Langsung ke konten utama

Gunung Sari, Jejak Peradaban yang Terasing



Di masa lampau Pulau Jawa adalah salah satu pusat kebudayaan dan peradaban paling berkembang di Nusantara. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya banyak peninggalan bersejarah terutama candi-candi di sekitar Pulau Jawa. Puluhan candi, terutama yang terletak di Jawa Tengah dan Jawa Timur itu kini bisa disimak berikut dengan cerita kebesaran peradaban yang dibawanya. Namun, tak semua candi tertata dengan baik.

Situs candi Gunungsari di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang merupakan jejak kebesaran peradaban yang masih tersamar dan belum tertata. Candi ini juga belum banyak dikenal. Cobalah googling nama candi ini, tak banyak cerita yang bisa ditemukan. Sehari-hari Candi Gunungsari hampir tak pernah dikunjungi orang kecuali beberapa warga setempat yang singgah usai mencari kayu bakar atau merawat kebun mereka di sekitar candi. 




Berada tak sampai 1 jam dari Candi Borobudur atau di perbatasan Yogyakarta dan Magelang, situs Candi Gunungsari saat ini membutuhkan perhatian khusus. Ekskavasi lanjutan dan rekonstruksi struktur candi diperlukan untuk mengungkap jejak peradaban secara lebih utuh di tempat ini. Bebatuan candi yang berserakan juga membutuhkan perawatan agar tak rusak atau hilang dicuri. Strategi konservasi juga diperlukan karena Situs Gunungsari berada di daerah rawan aliran lahar dingin Gunung Merapi. Situs Candi Gunungsari menanti sentuhan perhatian untuk dirawat dan diselamatkan.





Komentar

  1. Kapan2 ke sana. Kalo bisa pas bulan Juli.
    Gunungsari kalo di Malang merupakan salah satu tokoh sejarah masa lampau, Dan menjadi tokoh dalam seni tari topeng. Makamnya ada di kaki Semeru. Dulu angker sekarang jadi pos untuk rafting.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, menarik Pak. Akhir tahun lalu saya ke Malang, tapi tidak sampai kaki Semeru.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gamelan Pusaka Kraton Yogyakarta

MILO CUBE, Cukup Dibeli Sekali Kemudian Lupakan

Alkisah, gara-gara “salah pergaulan" saya dibuat penasaran dengan Milo Cube. Akhirnya saya ikutan-ikutan membeli Milo bentuk kekinian tersebut.
Oleh karena agak sulit menemukannya di swalayan dan supermarket, saya memesannya melalui sebuah marketplace online. Di berbagai toko online Milo Cube dijual dengan harga bervariasi untuk varian isi 50 cube dan 100 cube. Varian yang berisi 100 cube yang saya beli rentang harganya Rp65.000-85.000.
Pada hari ketiga setelah memesan, Milo Cube akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka bungkusnya saya langsung berjumpa dengan 100 kotak mungil dengan bungkus kertas hijau bertuliskan “MILO” dan “ENERGY CUBE”. Ukurannya benar-benar kecil. Satu cube beratnya hanya 2,75 gram, sehingga totalnya 275 gram.
Tiba saatnya unboxing. Milo Cube ini berupa bubuk coklat yang dipadatkan sehingga menyerupai permen hisap. Tapi sebenarnya tak bisa disebut permen karena meski dipadatkan, agregat bubuk Milo ini mudah hancur saat terjatuh.
Dalam benak dan angan saya ter…

Mengenal Lebih Dalam Anggrek Phalaenopsis amabilis, Bunga Nasional Indonesia

Phalaenopsis amabilis (L.) Blume adalah salah satu dari sekitar 36 jenis Anggrek anggota marga Phalaenopsis. Jenis anggrek ini sering dikenal dengan nama Anggrek Bulan. Padahal jika diperhatikan morfologi bunganya, Anggrek ini lebih mirip dengan kupu-kupu, sesuai dengan asal kata Phalaenopsis yakni “Phalaina”  yang berarti kumbang, kupu-kupu dan “Opsis” yang berarti bentuk. Oleh karena itu di beberapa negara Anggrek ini juga dikenal dengan nama Moth Orchid (Anggrek Kumbang).
Pembentukan genus Phalaenopsis dilakukan oleh ilmuwan dunia bernama Carl Blume pada tahun 1825  berdasarkan penemuan Phalaenopsis amabilis di Nusa Kambangan, Jawa Tengah. Sebelumnya Phalaenopsis amabilis pernah ditemukan terlebih dahulu oleh Rumphius pada 1750. Namun pada saat itu Rumphius mengidentifikasinya sebagai anggota marga Angraecum.
Phalaenopsis amabilis adalah anggrek epifit yang hidup menempel pada batang atau dahan tumbuhan berkayu. Batangnya sangat pendek dan tertutup oleh daun yang berbentuk jorong , t…