Langsung ke konten utama

Postingan

Sepak Bola Mati di Indonesia

Hitam, pekat, dan berdarah. Suasana kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 (foto: kompas.com/Suci Rahayu). Wajah-wajah beringas menyerbu lapangan. Jiwa-jiwa yang dikuasai amarah memburu pelampiasan. Tak terima tim yang didukung mengalami kekalahan. Polisi-polisi mencoba menahan kekacauan. Gas air mata dikeluarkan. Berharap yang beringas bisa dikendalikan. Namun, stadion yang kurang memenuhi standar keselamatan akhirnya berubah menjadi gelanggang menakutkan. Nyawa berjatuhan dari sebuah pertandingan di liga yang tak seberapa kualitasnya. Kanjurahan, 1 Oktober 2022. Dunia mencatat nama Indonesia ke daftar pencetak tragedi berdarah paling kelam dan memilukan sejak olahraga ini dimainkan umat manusia manusia.  Jumlah korbannya terbesar kedua dalam sejarah tragis sepak bola dunia. Sebanyak 182 orang tewas usai kerusuhan suporter pada akhir derby Arema melawan Persebaya. Di antara korban termasuk anak-anak dan aparat polisi. Entah bagaimana menulis dan menceritakan semua ini. In
Postingan terbaru

5 Pilihan Profesi untuk Ferdy Sambo Setelah Dipecat dari Polri

Tak ada lagi jenderal polisi bernama Ferdy Sambo. Tersisa seorang tersangka dan otak pembunuhan berencana yang merenggut nyawa seorang polisi. Itu setelah sidang Komisi Kode Etik dan Profesi Polri pada Senin (19/9/2022) menolak banding yang bersangkutan. Ia pun resmi diberhentikan tidak dengan hormat sebagai anggota polri. Rozikin, penjual durian yang wajahnya mirip Ferdy Sambo (foto: Mochamad Saifudin/detik.com). Menurut Humas Polri, proses dan pemberkasan administrasi pemecatannya akan selesai dalam 3 hingga 5 hari. Dengan kata lain, mulai pekan depan Ferdy Sambo bukan lagi seorang polisi. Ia akan sama dengan bapak-bapak warga sipil pada umumnya. Bedanya ia harus memulai status barunya dari dalam kurungan. Walau demikian, sebagian keistimewaan diyakini akan tetap dimiliki oleh Pak Ferdy Sambo. Ada banyak upaya yang memungkinkannya lolos dari jerat hukuman terberat. Bagaimana pun, dua bintang yang pernah ada di pundaknya punya kekuatan dan pengaruh yang bertahan lama. Ia memang dipeca

Minions, Tentang Seorang Anak yang Ingin Terus Merawat Cintanya pada Sang Ibu

Beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan banyak orang film Minions terbaru, The Rise of Gru. Terutama karena para makhluk kuning nan menggemaskan itu kembali memunculkan beberapa kosakata bahasa Indonesia dalam dialognya. Di antaranya “nasi goreng”, “kecap manis”, dan “terima kasih”. Minions (youtube illumination). Banyak yang menyambut dengan senang dan bangga karena “identitas” Indonesia muncul dalam salah satu animasi terpopuler di dunia. Ada juga yang menganggap biasa saja karena ini bukan kali pertama. Toh, beberapa tahun belakangan sejumlah aktor dan aktris asal Indonesia telah “go internasional” membintangi film-film buatan “barat”. Namun, muncul pula pandangan sinis tentang Minions. Sejumlah netizen beranggapan bahwa kosakata Indonesia hanya “gimmick” untuk menarik penonton dari Asia, terutama Indonesia. Minions yang berbahasa Indonesia dianggap sebagai materi “pansos” demi kepentingan komersil. Saya agak terusik dan tertarik untuk menanggapi. Sebagai penggemar dan pembaca kar

Ketika Ronaldinho Bermain "Trofeo Dagelan" di Indonesia

"Sebagai tuan rumah Piala Dunia U20, ada peluang besar untuk menjadikan Trofeo Ronaldinho sebagai pembawa pesan kepada dunia tentang daya tarik sepakbola di Indonesia. Sayangnya, itu tak terjadi" Ronaldinho di Indonesia, tidak main bola, hanya diajak foto saja (dok. pribadi). Merumput di Kanjuruhan Malang pada Minggu (26/6/2022) malam, Ronaldinho tentu berharap merasakan pengalaman bermain sepakbola yang gembira seperti yang ia dapatkan sepekan sebelumnya di Florida, Amerika Serikat. Saat itu ia bermain bersama para koleganya mantan bintang sepakbola serta sejumlah pemain aktif lain. Tim yang dipimpinnya melawan tim Roberto Carlos. Dari rekaman-rekaman yang beredar di internet terlihat Dinho sangat menikmati laga tersebut. Ia dan para kolega saling melayani. Bergantian mengumpan dan memberikan bola satu sama lain dalam lari-lari kecil. Saling menjebol gawang hingga lebih dari 20 gol tercipta. Ronaldinho menebar senyum selama pertandingan. Ia pun berjoget saat berhasil menceta

