Langsung ke konten utama

KAHITNA : di antara kebahagiaan, cinta dan PERSELINGKUHAN (sebuah sinopsis)


Sebuah buku diangkat menjadi sebuah film atau sinetron tentu sudah biasa. Lagu yang sengaja dicipta sebagai soundtrack film juga sudah banyak. Tapi bagaimana jika sebuah lagu dituturkan ulang sebagai sebuah buku ?. KAHITNA baru saja melakukannya.

Menggandeng penerbit buku Gramedia, KAHITNA kembali menghadirkan karya istimewa untuk para penggemarnya. Buku berjudul “DI ANTARA KEBAHAGIAAN, CINTA DAN PERSELINGKUHAN” menjadi persembahan terbaru mereka. Satu dari rangkaian peringatan 25 tahun kiprah KAHITNA di blantika musik Indonesia.

Di Antara Kebahagiaan, Cinta dan Perselingkuhan adalah sebuah kumpulan cerita pendek (cerpen) bertema cinta yang sebagian besar digali dari pengalaman serta kenangan – kenangan banyak orang yang terinspirasi oleh lagu-lagu KAHITNA. Isi ceritanya tak lepas dari lagu-lagu KAHITNA. Bahkan judul setiap cerpen nya persis sama dengan judul hits-hits cinta KAHITNA.

Ada banyak yang “curhat” di dalam buku setebal 173 halaman ini. Tak cuma KAHITNA yang diwakili Yovie Widianto, Carlo Saba, Hedi Yunus dan Mario Ginanjar, tapi juga beberapa selebritis dan soulmateKAHITNA seperti Tia Ivanka, Iwet Ramadhan, Angga (Maliq & d’Essentials) dan Indra Brasco. Buku ini juga dipoles oleh dua orang profesional yakni Kunto Wibisono dan Benny Benke.

Dengan sampul abu-abu (yang mengingatkan saya pada novel Mira W “Cinta Berkalang Noda”), buku ini berusaha mengintrepretasikan ulang berbagai cerita cinta yang telah lebih dulu diungkapkan dalam berbagai lagu oleh KAHITNA. Bahwa banyak cerita yang dilahirkan oleh cinta. Tak selalu tentang keindahan yang dihadirkan oleh cinta dan mereka yang saling mencintai. Tak selalu berakhir dengan KEBAHAGIAAN. Ada sisi kelam yang dilahirkan dari sebuah hubungan cinta. Sisi kelam yang oleh buku ini disimbolkan dengan kata PERSELINGKUHAN. Cinta juga bukan semata hubungan kisah kasih antara seorang wanita dan laki-laki, tapi juga kisah ketulusan cinta ibu dan anak. Itu juga diceritakan dalam buku ini.

Meski sudah banyak novel, buku atau cerpen yang mengangkat ruang tema cinta, karya ini layak diapresiasi dengan beberapa alasan. Pertama, karya ini dihadirkan oleh sebuah grup band besar Indonesia yang boleh dibilang sebagai yang terbaik dalam menceritakan realita cinta. Kedua, jika banyak pesohor yang menandai ulang tahunnya dengan membuat biografi dan menjual romantisme dirinya sendiri, maka KAHITNA justru memilih sebuah kumpulan cerpen dengan memberikan ruang kepada orang-orang tercinta di sekitar mereka untuk ikut mencurahkan kreativitasnya. Ketiga, karena berisi pikiran banyak orang, maka buku ini mempunyai rasa yang beragam meski benang merahnya sama yakni cinta.

Berisi 25 cerita pendek, buku ini dibuka dengan pengantar dari KAHITNA. Secara singkat mereka bersyukur dan menyampaikan terimakasih serta penghargaan tak terhingga kepada orang-orang tercinta, termasuk para penggemarnya yang membuat KAHITNA “selalu ada” selama 25 tahun terakhir. Karya inipun dipersembahkan untuk para pecinta KAHITNA yang mereka nilai telah memberikan banyak inspirasi kapanpun dan di manapun.

Berikut ini adalah sinopsis singkat beberapa cerita dalam buku tersebut.

