Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Pemilu 2019: Tragedi Saat Pesta

Belum ada wabah penyakit misterius di negeri ini yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir yang mampu merenggut banyak korban jiwa hanya dalam tempo sepekan. Akan tetapi pemilu serentak 2019 melakukannya. 

Tentang keterbelahan masyarakat yang begitu dalam, soal lontaran fitnah dan hoaks yang sangat beracun, penggunaan simbol-simbol agama untuk menyebar kebencian, semua itu tidak terlalu mengejutkan lagi. Paling tidak kita sudah ditunjukkan praktik permulaannya pada Pilkada DKI dan oleh karenanya kita sedikit banyak telah memiliki pengalaman subyektif serta kesiapan untuk menghadapinya.
Namun, bagaimana dengan wafatnya ratusan petugas KPPS dan ditambah belasan aparat keamanan itu? Kita benar-benar tidak pernah membayangkan akan ada ribuan orang yang ambruk saat pemilu. Hingga Kamis (25/4/2019) sebanyak 225 petugas penyelenggara pemilu meninggal dunia dan 1470 orang lainnya yang masih terbaring sakit.

Tak ada yang memperkirakan pemilu serentak 2019 akan memunculkan tragedi memilukan sepe…

Anatomi "Adu Rayu" yang Romantis untuk Jokowi dan Prabowo

Hari ini sebuah lagu sedang sering sekali diputar di radio. Lagu yang juga mungkin paling banyak disenandungkan orang-orang sekarang. Andai lagu ini muncul jauh-jauh hari, barangkali pemilu kita bisa lebih romantis, tidak penuh kebencian. Sebut lagu itu “Adu Rayu”.
Lirik lagu ini ditulis oleh Tulus untuk kemudian dinyanyikan bersama-sama dengan Glenn Fredly dengan kawalan musik  ramuan Yovie Widianto. Melihat ketiga nama tersebut, tak ada keraguan bahwa "Adu Rayu"telah mengunci satu slot dalam daftar lagu terbaik tahun ini.
Tentu saja “Adu Rayu” tidak berangkat dari pandangan politik tertentu. Kita bisa meyakini bahwa lagu ini dicipta dan kemudian disodorkan kepada kita tanpa kontaminasi politik. Ia lagu yang “tidak memihak”. Akan tetapi karena ketidakberpihakan itulah “Adu Rayu” memberi peluang untuk intrepretasi  yang berbeda dengan kesepakatan umum akan lagu tersebut.
Kisah “Adu Rayu” adalah permainan hati. Di sana ada satu pihak yang dalam dilema dan kebingungan memilih, tap…

Autobiografi Alex Ferguson Seharga Rp45

Hari sudah gelap ketika saya dapati sebuah paket teronggok di bawah pintu pada Senin (1/4/2019).  Melihat pembungkus dan plastik perekatnya segera saya tahu apa gerangan paket tersebut. Rupanya buku-buku dari Gramedia telah tiba. Selalu saja saya antusias ketika mendapat kiriman paket berisi buku. Apalagi kali ini paketnya spesial. Hasil keberuntungan mengikuti penjualan cepat dan diskon buku-buku Gramedia Pustaka Utama (GPU).
Pada 25 Maret 2019 lalu Penerbit Gramedia Pustaka Utama merayakan HUT yang ke-45. Memeriahkan hari jadinya itu, GPU pun mengadakan berbagai promo dan diskon. Barangkali itu semacam bagi-bagi “kado” bagi pembaca setianya.
Salah satu yang menarik adalah penjualan cepat buku-buku terbitan GPUsecara daring dengan potongan harga besar-besaran. Penggemar buku bisa beradu cepat mendapatkan nya melalui situs web gramedia.com. Akan tetapi berdasarkan pengalaman belanja 4 kali saya masih kurang nyaman membeli buku di Gramedia.com. Untungnya promo HUT 45 Gramedia dan penjualan…