Ia lahir 27 Januari 1943. Puluhan novel dan ratusan cerpen ia cipta. Salah satu karya terbesarnya, Karmila, menjadi tonggak bersejarah bagi Penerbit Gramedia. Namun, siapa sangka selama puluhan tahun ia memendam luka dan trauma akibat rangkaian nasib tragis pada masa kecil. Memoar “Seandainya” merupakan upayanya untuk melepaskan timbunan kepedihan dan kesakitan, serta menyelamatkan jiwa. "Seandainya", sebuah memoar oleh Marga T (dok. pri). Terlahir dengan nama Tjoa Liang Tjoe membuat banyak orang salah sangka. Marga T dianggap akronim dari Marga Tjoa. Padahal itu merupakan bentuk pendek dari nama baptisnya “MARGA (re) T” alias Margaret. Pada usia 5 tahun ia sudah menulis surat untuk kakeknya. Pada usia 6 tahun ia membayangkan seandainya bisa menulis buku cerita yang bagus. Dua tahun kemudian sebuah cerita yang ditulisnya untuk tugas sekolah dibacakan oleh gurunya di depan kelas sebagai karangan terbaik. Semenjak kecil pula Marga T telah memiliki rasa ingin tahu yang bes...
di sini dan di ujung jalan itu