Aku, Dirimu, Dirinya. Inilah cerpen pembuka buku ini. Cerita Kunto Wibisono ini mengambil suasana pernikahan. Tanpa bertele-bertele cerpen ini mengisahkan seorang laki-laki yang menghadiri pernikahan wanita bernama Maharani, sosok yang sesungguhnya masih bertahta dalam hatinya. Setting utama cerita ini sangat sederhana, yakni “hanya” di dalam antrian tamu menunggu kesempatan menyalami pengantin. Dalam masa-masa itulah tokoh utama, melalu narasi Kunto, berusaha membawa pembaca ke dalam sejarah cintanya bersama Maharani. Tidak terlalu njlimet, tapi cukup bisa menggambarkan perasaan tokoh utama tersebut hingga akhirnya tiba baginya menyalami Maharani di mimbar pengantin. Sebuah ucapan dia tinggalkan pada wanita itu. “Selamat ya, Maharani”. Cerita ini memang agak berbeda dengan skenario dalam versi lagunya. Akan tetapi benang merahnya tetaplah sama yaitu sebuah pesan tentang ketegaran menerima “takdir” dengan tetap percaya bahwa “Cinta Tak Pernah Salah”.

Andai Dia Tahu. Cerita kedua ini masih karya Kunto. Sejak membaca kalimat pertamanya, tampak sekali cerpen ini ingin mengambil secara utuh cerita dalam video klip lagu Andai Dia Tahu. Adalah May, wanita cantik sederhana berambut kepang kuda yang “berstatus” murid pindahan baru di sebuah sekolah. Lalu sepeda kumbang yang dimasukkan ke dalam jalan cerita. Ada juga tokoh murid kaya bernama Rustam yang berusaha berulang kali merebut perhatian May meski akhirnya gagal.

Dan tokoh utama di sini digambarkan sebagai seorang laki-laki yang diam-diam jatuh hati kepada May namun tak sanggup menunjukkan perasaannya itu secara gamblang. Persis sama dengan jalan cerita lagu dan video klip Andai Dia Tahu. Kelihatannya demikian. Tapi ternyata tidak, setelah pembaca diajak menyimak berbagau cerita tentang jalinan indah yang terjadi antara tokoh utama dan May, penulis ternyata menutup cerita dengan “sederhana”, secara “sad ending”. Selepas lulus SMA, May melanjutkan studi di Jepang dan pada akhirnya menjalin kasih dengan seorang laki-laki yang dia jumpa selama di Jepang. Itu belum cukup, penulis masih berusaha mengaduk-ngaduk perasaan seakan ingin menambah kesan “tragis” cerita ini. Hayati saja sendiri cuplikan kalimat berikut : “.....di status facebookmu, kau tulis status Happy.....Dan, jawabannya kutemukan hari ini. Ada fotomu bersama seorang pria, dan kau ubah hubungan berpacaran dengan Monza...”.


Batal Suka. Inilah cerita ketiga karya Tia Ivanka, bintang sinetron dan bintang iklan yang sejak lama dikenal sebagai sahabat KAHITNA. Cerpen ini bertutur tentang cerita seorang wanita yang pada akhirnya memutuskan untuk memilih jalan yang berbeda dengan kekasihnya. Sebuah pesan tersirat dalam novel ini menunjukkan bahwa pada akhirnya sebuah hubungan percintaan yang tampak begitu mulus dan sempurna tak selalu menghadirkan cinta yang seimbang di kedua belah pihak yang bermain. Dan di sinilah cerpen ini menunjukkan bahwa ketika cinta tak juga tumbuh secara utuh di dalam hubungan itu, maka perpisahan menjadi jalan keluarnya.

Jalan cerita Batal Suka ini sebenarnya tidaklah sama dengan jalan cerita lagunya. Tapi itulah hal yang istimewa karena sebuah judul mampu menghadirkan berbagai inspirasi dengan intrepretasi yang berbeda-beda pula.

Cantik. Cerita keempat ini kembali ditulis oleh Kunto. Mengisahkan tentang seorang laki-laki bernama Kresno yang jatuh cinta pada seorang wanita bernama Lembayung. Dalam ceritanya penulis mengisahkan Kresno yang pandai melukis menjalani masa-masa jatuh cintanya kepada Lembayung lewat aktivitas melukis. Lukisan gambar Lembayung itupun akhirnya mengantarkan Kresno menjadi laki-laki pendamping Lembayung yang pada perjalanannya Kresno panggil dengan nama “Cantik”. Di saat cerita sepertinya berakhir happy ending, penulis justru menutup cerita dengan kalimat yang tak terduga. “Aku beruntung bisa menikahinya. Meski harus kuhadapi kenyataan, hidupnya takkan lama. Dia menderita leukimia”.

