Langsung ke konten utama

Kenangan Lama Datang Lagi: Kue Cubit

Manisnya masa kecil salah satunya berkat kehadiran jajanan-jajanan seperti Kue Cubit dan Kue Jala ini.
Pernah makan kue cubit?. Rasanya banyak orang Indonesia yang semasa hidupnya, terutama saat kecil mencicipi kue mungil ini. Kue cubit termasuk kue tradisional yang "kosmopolit" alias terdapat di banyak daerah. Dinamakan kue cubit karena dahulu cara memakannya dengan dicubit sedikit demi sedikit. Padahal ukurannya yang kecil bisa mudah masuk ke mulut sekaligus. Penjual kue cubit umumnya juga menjual kue jala karena adonannya sama. 
 
Kue Cubit dan Kue Jala.
Laju zaman tak serta merta menenggelamkan kue cubit. Kini kue cubit tampil dengan sentuhan rasa dan warna yang beraneka ragam. Kue cubit greentea mungkin yang sedang populer saat ini. Tapi bagi saya yang original tetap yang paling enak.
 
Penjual Kue Cubit dan Kue Jala di Alun-alun Cirebon.
Menuang adonan Kue Cubit.
Kue Cubit telah matang.
Lama tak mencicipi kue cubit, beberapa waktu lalu secara tak sengaja saya bertemu dengan penjualnya ketika berkunjung ke Cirebon. Di sudut alun-alun Cirebon  seorang laki-laki dengan pikulan sederhana menjajakan kue cubit. Ini adalah pertemuan saya yang pertama dengan kue cubit original setelah sekian lama merindukannya. Kepada sang penjual sayapun segera meminta dibuatkan kue cubit dan kue jala sekaligus.

Komentar

  1. Dulu sering banget makan jajanan ini pas SMP (sekitar tahun 2000-an). Habis itu entah kenapa pas SMA udah nggak begitu populer lagi. DUlu bentuk cetakannya macem-macem. Ada yang bentuk kerang, ikan, kupu-kupu. Lucu hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, kini kue cubit makin kekinian..cukup diberi green tea sedikit harganya langsung melangit..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MILO CUBE, Cukup Dibeli Sekali Kemudian Lupakan

Alkisah, gara-gara “salah pergaulan" saya dibuat penasaran dengan Milo Cube. Akhirnya saya ikutan-ikutan membeli Milo bentuk kekinian tersebut.
Oleh karena agak sulit menemukannya di swalayan dan supermarket, saya memesannya melalui sebuah marketplace online. Di berbagai toko online Milo Cube dijual dengan harga bervariasi untuk varian isi 50 cube dan 100 cube. Varian yang berisi 100 cube yang saya beli rentang harganya Rp65.000-85.000.
Pada hari ketiga setelah memesan, Milo Cube akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka bungkusnya saya langsung berjumpa dengan 100 kotak mungil dengan bungkus kertas hijau bertuliskan “MILO” dan “ENERGY CUBE”. Ukurannya benar-benar kecil. Satu cube beratnya hanya 2,75 gram, sehingga totalnya 275 gram.
Tiba saatnya unboxing. Milo Cube ini berupa bubuk coklat yang dipadatkan sehingga menyerupai permen hisap. Tapi sebenarnya tak bisa disebut permen karena meski dipadatkan, agregat bubuk Milo ini mudah hancur saat terjatuh.
Dalam benak dan angan saya ter…

Poto Batu, "Vitamin Sea" di Pesisir Sumbawa Barat

“Lihat ke kiri!”. Suara Pak Arie membangunkan kembali kesadaran kami yang kebanyakan sudah hampir tertidur di dalam bis. Siang itu kami sedang dalam perjalanan dari Jereweh ke Kertasari, keduanya di Kabupaten Sumbawa Barat. 

Ucapan Pak Arie pun dituruti oleh beberapa di antara kami yang segera mengarahkan pandangan menembus kaca jendela bis. Entah siapa yang memulai meminta bis untuk berhenti, tapi sekejap kemudian kami semua sudah turun dan mendapati diri berada di sebuah pantai yang indah. Poto Batu namanya.
Pantai Poto Batu berada tak jauh dari Labuhan Lalar di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Perjalanan dari Jereweh menuju Poto Batu kami tempuh melalui jalanan beraspal yang tidak terlalu ramai. Agak mengherankan karena jalan tersebut adalah akses penghubung antara ibu kota Sumbawa Barat, Taliwang, dengan sejumlah daerah di sekitarnya.
Mendekati Poto Batu beberapa ruas jalan menyempit dan aspalnya kurang rata. Oleh karenanya kendaraan perlu berjalan lebih pelan. Apalagi, …

Gamelan Pusaka Kraton Yogyakarta