Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Hand Sanitizer Rp4000 dalam Kerangka "The New Normal" ala Presiden Jokowi

Minggu lalu ketika pergi ke minimarket untuk membeli air mineral dan buah, pandangan saya ikut tertuju pada rak yang terlihat lumayan istimewa. Saya katakan istimewa karena di atas rak tersebut berderet aneka hand sanitizer. Mungkin ada lebih dari empat merek yang saya temui malam itu.

Bentuknya pun bervariasi. Ada yang liquid dalam botol semprot, gel, bahkan tersedia juga kemasan refill volume 300 ml dari sebuah merek yang terkenal.
Harga semua hand sanitizer tersebut sudah jauh berbeda dengan apa yang kita jumpai satu atau dua bulan lalu di mana hand sanitizer menjadi produk langka berharga selangit. Sekarang hand sanitizer, paling tidak yang saya jumpai di minimarket tersebut, dijual dengan harga yang terjangkau. Mungkin mendekati harga semula sebelum masa pandemi Covid-19 terjadi.

Malah, ada satu merek yang harganya cukup murah. Satu botol hand sanitizer merek Nuvo saya dapatkan hanya seharga empat ribu rupiah lebih sedikit. Tepatnya Rp4300 untuk volume 50 ml.

Lumayan terkejut sa…

Angkutan Umum, Helm Ojol, dan Pandemi Corona

Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) telah menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi para 11 Maret 2020. Dunia diharapkan semakin waspada dengan memaksimalkan penanganan Covid-19 melalui berbagai cara.
Salah satu yang mendasari penetapan pandemi ialah penyebaran Covid-19 yang telah merambah lebih dari 110 negara dengan lebih dari 100.000 kasus.Sementara itu kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Sejak pertama kali diumumkan dua pasien mengidap Corona pada 2 Maret 2020 lalu, kini jumlah pasien positif yang dirawat mencapai 69 orang.
Oleh karena itu, 5 Protokol Penanganan Covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah pada 6 Maret 2020 penting untuk dipahami dan diterapkan oleh seluruh pihak. Protokol merupakan bagian dari sistem penyangga dalam upaya menjaga keselamatan dan kesehatan diri serta lingkungan guna membatasi penyebaran Covid-19. *** Satu dari 5 protokol tersebut merupakan panduan untuk area dan transportasi publik. Panduan ditujukan kepada seluruh pihak, terutama pengelola/…

Studi Alvara: Mayoritas Muslim Indonesia Dukung Pemimpin Nonmuslim dan Tolak Khilafah

Agama merupakan unsur penting dalam hidup dan kehidupan masyarakat Indonesia. Bagi kebanyakan masyarakat negeri ini, agama menjadi pijakan utama dalam kehidupan. Itu sebabnya masyarakat Indonesia dikenal sangat relijius. Sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, di mana 87% penduduk Indonesia beragama Islam, maka semangat keagamaan, praktik keagamaan dan pandangan-pandangan umat Islam Indonesia selalu menarik untuk dikaji.
Pada 12 Januari 2020 Alvara Research Center mempublikasikan laporan survei terkini tentang umat Islam Indonesia yang diberi judul: ”Indonesia Moslem Report 2019: The Challenges of Indonesia Moderate Moslems”. Survei tersebut merupakan studi kuantitatif yang memiliki beberapa tujuan. Di antaranyamenentukan tingkat moderasi keagamaan umat Islam Indonesia dan mengidentifikasi pandangan keagamaan umat Islam Indonesia tentang hubungan agama dan negara serta isu-isu sosial lainnya.
Studi yang dilakukan dengan mewancarai 1.567 responden di 34 provinsi s…

Purbalingga Food Center: Becek, Lembab dan Kurang Rapi

Awal Januari 2020 ada sebuah tempat baru yang diluncurkan di Purbalingga, Jawa Tengah. Namanya Purbalingga Food Center.Saya tahu pertama kali dari berita daring yang mengabarkan pemindahan ratusan pedagang kaki lima ke "Purbalingga Food Center" pada 6 Januari 2020. Saat itu diadakan karnaval yang menjadi simbolisasi pemindahan sekitar 360 PKL penghuni Alun-alun Purbalingga, area GOR/Stadion Goentoer Darjono, trotoar Jalan Piere Tendean dan sekitarnya untuk selanjutnya disatukan di Purbalingga Food Center.
Lokasi Purbalingga Food Center ada di selatan GOR Goentoer atau tepat bersisian dengan jalan lingkar selatan GOR Goentoer. Jaraknya dari Alun-alun Purbalingga tak sampai 2 km.
Pada 11 & 12 Januari 2020 saat berada di Purbalingga, saya sempatkan untuk melihat tempat ini. Saya datang pada pagi hari meski layaknya pusat jajanan kaki lima, tempat ini pun perlu dicoba untuk dikunjungi pada malam hari.
Ada rasa penasaran yang menggerakkan saya melongok Purbalingga Food Center. P…