Sampai Nanti. Cerita ini dituturkan oleh Mario Ginanjar. Berkisah tentang sepasang kekasih yang telah merasa satu sama lain takkan terpisahkan. Sampai pada akhirnya saat harus berpisah jarak yang jauh, salah satu di antara mereka memilih untuk “membebaskan” pasangannya dan menyerahkan cinta mereka pada nasib dan jalinan waktu. Sementara yang lain masih percaya cintanya takkan diganti oleh siapapun meski terpisah jarak. Kesetiaan mereka pun diuji oleh waktu.

Setahun Kemarin. Secara singkat cerita Carlo Saba ini berkisah tentang sepasang kekasih beda agama yang pada suatu ketika harus terpisahkan. Bentang perbedaan keyakinan yang sebelumnya  tak mencegah tumbuhnya cinta di antara mereka, pada akhirnya mengalahkan mereka, meski tidak mengalahkan cinta mereka yang tetap abadi walau bulan tak bercahaya.

Tak Sebebas Merpati. Sebuah cerita karya Indra Brasco dan Mona Ratuliu ini lebih tepat disebut sebagai testimoni cinta. Namun demikian, meski hanya ditulis dalam 3 halaman, testimoni ini justru saya nilai sebagai salah satu cerita paling menyentuh yang ditulis “apa adanya” dalam buku ini. Dengan gaya bahasa yang mengalir, meski sedikit puitis, Indra membagi rasa bersyukurnya bisa menjadi pendamping hidup Mona. Kebahagiaan itu menjadi lebih indah dengan rasa pengertian Mona yang selalu seiring sejalan bersama mengarungi rumah tangga meski awalnya hubungan itu seperti hal yang tak mungkin. Indra merasa dirinya “tak sebanding” dengan Mona. Namun keyakinan dan kekuatan cinta akhirnya membawa mereka terbang merengkuh kebahagiaan. Terbang tinggi bersama meski tak sebebas merpati.

Takkan Terganti. Kunto Wibisino mengambil judul ini untuk karya berikutnya. Karya yang istimewa karena di sini dia tak menuturkan cinta sepasang kekasih atau suami istri. Melainkan kisah seorang ibu dan anak yang begitu menyentuh. Ismeth, seorang yatim piatu yang sederhana dari keluarga buruh pelabuhan, berhasil mengubah garis nasibnya menjadi seorang penyanyi terkenal. Di panggung selebritis dia memakai nama Genta. Kesuksesan yang diraihnya tak serta merta membuatnya melupakan jati diri dan masa lalunya. Selalu ada satu kursi yang dikosongkan setiap kali Ismeth naik pentas. Tak ada yang tahu alasannya kecuali Ismeth seorang. Ibu, itulah satu nama yang selalu diingatnya. Sosok yang paling dia inginkan berada di depan panggung setiap kali dia bernyanyi. Sosok yang dia rasakan selalu hadir menemaninya, duduk di kursi kosong itu. Siapapun pasti akan setuju jika cerita tentang kasih sayang seorang ibu selalu menjadi kisah cinta paling abadi dan Takkan Terganti oleh apapun. Begitupun cerpen ini menceritakannya dengan jalan cerita dan caranya sendiri.


Di Rantau. Jika Tak Sebebas Merpati lebih mirip sebagai sebuah testimoni, maka Di Rantau ini lebih mirip sebagai pandangan atau pendapat penulis tentang kesetiaan. Secara tersirat Hedi Yunus menuangkan gagasannya bahwa kesetiaan adalah kekuatan utama dan tak ternilai dari sebuah hubungan. Bahwa kesetiaan sudah sering disisihkan dalam percintaan masa kini. Kesetiaan harusnya tidak dianggap sebagai beban dalam sebuah hubungan. Hedi saya rasa berusaha mengingatkan pembaca dan mereka yang mulai “manggampangkan” kesetiaan untuk kembali menempatkannya ke hati masing-masing. Cerita ini bisa jadi menyindir mereka yang terlalu gampang menyerah dengan alasan-alasan yang sebenarnya merupakan bentuk kegagalan menjaga kesetiaan. Dan alasan yang diangkat dalam cerita ini adalah jarak. Sasarannya adalah long distance relationship (LDR). Saat seseorang terpisah jarak dengan belahan hatinya, kesetiaan adalah penjaga terbaik cinta mereka. Sebuah renungan sederhana namun kaya makna.

