4: Gejala Ringan yang Bikin "Ngos-ngosan"

Rabu, 28 Juli 2021, hari ketiga isolasi mandiri saya menyamankan diri dengan berusaha memperbaiki nafsu makan. Sop daging lumayan menyemangati lidah. Semakin hangat karena banyak merica ditambahkan. Yang terjadi pada saya (dok. pribadi). Namun, sedapnya sop tersebut hanya sesaat terasa. Sekitar dua jam kemudian sesuatu yang tak terduga terjadi. Penciuman saya pelan-pelan memudar. Aroma minyak kayu putih hanya tipis-tipis terlacak. Sementara lidah tak lagi bisa mencecap rasa seperti biasa. Hanya minuman atau buah yang sangat manis masih terlacak sedikit jejaknya. Jangan Disepelekan Malam harinya semua tak lagi tercium dan terasa. Benar-benar hampa penciuman saya. Hambar pula yang segala sesuatu yang mendarat di lidah. Walau demikian ada keuntungan yang saya rasakan, yakni obat yang pahit menjadi tidak masalah lagi untuk ditelan. Anosmia yang tiba-tiba terjadi dan dalam hitungan jam segera menghilangkan kemampuan saya mencium aroma dan mencecep rasa menjadi semacam peringatan bahwa gejal

Diari Isoman 3: Diberi Steroid, padahal Gejala Ringan

Pasien Covid-19 yang bergejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri untuk membatasi penularan dan melakukan penyembuhan. Selama isolasi konsultasi dengan dokter tetap diperlukan untuk menghindari pasien Covid-19 mengkonsumsi obat secara jor-joran. Selama menjalani isolasi mandiri, saya mendapat paket obat gratis dari puskemas sebanyak 3 kali. Seorang bidan ditugasi oleh puskesmas untuk mengantarkannya. Seperti paket hantaran lainnya, obatan-obatan itu pun diletakkan di atas pagar. Dexamethasone (dok. pribadi).       Bidan pula yang memantau perkembangan kesehatan saya. Komunikasi kami dilakukan lewat whatsapp. Dari pemantauan itulah obatan-obatan untuk saya ditentukan. Misalnya, pada hari-hari pertama saya merasa meriang dan pegal-pegal. Saya pun mendapatkan parasetamol 500 mg, multivitamin dan vitamin C 50 mg. Multivitamin saya minum sekali dalam sehari. Sedangkan parasetamol saya minum hanya saat merasa meriang. Untuk kebutuhan vitamin C saya putuskan mengkonsumsi vitamin C 500 mg d

Diari Isoman 2: Malam Pertama Bersama Corona, "Tentara Semut" Menyerang Tenggorokan

Setelah tes swab antigen pada 26/7/2021 dan hasilnya dikirimkan ke perwakilan puskesmas, saya diberi tahu bahwa obatan-obatan untuk isoman akan dihantarkan esok harinya. Belum tahu obat apa yang hendak saya terima nanti. Namun, saya sudah memberi tahu gejala yang saya rasakan. Isolasi mandiri (dok. pribadi). Dengan bekal parasetamol 500 mg dan termometer saya memulai malam pertama bersama virus Corona. Saya beranjak tidur pukul 21.00. Sebelum itu saya membuat wedang jahe dan sereh lebih dulu. Ini bukan hal baru bagi saya. Semenjak kecil ibu sudah memperkenalkan saya dengan minuman jamu. Maka saya sudah terbiasa meminum ramuan tradisional seperti wedang jahe, wedang uwuh, wedang secang dan sejenisnya. Saya merasa minuman seperti wedang jahe dan sereh akan berguna untuk menyertai perang melawan Corona. Meski belum ada bukti ilmiah yang gamblang menerangkan khasiat ramuan tradisional ini untuk melawan Covid-19, paling tidak manfaat minuman tersebut sudah sering saya rasakan mampu membuat

Diari Isoman 1: Diendorse Covid-19

Senin, 26 Juli 2021. Saya bangun dengan merasakan sakit pada tenggorokan. Rasa sakitnya tidak biasa. Bukan seperti orang yang kehausan layaknya orang yang baru bangun tidur. Oleh karena punya riwayat kontak erat dengan orang positif Corona beberapa hari terakhir saya berpikir mungkin sekarang “tiba giliran saya”. Memulai isolasi mandiri (dok. pribadi). Sakit tenggorokan itu sebenarnya sudah hilang menjelang siang. Namun, gejala lain segera menggantikan. Badan mulai meriang. Merasa demam meski suhunya tidak lebih dari 37 derajat. Tungkai, terutama lutut terasa pegal dan tidak nyaman untuk digerakkan. Seperti baru melakukan lari jauh atau bersepeda kencang, tapi tidak berkeringat. Hanya lutut dan kaki serasa kelelahan. Keyakinan saya pun semakin kuat bahwa virus Corona telah berhasil menjebol pertahanan tubuh.  Peperangan awal antara antibodi vaksin Sinovac dengan virus mungkin sedang dimulai. Hal pertama yang saya pikirkan ialah melakukan tes secepatnya, entah swab antigen atau swab PCR

Sinetron "Ikatan Cinta" Bisa Membantu Indonesia Mengatasi Pandemi Corona

Masih rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan kurangnya edukasi yang efektif seputar bahaya Covid-19, sinetron bisa menjadi media untuk membangkitkan kesadaran publik. Memasukkan pesan dan edukasi lewat sinetron yang banyak ditonton masyarakat layak dicoba sebagai terobosan untuk memerangi pandemi. foto: instagram @ikatancinta.mncp Salah satunya lewat sinetron “Ikatan Cinta” yang tayang di salah satu stasiun TV swasta. Sinetron ini semakin memperlihatkan kekuatan dan pengaruhnya yang besar dalam merebut hati masyarakat. Sejak tayang perdana pada Oktober 2020, jumlah penggemar dan penontonnya terus meroket. Mungkin jika sekarang dibentuk Partai Ikatan Cinta, jumlah kadernya akan langsung melambung dan mengalahkan partai anak muda PSI. Fanatisme penggemar Ikatan Cinta menyerupai suporter sepakbola yang rela melakukan apa saja demi tim keseyangan. Penonton Ikatan Cinta pun rela menggelar syukuran untuk setiap babak penting dalam kisah cinta Andin dan Aldebaran. Suda

Dari Pinangki Kita Belajar Waktu Paling Mulia untuk Korupsi

Mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari, “partner in crime” koruptor kakap Joko Tjandra baru saja mendapat berkah kemuliaan. Sebab Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memotong hukumannya atas kasus penerimaan suap, permufakatan jahat, dan pencucian uang dari semula 10 tahun menjadi hanya  4 tahun. Masyarakat Indonesia sebaiknya tak perlu terkejut. Jangan heran atas kenyataan tersebut. Bukankah ini wajar di negara kita? Pinangki (foto: ANTARA/Sigid Kurniawan) Pinangki hanya satu dari populasi besar koruptor yang dilimpahi berkah kemurahan hukum Indonesia. Dihukum ringan atau mendapatkan diskon hukuman besar-besaran sudah menjadi bagian dari keistimewaan koruptor di Indonesia. Tak peduli meski Muhammadiyah dan NU sudah menetapkan koruptor sebagai kafir dan kejahatan korupsi tidak terampuni, tapi hukum di Indonesia merupakan yang paling murah hati di dunia. Melakukan korupsi di Indonesia tidak terlalu buruk. Ada banyak jalan dan cara bagi koruptor untuk menjadi mulia. Seorang koruptor di Indonesia