5 Prestasi Cemerlang Pak Iwan Bule, dari PSSI untuk Sepakbola Dunia

Indonesia menang atas Kuwait dalam kualifikasi Piala Asia 2023 pada Rabu (8/6/2022). Euforia segera melingkupi suporter bola tanah air. Topik seputar pertandingan yang berakhir 2-1 tersebut mendominasi  perbincangan di media sosial. Kemenangan timnas berkat kerja keras Ketum PSSI, Pak Iwan Bule (foto: twitter Regista). Walau belum menjamin kelolosan Indonesia, euforia itu bisa dipahami. Sebab sudah sangat lama tim garuda tak bisa meraih kemenangan dari negara kuat di Asia. Seolah alergi, Indonesia lebih sering menderita kekalahan telak manakala bertemu timnas dari jazirah Arab. Bahkan, garuda sering sial pula dalam pertandingan yang dipimpin oleh para pengadil dari kawasan Arab. Oleh karena itu, pujian dari suporter Indonesia mengalir deras untuk para pemain timnas usai pertandingan. Apalagi kemenangan yang diraih hadir melalui skenario “ epic comeback ” cepat pada akhir babak pertama dan awal babak kedua. Pendukung Indonesia juga memuji Shin Tae-yong yang kembali memperlihatkan kejeni

Masker Dilonggarkan Bukan Berarti Kita Boleh "Ugal-ugalan"

 “Kemampuan virus untuk beradaptasi dan mengelabui sistem imun manusia cenderung lebih unggul dibanding kemampuan manusia untuk beradaptasi dengan ancaman virus” dok.pribadi. Indonesia kembali memperbarui ketentuan penerapan protokol kesehatan seiring melunaknya pandemi Covid-19. Terbaru, Presiden Jokowi pada Selasa (17/5/2022) mengumumkan bahwa penggunaan masker di area terbuka atau luar ruangan sifatnya hanya opsional. Artinya masyarakat boleh tidak menggunakan masker di ruang-ruang terbuka. Ini kabar yang melegakan. Sebab pelonggaran mengindikasikan bahwa ancaman virus Covid-19 semakin dapat diredam dan dikendalikan. Walau demikian, pelonggaran penggunaan masker di area terbuka seperti yang diumumkan oleh presiden sebenarnya bukan hal yang luar biasa. Sebab jauh sebelumnya kewajiban penggunaan masker sudah banyak dilanggar. Tanpa pengumuman pelonggaran kewajiban masker, sejak lama banyak orang sudah abai untuk menggunakannya. Terutama semenjak gelombang Omicron melandai. Bahkan, seb

Jangan Hina Rara, Jangan Hina Pawang Hujan!

Rara Istiati Wulandari mungkin akan bangun tidur lebih siang hari ini. Sebab semalam besar kemungkinan ia kurang nyenyak akibat dibanjiri pesan dan telpon yang masuk ke handphonenya. Isinya ucapan selamat dan haturan terima kasih bercampur pujian. Kemungkinan ia pun segera mendapat banyak undangan untuk hadir di banyak acara TV dan podcast Dedy Corbuzier. Rara, mengutak-atik cuaca untuk menaklukan Mandalika (foto @motoGP). Wajar Rara mendapatkannya. Sebab ia baru saja ambil bagian dalam event kelas dunia yang mempertaruhkan banyak hal tentang Indonesia. Kemarin nama dan wajahnya disiarkan ke seluruh penjuru dunia. Balapan MotoGP Mandalika menjadi panggung baginya. Rara memang tidak naik ke podium dan mengangkat piala karena memang bukan haknya. Namun, diakui atau tidak, Rara juga telah menaklukan Mandalika. Siapa sangka kamera akan menyorot dari dekat aksinya saat melintas di depan garasi tim-tim MotoGP. Sambil memukul-mukul cawan berwarna emas ia melontarkan seruan saat hujan sedang t