Soulmate. Cerita ini ditulis oleh Dhewi Bayu Larasati dan menjadi cerpen “terpanjang” dalam buku ini. Soulmate berkisah tentang seorang laki-laki yang kembali ke kota lamanya dan bertemu dengan seorang gadis bernama Tara. Konflik dalam cerita ini tak jauh beda dengan isi lagu Soulmate. Laki-laki itu perlahan jatuh hati pada Tara. Sementara dirinya sadar kalau telah terikat janji lebih dulu dengan Rani, kekasihnya. Rasa cintanya pada Tara semakin hari semakin tumbuh. Sepanjang itu pula dia sejenak melupakan Rani. Apalagi Tara juga begitu bahagia dengannya. Dan ketika cinta itu telah membawanya pada keyakinan akan belahan jiwa, takdir berkata lain. Tara yang sudah sejak lama mengidap sakit akhirnya pergi.

Mantan Terindah. Kali ini giliran Yovie Widianto menuliskan ceritanya. Membaca cerita ini kita bagai membaca narasi lagu dan video klip Mantan Terindah. Nyaris sama. Yoga seorang mahasiswa yang jago bermain piano adalah laki-laki yang tak sulit mendapatkan wanita. Setelah beberapa kali berpindah hati, dia menemukan seorang wanita bernama Dewi. Cintanya yang dalam pada wanita itu membuatnya sukar menerima kenyataan ketika Dewi memutuskan berpisah. Diam-diam Dewi pindah kuliah ke Yogyakarta. Waktu berjalan dan Yoga akhirnya menemukan Rani, pengganti Dewi. Dan seperti cerita dalam video klipnya, mereka bertiga dipertemukan dalam pesta pernikahan Yoga dan Rani. Dewi datang dengan masih menggunakan sebuah benda pemberian Yoga yang masih setia dia simpan.

Untukku. Kisah ini lebih mirip sebagai potongan diary seseorang yang diceritakan oleh Iwet Ramadhan. Berkisah tentang seorang laki-laki yang jatuh hati pada seorang wanita. Jalin cerita yang dibangun cukup menggugah emosi. Tak seperti lagunya yang bernuansa cinta indah. Cerpen ini justru lebih nyata disimak sebagai cinta segitiga kalau tidak boleh dikatakan sebagai perselingkuhan. Bercerita tentang fenomena yang banyak terjadi di sekeliling kita. Kenyataan sang wanita telah memiliki pasangan tak menyurutkan cinta laki-laki itu. Yang ada justru dia semakin yakin sang wanita tercipta untuknya. Kasih tulus tetap ada. Meski lara dia rasakan karena di saat sang wanita memberi isyarat yang sama, wanita itu justru menjadikannya hanya sebagai orang ketiga. Wanita itu tak memutuskan kekasihnya di sana, tapi tangannya tetap menggandeng yang lain di sini. Apa yang terjadi ?. Sang laki-laki itu masih pada keyakinan yang sama. Meski sebenarnya tak ada yang enak dari sebuah peran orang ketiga. Orang yang teraniaya perasaannya.

Permaisuriku. Cerita Carlo Saba ini cukup asyik untuk dinikmati. Sederhana namun cara penyampaiannya berhasil menciptakan emosi yang utuh. Secara singkat cerita ini berkisah tentang Rendra, seorang laki-laki yang entah telah berapa kali menaklukan hati wanita. Dan setiap kali menemukan masalah dia mempunyai “penasihat pribadi” bernama Jingga, seorang wanita yang telah lama menjadi sahabatnya. Jingga tak cuma menjadi penasihat, tapi juga menjadi kantung curhat nya. Di sini berbagai dinamika dan kisah diceritakan dengan bahasa cerpen. Sampai akhirnya Rendra putus dengan kekasihnya, jingga pun kembali turun tangan. Tapi apa yang terjadi ?. Rendra menutup telinga setelah menyampaikan isi hatinya pada Jingga. Senyuman Jingga menjadi jawaban paling tegas. Silakan tebak sendiri apa artinya...

Bila Saya. Cerita ini disampaikan oleh Angga, vokalis Maliq & D’essentials. Sama halnya dengan Permaisuriku. Cerpen ini pun sangat simpel namun nikmat dibaca. Ending nya begitu “manis” dan tak terduga. Tokoh utama di sini bercerita tentang sahabatnya bernama Idris yang dengan susah payah berhasil mendapatkan Julia. Idris begitu bahagia. Berbagai cerita tentang Julia, Idris sampaikan padanya. Hingga setelah berbagi cerita terbangun, konflik cerita dimunculkan di akhir. Idris datang padanya. Dalam tangis dan duka dia bercerita telah diputus oleh Julia. Julia mendua dengan laki-laki lain. Idris pulang. Dan di sinilah kejutan cerita muncul. Dalam diam sang penulis menempatkan dirinya sebagai orang yang paling bertanggung jawab. Simaklah makna kalimatnya berikut ini : “Bahagia itu tak seharusnya tercerabut. Demi kau sahabat, aku pergi..”. Lalu juga kalimat ini : “Kembalilah padanya Julia...aku yang sepantasnya pergi...”.

