Langsung ke konten utama

PAGI yang MEMULAI KEHIDUPAN dan SAWAH yang PENUH HARAPAN

Hari baru dimulai, mentari baru saja naik memerahkan langit. Tapi bagi mereka hari sudah cukup siang untuk meniti kehidupan. Udara dingin, tanah becek berair sudah biasa. Bahkan tubuh renta tak pernah mengeluh tentang beratnya mendorong traktor membajak sawah.
Sementara itu di pinggir sawah beberapa yang lain mulai menyusul. Sebentar mereka saling tegur dan berbincang. Cahaya pagi membuat semuanya semakin hangat. Tak lama kemudian mereka turun ke sawah, mulai mencangkul, meratakan lahan dan menyiapkan benih. 




Pekerjaan kini berganti tangan. Para lelaki tak lagi menguasai sawah. Buruh-buruh wanita menggantikan tugas mereka. Dengan terampil mereka menanam benih sambil berjalan mundur. Sepintas pekerjaan yang mudah, tapi cobalah sendiri, sampai keringat habis belum tentu banyak orang sanggup seperti mereka. 
Hingga akhirnya mereka menyelesaikan tugas mulia nya menanam padi untuk mengisi perut orang-orang kota yang selama ini mungkin meremehkan mereka dan tak mengerti bagaimana beratnya menjalani hidup sebagai petani di negeri ini, menjadi makanan orang-orang kaya yang mungkin menggelapkan subsidi pupuk dan benih untuk mereka. Bagi saya para petani itu adalah pahlawan bagi banyak orang meski  sering mereka sendiri kekurangan.
Sawah ini sesungguhnya bukan hanya ladang yang ditanami padi melainkan saksi bahwa di sinilah sebuah harapan digantungkan dan sebuah kehidupan mungkin dimulai. Indonesia adalah negara agraris tapi petaninya tak pernah bebas menikmati hangatnya nasi dari padi yang mereka tanam sendiri.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gamelan Pusaka Kraton Yogyakarta

Mengenal Lebih Dalam Anggrek Phalaenopsis amabilis, Bunga Nasional Indonesia

Phalaenopsis amabilis (L.) Blume adalah salah satu dari sekitar 36 jenis Anggrek anggota marga Phalaenopsis. Jenis anggrek ini sering dikenal dengan nama Anggrek Bulan. Padahal jika diperhatikan morfologi bunganya, Anggrek ini lebih mirip dengan kupu-kupu, sesuai dengan asal kata Phalaenopsis yakni “Phalaina”  yang berarti kumbang, kupu-kupu dan “Opsis” yang berarti bentuk. Oleh karena itu di beberapa negara Anggrek ini juga dikenal dengan nama Moth Orchid (Anggrek Kumbang).
Pembentukan genus Phalaenopsis dilakukan oleh ilmuwan dunia bernama Carl Blume pada tahun 1825  berdasarkan penemuan Phalaenopsis amabilis di Nusa Kambangan, Jawa Tengah. Sebelumnya Phalaenopsis amabilis pernah ditemukan terlebih dahulu oleh Rumphius pada 1750. Namun pada saat itu Rumphius mengidentifikasinya sebagai anggota marga Angraecum.
Phalaenopsis amabilis adalah anggrek epifit yang hidup menempel pada batang atau dahan tumbuhan berkayu. Batangnya sangat pendek dan tertutup oleh daun yang berbentuk jorong , t…

Kenali Tipe Anggrek lalu Tanam dengan Hati

Anggrek sudah dikenal luas semenjak 200 tahun yang lalu. Bahkan jauh sebelum masehi anggrek telah dikenal oleh masyarakat Asia Timur seperti Jepang dan China sebagai tanaman obat.
Di Indonesia Anggrek mulai dibudidayakan sejak 55 tahun lalu. Sepanjang itu pula, tidak hanya di Indonesia, melainkan hampir di seluruh dunia Anggrek dikenal sebagai tanaman hias karena memiliki bunga yang beraneka ragam bentuk, warna dan keindahannya dianggap belum tersaingi oleh bunga apapun. Sebagai tanaman hias Anggrek juga tidak mengenal trend dan selalu digemari apapun zamannya.
Namun demikian banyak yang beranggapan menanam Anggrek adalah hal yang sulit hingga banyak orang yang akhirnya memilih menyerah merawat Anggrek di halaman rumahnya.  Apalagi untuk membungakannya juga tidak mudah. Anggapan ini tak sepenuhnya salah karena Anggrek memang memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya memerlukan perlakuan sedikit berbeda dari tanaman lainnya. Selain itu harus diakui faktor tangan dingin seseorang ik…