Ia lahir 27 Januari 1943. Puluhan novel dan ratusan cerpen ia cipta. Salah satu karya terbesarnya, Karmila, menjadi tonggak bersejarah bagi Penerbit Gramedia. Namun, siapa sangka selama puluhan tahun ia memendam luka dan trauma akibat rangkaian nasib tragis pada masa kecil. Memoar “Seandainya” merupakan upayanya untuk melepaskan timbunan kepedihan dan kesakitan, serta menyelamatkan jiwa. "Seandainya", sebuah memoar oleh Marga T (dok. pri). Terlahir dengan nama Tjoa Liang Tjoe membuat banyak orang salah sangka. Marga T dianggap akronim dari Marga Tjoa. Padahal itu merupakan bentuk pendek dari nama baptisnya “MARGA (re) T” alias Margaret. Pada usia 5 tahun ia sudah menulis surat untuk kakeknya. Pada usia 6 tahun ia membayangkan seandainya bisa menulis buku cerita yang bagus. Dua tahun kemudian sebuah cerita yang ditulisnya untuk tugas sekolah dibacakan oleh gurunya di depan kelas sebagai karangan terbaik. Semenjak kecil pula Marga T telah memiliki rasa ingin tahu yang bes...
Banyak dari kita tentu masih ingat, ketika SD dan SMP dulu ajaran mengenai Pulau Sumatera yang disampaikan oleh bapak dan ibu guru tak jauh beranjak tentang cerita-cerita rakyat serta kerajaan-kerajaan besar yang pernah berdiri di atas tanahnya. Begitu pula kisah yang tertulis di buku-buku pelajaran ketika membahas Sumatera akan menonjolkan belantara hutannya yang kaya tumbuhan dan hewan, sekaligus menjadi paru-paru bumi. Seorang bocah berjalan di atas gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang di Aceh pada akhir November 2025 (foto: Antara/Erlangga). Sementara saat ulangan tiba, pertanyaan tentang nama cagar alam dan taman nasional di Sumatera sering menjadi penyumbang nilai karena setiap murid pada umumnya hafal nama-namanya. Walau kebanyakan murid belum pernah ada yang ke Sumatera dan melihat sendiri bagaimana lebatnya hutan di sana. Hilang dan Musnah Seiring waktu melalui koran-koran dan tayangan berita di TV, gambaran lain tentang Sumatera mengemuka. Memang masih serin...