Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Solo

Festival Bocah Dolanan 2019: Merindukan Dolanan, Menolak Jadi Robot

"Ponsel pintar adalah simbol kedigdayaan teknologi modern. Namun, penggunaan gawai canggih tersebut secara berlebihan telah memangsa anak-anak dan menjadikan mereka robot yang kehilangan kepekaan. Dolanan atau permainan anak tradisional bisa menjadi pemulih dan penyeimbangnya" Festival Bocah Dolanan 2019 (dok. pri). Minggu pagi, 13 Oktober 2019, halaman Museum Radya Pustaka di Kota Surakarta terlihat ramai dan meriah. Banyak orang dari Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi membelokkan langkahnya untuk ke halaman museum. Sebuah panggung di depan pintu museum segera dipenuhi masyarakat dan terutama anak-anak.   Tabuhan musik dan suara riang bocah membuat suasana pagi dilingkupi keceriaan. Cuaca yang cerah kian berwarna dengan tingkah para bocah. Sebuah lagu berbahasa Jawa terdengar keras dinyanyikan. “Ayo kanca dolanan neng jaba, padhang wulan wulane kaya rina Rembulane sing awe-awe Ngelingake aja padha turu sore” Lagu riang tersebu...

Wajah Gus Mus hingga Jokowi di Pertokoan Gatot Subroto Solo

Kota Surakarta atau Solo lebih dari sekadar wisata kuliner. Bicara tentang Solo juga bicara tentang api kreativitas yang senantiasa dijaga tetap menyala di segala tempat. Tak hanya hadir di dalam ruang-ruang galeri elit, kreativitas juga hidup di gang-gang pemukiman dan di pinggir jalan. Berfoto bersama mural di koridor "Gatsu" Kota Surakarta (dok. pri). Koridor kawasan pertokoan di Jalan Gatot Subroto itu panjangnya hanya sekitar 400 meter. Namun, deretan tempat usaha tersebut mampu memikat banyak mata. Tidak hanya menonjolkan bisnis, koridor ini juga berfungsi rangkap sebagai kanvas seni. Sejak akhir 2017 aneka mural menghiasi dinding-dinding dan pintu bangunan di sepanjang koridor. Dibuat oleh sekitar 100 seniman, mural-mural tersebut merupakan bagian dari kampanye “Solo is Solo” yang dikerjakan menjelang peringatan Sumpah Pemuda.   Oleh karena itu, salah satu mural yang mencolok adalah mural Mohammad Yamin, tokoh penting di balik Sumpah Pemuda...

Bertemu Rasa dengan Tahu Kupat Pak Midin di Solo

Lelaki berperawakan kecil dengan tinggi sekitar 165 cm itu sibuk meracik dan menambahkan beberapa bahan ke dalam piring-piring yang dijejerkan di atas gerobaknya. Ia kemudian mengantarkannya ke orang-orang yang duduk di bagian dalam warung.   Tahu Kupat Pak Midin (dok. pri). Setelah itu ia menghampiri saya yang  menunggu di meja bagian luar. “Mas’e pedes? Pakai telor?” , tanyanya. Usai menerima jawaban dan permintaan saya ia kembali ke gerobaknya. Sesaat ia menghilang ke sisi samping gerobak. Terdengar suara dari minyak panas di penggorengan. Lelaki bernama Pak Midin itu sedang menggoreng sesuatu. Tak lebih dari sepuluh menit, piring dengan isian yang masih mengebulkan uap panas sudah disiapkan untuk saya. Aroma yang tercium membuat saya yang sedang lapar menjadi semakin lapar. Warung Tahu Kupat Pak Midin di Jalan Museum Kota Solo (dok. pri). Pak Midin dengan gerobaknya (dok. pri). Itulah Tahu Kupat Pak Midin. W arung sederhananya ada di Jal...

Kisah Mbah Pardiyem, 40 Tahun Menjajakan Pecel Ndeso dan Cabuk Rambak di Solo

Di usianya yang sudah menyentuh 70 tahun, ia masih tetap setia menekuni harinya berkeliling Kota Solo. Menjajakan makanan tradisional jadi pilihan hidupnya. Mbah Pardiyem saat berjualan di Car Free Day Slamet Riyadi Kota Solo pada Minggu (17/12/2017) pagi (dok. pri). Namanya Pardiyem. Saya bertemu dengannya di Car Free Day yang diselenggarakan di Jalan Slamet Riyadi Kota Solo pada Minggu (17/12/2017) pagi, tepatnya di depan Yamaha Music School. Sambil duduk di atas tikar mbah Pardiyem sabar menunggu pembeli. Hatinya ia berharap dari ribuan orang yang berlalu lalang di CFD pagi itu ada beberapa yang mampir membeli pecel ndeso, cabuk rambak, atau nasi liwet. Ketiga makanan tradisional khas Solo itulah yang dijual oleh Mbah Pardiyem.   Sudah 40 tahun Mbah Pardiyem berjualan pecel ndeso, cabuk rambak, dan nasi liwet. Biasanya ia mulai berjualan pukul 06.00. Tapi ia sudah bangun pada pukul 01.00 untuk menyiapkan dan memasak bahan-bahan yang dibutuhkan. Semuanya dilaku...