Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Lebaran Sebentar Lagi: Belanja-Belanja Cantik

H-10 Idul Fitri. Minggu, 28 Juli 2013. Seorang pria berjalan di antara ratusan pasang kaki menyurui lorong seorang diri.

Setelah 2 jam ia mendapatkan apa yang dicari.

Sore hari, ia melangkah pergi. Lebaran sebentar lagi.

m.i.m.p.i.d.i.n.i

Dua hari sudah didatangi mimpi yang sama dan itu-itu lagi.
Tentang seorang wanita yang terbaring di atas kasur dengan wajah sayu.

Baik, ini hanya mimpi dari satu orang saja,
Yang tak berarti apa-apa apalagi menjadi sebuah firasat.
Tentang seorang wanita yang saat ini tak tahu di mana.

Semoga kau selalu sehat dan tak lagi seperti apa yang ada di mimpi-mimpi kemarin.
Selamat Pagi, Non.

"Aku hampir lupa tawamu dan caramu mengaduh. Tapi aku tahu satu bintang di langit malam itu menyimpannya semua. Sayang bintang itupun ikut pergi dan berlalu"

KRITIK UNTUK TUKANG KRITIK (LSM)

Ruang pembicaraan media termasuk media sosial akhir-akhir ini riuh dengan berita seputar LSM. Demikian juga dengan obrolan dan perbincangan masyarakat ikut menyumbang pendapatnya tentang LSM. Pemantiknya banyak tapi dua yang paling hangat adalah publikasi ICW mengenai sejumlah nama caleg yang diragukan integritasnya. Dan yang terbaru adalah “temuan” FITRA perihal dana blusukan Gubernur DKI, Joko Widodo yang jumlahnya lebih dari 25 Milyar.
Yang menarik sekaligus agak mengejutkan adalah kali ini aksi para pegiat LSM justru kerap mendapat feedback negatif dari masyarakat. Jika publikasi ICW mendapat serangan balik dari sejumlah nama politisi yang gerah. Maka publikasi FITRA justru mendatangkan caci dari beberapa kalangan masyarakat DKI. Padahal FITRA menganggap publikasi tersebut justru membantu masyarakat untuk mendorong dan mengawasi transparansi Pemda DKI.
Hal ini tentu menjadi sebuah anomali karena biasanya aksi LSM selalu mendapat dukungan dan bahan bakar tambahan dari masyarakat. T…

ART|JOG|13: Mencari Lunang di Negeri Maritim yang Hilang

Pameran seni rupa kontemporer ART|JOG|13 sedang digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Acara yang akan berlangsung hingga 20 Juli 2013 ini dibuka oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa pada 6 Juli yang lalu. Di tahun ke-6 nya iniART|JOG mengangkat tema “Maritime Culture” atau Budaya Maritim, sebuah budaya yang sebenarnya menjadi jati diri bangsa Indonesia dan juga lekat dengan negara-negara lain yang memiliki banyak laut. Budaya maritim juga dikenal sebagai rahim dari lahirnya peradaban yang toleran. Dan Indonesia (seharusnya) menjadi tempat yang merepresentasikan keluhuran budaya maritim tersebut.
Menyajikan 158 karya dari 115 seniman yang berasal dari Indonesia dan mancanegara seperti Malaysia hingga Amerika Serikat, ART|JOG|13 menjadi sebuah pameran yang luar biasa sekaligus tak biasa.ART|JOG telah menjadi menjadi agenda utama seni rupa Asia yang juga menarik perhatian dunia seni rupa internasional.
Melewati Finding Lunang dan muka TBY yang sudah di-make over, kita dibawa memasuki s…

Menu Berbuka Baik-Baik: Nasi Goreng Arang

Sepintas tak ada yang istimewa dari nasi goreng ini. Menempati sebuah warung kecil, nasi goreng disiapkan dan dimasak di sebuah gerobak kayu. Dua sampai tiga potong ayam matang tergantung di atasnya. Wadah kaca berisikan mie kuning dan bihun menandakan kalau tempat ini juga menyajikan bihun goreng dan bakmie jawa.
Namun nasi goreng adalah yang paling banyak dipesan pembeli di tempat ini. Bukan saja karena rasanya yang gurih dan porsinya yang lumayan banyak, tapi yang istimewa adalah memasaknya yang masih menggunakan tungku dan arang. Tak banyak nasi goreng dan bakmie Jawa yang masih mempertahankan cara memasak menggunakan arang seperti ini.
Oleh karena itu yang menarik juga di tempat ini adalah sebelum makan pembeli akan mendapatkan tontonan cara memasak tradisional yang mengesankan. Penjual awalnya mengipasi tungku. Ketika sudah mulai memasak tugas mengipasi diserahkan kepada sebuah kipas angin kecil. Arang pun membara, pijarnya yang merah membuat tungku seakan berpendar. Panas arangny…

S.U.S.I : Sebuah Drama Musikal

S.U.S.I adalah Semua Unik Semua Istimewa, sebuah drama musikal yang telah sukses dipentaskan sebanyak 5 kali di Jakarta. Dan Sabtu malam kemarin, 13 Juli kemarin, S.U.S.I secara khusus dibawa ke Yogyakarta. Bertempat di concert hall Taman Budaya Yogyakarta, S.U.S.I dipentaskan sebanyak dua kali sore dan malam hari. Pertunjukkan pertama yang dimulai pukul 15.00 pun berlangsung meriah. Penonton yang sebagian di antaranya adalah anak-anak memenuhi concert hall. S.U.S.I berkisah tentang kehidupan sepasang  remaja kakak beradik, Moru dan kakak perempuannya, Mora. Tema besar yang diangkat sekaligus menjadi latar dominan yang membungkus drama musikal ini adalah kehidupan remaja yang mengejar mimpi dan obsesinya. Mora dan Moru juga menampilkan wajah remaja masa kini yang tergila-gila pada sang idola.
Mora dan Moru tinggal bersama eyang putri yang juga seorang kepala Restoran sebuah hotel ternama. Meski tergolong mampu, Mora dan Moru hidup sederhana dalam asuhan sang nenek semenjak perpisahan ke…

Warna-Warni Jogja Fashion Week 2013 "SEMARAK KHATULISTIWA"

Fashion Carnival menjadi puncak Jogja Fashion Week pada 7 Juli 2013. Dengan konsep fashion show on the street, karnaval peragaan busana ini menjadikan jalan Malioboro & Ahmad Yani sepanjang 1 km sebagai catwalk-nya. Karnaval inipun berlangsung meriah.
Mengusung tema “Semarak Khatulistiwa”, ratusan wanita berparas ayu menampilkan berbagai karya busana kontemporer yang bercita rasa khas Indonesia. Batik dan kain bermotif batik mendominasi sejumlah kostum yang dibawakan secara elegan dan dikemas secara manis menghiasi kawasan Malioboro selama 2,5 jam.
Berikut ini adalah sejumlah foto pagelaran karnaval Jogja Fashion Week 2013 “Semarak Khatulistiwa.