Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hutan

Bencana Sumatera: Degradasi Hutan Pasti, Defisit Moral Juga

Banyak dari kita tentu masih ingat,   ketika SD dan SMP dulu ajaran mengenai Pulau Sumatera yang disampaikan oleh bapak dan ibu guru tak jauh beranjak tentang cerita-cerita rakyat serta kerajaan-kerajaan besar yang pernah berdiri di atas tanahnya. Begitu pula kisah yang tertulis di buku-buku pelajaran ketika membahas Sumatera akan menonjolkan belantara hutannya yang kaya tumbuhan dan hewan, sekaligus menjadi paru-paru bumi. Seorang bocah berjalan di atas gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang di Aceh pada akhir November 2025 (foto: Antara/Erlangga). Sementara saat ulangan tiba, pertanyaan tentang nama cagar alam dan taman nasional di Sumatera sering menjadi penyumbang nilai karena setiap murid pada umumnya hafal nama-namanya. Walau kebanyakan murid belum pernah ada yang ke Sumatera dan melihat sendiri bagaimana lebatnya hutan di sana. Hilang dan Musnah Seiring waktu melalui koran-koran dan tayangan berita di TV, gambaran lain tentang Sumatera mengemuka. Memang masih serin...

Melancong ke Hutan Pinus Limpakuwus di Lereng Selatan Gunung Slamet

Di Lereng Selatan Gunung Slamet terdapat sebuah tempat menarik yang sejak setahun terakhir dikunjungi banyak orang.  Hutan Pinus Limpakuwus namanya. Berjalan-jalan di Hutan Pinus Limpakuwus (dok. pri). Hutan Pinus Limpakuwus berada di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 15 km dari pusat kota Purwokerto dan tak jauh dari wanawisata Baturraden yang tersohor. Bahkan, bisa dibilang masihberada di kawasan Baturraden. Untuk menuju ke hutan ini perjalanan bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Dari pusat kota Purwokerto ruas jalan yang dilewati cukup mulus melalui rute yang sama seperti rute menuju Baturraden. Oleh karena itu, kondisi lalu lintasnya cukup padat. Terutama saat mendekati gerbang masuk Baturraden. Banyak wisatawan yang menjadikan kawasan Baturraden sebagai tempat rekreasi mengisi libur lebaran. Dari depan pintu gerbang Baturraden kendaraan berbelok   ke kanan untuk terus mela...

Menengok Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu di Riau

Menjejakkan kaki di Riau adalah petualangan baru. Apalagi, tempat  yang akan dikunjungi pertama kali adalah sebuah bentang alam berupa hutan. Kamis siang (4/8/2016) mobil yang mengantarkan saya memasuki arboretum yang berada di area penyangga cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Pekanbaru. Dalam perjalanan kami telah melewati hutan produksi dengan pepohonan yang rapat. Perjalanan menuju Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu juga sempat memantik adrenalin saat ban mobil berderit akibat jalanan tanah yang licin sekaligus berdebu.   Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (dok. pri). Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu termasuk ekoregion pantai timur Sumatera yang alamnya berupa hutan rawa gambut. Luasnya sekitar 705.271 hektar terbagi di wilayah Kabupaten Bengkalis dan Siak. Bentang alam ini ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO pada Mei 2009. Giam Siak Kecil-Bukit Batu adalah cagar biosfer pertama di ...

Harapan Bersemi di Kebun Raya Megawati Soekarnoputri

Kebun Raya di Minahasa Tenggara yang akan diberi nama "Megawati Soekarnoputri" (dok. pri). Jumat (1/4/2016) siang itu untuk pertama kalinya saya menginjak tempat ini. Sebuah kebun raya di Desa Ratatotok, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Pohon-pohon besar menjulang tinggi dan semak tumbuh rapat di berbagai sudut hutan. Herba rendah terlihat menutupi lantai hutan. Seresah yang berserakan dan tanah yang gembur menandakan ada produksi humus. Tak hanya subur untuk tumbuhan, humus juga baik bagi organisme saprofit dan organisme lainnya. Sementara di beberapa lokasi tutupan tumbuhan masih jarang, tanda suksesi masih berlangsung. Hal yang membuat saya takjub saat berjalan di bawah tutupan hutannya adalah sejarah tempat ini yang ternyata bekas tembang emas. Vegetasi yang rapat dan kanopi yang teduh memayungi membuat mata tak lagi bisa menandai jejak fasilitas tambang yang pernah berdiri.   Memasuki kebun raya Megawati Soe...