Langsung ke konten utama

Blusukan di Ubud

Ubud adalah episentrum pariwisata Bali. Konon Ubud juga merupakan cikal bakal terkenalnya Bali sebagai destinasi wisata dunia. Tak heran jika hingga kini Ubud yang hanya berupa kecamatan dan juga desa ini menjadi salah satu kawasan paling ramai dikunjungi wisatawan. 

Menariknya Ubud menampilkan banyak rupa yang sama-sama menawan. Ubud memiliki panorama alam berupa hamparan sawah, perbukitan dan sungai yang menenangkan. Oleh karena itu pula Ubud menjadi tujuan utama wisatawan yang ingin menikmati ketenangan dengan bermeditasi atau yoga.

Ubud juga menampilkan wajah khas Bali yang syarat tradisi dan budaya. Bangunan-bangunan rumah dengan arsitektur khas Bali berserakan di pinggi jalanannya yang macet. Upacara-upacara adat dan keagamaan juga mudah disaksikan di Ubud. 

Di Ubud juga terdapat Puri atau rumah keluarga raja yang bisa dikunjungi wisatawan. Di Puri Agung Peliatan misalnya, wisatawan dapat menikmati pertunjukkan tari dan berkeliling melihat isi puri.

Lain dari itu Ubud juga menyimpan daya tarik kuliner yang sudah terkenal di Bali yakni olahan bebek goreng. Sayapun beruntung mencicipi olahan bebek goreng khas Ubud langsung di tempatnya yang menjadi lokasi pengambilan gambar film Eat, Pray and Love yang dibintangi oleh Julia Roberts. Seperti apa Ubud?. Berikut ini sebagian wajah Ubud yang tertangkap oleh pandangan mata saya.












Komentar

  1. Seinget saya di Ubud ada yg menawarkan jasa nyepeda di jalan turunanan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya di Ubud memang banyak operator wisata yang menyewakan sepeda hingga naik gajah, hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MILO CUBE, Cukup Dibeli Sekali Kemudian Lupakan

Alkisah, gara-gara “salah pergaulan" saya dibuat penasaran dengan Milo Cube. Akhirnya saya ikutan-ikutan membeli Milo bentuk kekinian tersebut.
Oleh karena agak sulit menemukannya di swalayan dan supermarket, saya memesannya melalui sebuah marketplace online. Di berbagai toko online Milo Cube dijual dengan harga bervariasi untuk varian isi 50 cube dan 100 cube. Varian yang berisi 100 cube yang saya beli rentang harganya Rp65.000-85.000.
Pada hari ketiga setelah memesan, Milo Cube akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka bungkusnya saya langsung berjumpa dengan 100 kotak mungil dengan bungkus kertas hijau bertuliskan “MILO” dan “ENERGY CUBE”. Ukurannya benar-benar kecil. Satu cube beratnya hanya 2,75 gram, sehingga totalnya 275 gram.
Tiba saatnya unboxing. Milo Cube ini berupa bubuk coklat yang dipadatkan sehingga menyerupai permen hisap. Tapi sebenarnya tak bisa disebut permen karena meski dipadatkan, agregat bubuk Milo ini mudah hancur saat terjatuh.
Dalam benak dan angan saya ter…

Poto Batu, "Vitamin Sea" di Pesisir Sumbawa Barat

“Lihat ke kiri!”. Suara Pak Arie membangunkan kembali kesadaran kami yang kebanyakan sudah hampir tertidur di dalam bis. Siang itu kami sedang dalam perjalanan dari Jereweh ke Kertasari, keduanya di Kabupaten Sumbawa Barat. 

Ucapan Pak Arie pun dituruti oleh beberapa di antara kami yang segera mengarahkan pandangan menembus kaca jendela bis. Entah siapa yang memulai meminta bis untuk berhenti, tapi sekejap kemudian kami semua sudah turun dan mendapati diri berada di sebuah pantai yang indah. Poto Batu namanya.
Pantai Poto Batu berada tak jauh dari Labuhan Lalar di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Perjalanan dari Jereweh menuju Poto Batu kami tempuh melalui jalanan beraspal yang tidak terlalu ramai. Agak mengherankan karena jalan tersebut adalah akses penghubung antara ibu kota Sumbawa Barat, Taliwang, dengan sejumlah daerah di sekitarnya.
Mendekati Poto Batu beberapa ruas jalan menyempit dan aspalnya kurang rata. Oleh karenanya kendaraan perlu berjalan lebih pelan. Apalagi, …

Pacar yang Baik Bernama "Patjar Merah"

“Jokowi itu China, nama aslinya Wie Jo Koh. Dia juga kafir, waktu lahir nama Kristen-nya Herberthus”
Narasi tersebut barangkali masuk dalam jajaran hoaks paling keren abad ini. Dalam kitab besar “hoaks-mania", narasi itu mungkin dijumpai di kategori “paket hoaks premium” karena sasarannya tokoh besar dan terbukti memiliki dampak yang luas serta dahsyat. Banyak orang mempercayainya sampai ke dalam lubuk hati. Meski kemudian terbukti kebohongannya, tapi tetap diyakini: pokoknya Jokowi itu China kafir! Begitulah, hari demi hari kita semakin sering menjumpai aneka rupa orang dengan tampang yang mengesankan malasnya mereka membaca. Kepada dunia mereka konsisten memamerkan kebodohan.
Perlu digarisbawahi bahwa kebodohan diam-diam menular seperti virus yang bisa menjangkiti tubuh manusia. Abang ojek, penjual sayur, buruh pabrik, hingga orang-orang sebenarnya berilmu seperti mahasiswa, aktivis pemuda, guru, dokter, doktor, artis, bekas artis, dan ustad bisa dijangkiti kebodohan. Pendek kata …