Langsung ke konten utama

Warna-Warni Jogja Fashion Week 2013 "SEMARAK KHATULISTIWA"


Fashion Carnival menjadi puncak Jogja Fashion Week pada 7 Juli 2013. Dengan konsep fashion show on the street, karnaval peragaan busana ini menjadikan jalan Malioboro & Ahmad Yani sepanjang 1 km sebagai catwalk-nya. Karnaval inipun berlangsung meriah.

Mengusung tema “Semarak Khatulistiwa”, ratusan wanita berparas ayu menampilkan berbagai karya busana kontemporer yang bercita rasa khas Indonesia. Batik dan kain bermotif batik mendominasi sejumlah kostum yang dibawakan secara elegan dan dikemas secara manis menghiasi kawasan Malioboro selama 2,5 jam.

Berikut ini adalah sejumlah foto pagelaran karnaval Jogja Fashion Week 2013 “Semarak Khatulistiwa.
CANTIK INDONESIA!!
Borobudur, Batik dan Kerajinan Bambu
Gurita Warna
Peri Cantik Bersayap Emas
Indoonesia Tematik
Cantik, Ingin Rasa Hati Berbisik...
Polos, Lucu dan Menggemaskan
Warna-warni Indonesia

Dengan mengusung konsep tematik beberapa di antaranya mengenakan kostum dan busana yang mengisahkan legenda Dewi Lanjar hingga Nyi Roro Kidul. Ada juga cerita pewayangan yang ditampilkan dalam rangkaian busana penuh warna. Tak hanya dari DIY dan sekitarnya, karnaval juga menampilkan busana khas Dayak, Kalimantan. Selain busana dan kostum yang menggambarkan legenda dan cerita daerah, ada juga kostum tematik yang  mengusung warna maritim keindahan dan kekayaan laut Indonesia. 
Ratu Laut Kidul
Matamu yang indah bagai bulan sabit..!
Ibu Peri
Dayak yang Mempesona

Ragam Flora Indonesia

Aneka warna dalam ragam bentuk kreasi busana yang ditampilkan sepanjang karnaval memang sangat mewakili keberagaman nusantara. Seperti melihat ringkasan keindahan budaya dan alam Indonesia dalam aneka warna, itulah karnaval Jogja Fashion Week 2013 “Semarak Khatulistiwa”.
COLORFUL INDONESIA
Hey..hey hiye hiye...
ELEGAN INDONESIA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gamelan Pusaka Kraton Yogyakarta

Mengenal Lebih Dalam Anggrek Phalaenopsis amabilis, Bunga Nasional Indonesia

Phalaenopsis amabilis (L.) Blume adalah salah satu dari sekitar 36 jenis Anggrek anggota marga Phalaenopsis. Jenis anggrek ini sering dikenal dengan nama Anggrek Bulan. Padahal jika diperhatikan morfologi bunganya, Anggrek ini lebih mirip dengan kupu-kupu, sesuai dengan asal kata Phalaenopsis yakni “Phalaina”  yang berarti kumbang, kupu-kupu dan “Opsis” yang berarti bentuk. Oleh karena itu di beberapa negara Anggrek ini juga dikenal dengan nama Moth Orchid (Anggrek Kumbang).
Pembentukan genus Phalaenopsis dilakukan oleh ilmuwan dunia bernama Carl Blume pada tahun 1825  berdasarkan penemuan Phalaenopsis amabilis di Nusa Kambangan, Jawa Tengah. Sebelumnya Phalaenopsis amabilis pernah ditemukan terlebih dahulu oleh Rumphius pada 1750. Namun pada saat itu Rumphius mengidentifikasinya sebagai anggota marga Angraecum.
Phalaenopsis amabilis adalah anggrek epifit yang hidup menempel pada batang atau dahan tumbuhan berkayu. Batangnya sangat pendek dan tertutup oleh daun yang berbentuk jorong , t…

Kenali Tipe Anggrek lalu Tanam dengan Hati

Anggrek sudah dikenal luas semenjak 200 tahun yang lalu. Bahkan jauh sebelum masehi anggrek telah dikenal oleh masyarakat Asia Timur seperti Jepang dan China sebagai tanaman obat.
Di Indonesia Anggrek mulai dibudidayakan sejak 55 tahun lalu. Sepanjang itu pula, tidak hanya di Indonesia, melainkan hampir di seluruh dunia Anggrek dikenal sebagai tanaman hias karena memiliki bunga yang beraneka ragam bentuk, warna dan keindahannya dianggap belum tersaingi oleh bunga apapun. Sebagai tanaman hias Anggrek juga tidak mengenal trend dan selalu digemari apapun zamannya.
Namun demikian banyak yang beranggapan menanam Anggrek adalah hal yang sulit hingga banyak orang yang akhirnya memilih menyerah merawat Anggrek di halaman rumahnya.  Apalagi untuk membungakannya juga tidak mudah. Anggapan ini tak sepenuhnya salah karena Anggrek memang memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya memerlukan perlakuan sedikit berbeda dari tanaman lainnya. Selain itu harus diakui faktor tangan dingin seseorang ik…