Suami Terbaik. Penggemar lagu-lagu KAHITNA mungkin bertanya-tanya dengan cerita ini. Diambil dari lagu apa ?. Benar, Suami Terbaik memang cerita yang diambil dari lagu yang belum dirilis di album KAHITNA yang manapun. Ditulis oleh Yovie Widianto, cerita ini berkisah tentang seorang laki-laki bernama Arya yang menjalani hidupnya sebagai single parent untuk putrinya. Konflik dalam cerita ini muncul dengan adanya tokoh Maria, wanita yang bekerja sebagai pengasuh putrinya. Serangkaian mimpi dan kejadian membuat Arya merasa Maria adalah sosok pengganti istrinya. Di sisi lain kesetiaanya pada istrinya yang sudah tiada juga berusaha ditonjolkan dalam cerita ini. Lalu apa yang terjadi ?. Meski ingin menunjukkan ending cerita ini, namun Yovie justru kelihatannya memberikan akhir yang menggantung. Dan itu membuat cerita pendek ini sangat menarik dan dapat diteruskan sebagai sebuah cerita yang panjang. Jelasnya silakan baca buku dan ceritanya secara lengkap.

Terlepas dari beberapa kekurangan yang ada, hal yang patut diacungi jempol adalah usaha buku ini melakukan intrepretasi ulang lagu-lagu KAHITNA dengan cara “menyadap” pengalaman – pengalaman banyak orang. Bukan hal yang sederhana namun juga bukan hal yang sulit karena lagu-lagu KAHITNA pada dasarya adalah ungkapan dari banyak realita cinta.

Dalam buku ini pembaca dan penggemar KAHITNA diajak untuk menikmati cinta tak lagi sekedar sebagai lantunan nada dan suara. KAHITNA mengajak pembaca untuk merasakan jalinan kisah dan pengalaman hati yang begitu nyata dan menyentuh, tak kalah dengan lagu-lagunya. Singkat kata, DI ANTARA KEBAHAGIAAN, CINTA DAN PERSELINGKUHAN, membawa pikiran dan lamunan kita untuk membayangkan “seandainya aku” dalam berbagai perspektif secara lebih nyata. Seandainya aku terjebak dalam lubang hitam orang ketiga, seandainya aku bisa memilikimu, seandainya dia untukku, dan seandainya aku.......

Dan secara pribadi saya menyukai 5 cerita ini : Aku Dirimu Dirinya, Andai Dia Tahu, Cantik, Bila Saya dan Tak Mampu Mendua.

Sebagai sebuah buku yang ditulis oleh orang-orang yang berlatar belakang bukan penulis, karya ini cukup menarik. Ringan dibaca dan dapat menjadi slide berjalan untuk lagu-lagu KAHITNA. Meski secara keseluruhan emosi yang terbangun dalam buku ini belum sebesar dengan lagu-lagunya. Namun buku ini saya nilai berhasil membawa pembacanya menyelami realita cinta ala KAHITNA. Dan sebaiknya tidak membaca buku ini sambil mendengarkan lagu-lagu KAHITNA. Satu yang membahayakan jika membaca buku ini sembari mendengarkan lagunya adalah : EFEK GALAU BERTAMBAH BERKALI-KALI LIPAT..heheheh

DI ANTARA KEBAHAGIAAN, CINTA DAN PERSELINGKUHAN adalah karya manis yang tak akan pernah membuat pembacanya merasa rugi membuka buku ini. Layak menjadi koleksi penggemar novel dan cerpen cinta serta wajib bagi para soulmateKAHITNA.

Di Antara Kebahagiaan Cinta dan Perselingkuhan adalah :
1. Aku Dirimu Dirinya
2. Andai Dia Tahu
3. Batal Suka
4. Cantik
5. Sampai Nanti
6. Everybody Need Somebody
7. Tak Sebebas Merpati
8. Takkan Terganti
9. Cinta Sudah Lewat
10. Di Rantau
11. Ngga Ngerti
12. Soulmate
13. Katakan Saja
14. Mantan Terindah
15. Mengapa Terlambat
16. Merenda Kasih
17. Permaisuriku
18. Seandainya Aku Bisa Terbang
19. Setahun Kemarin
20. Setelah Malam Ini
21. Suami Terbaik
22. Tak Mampu Mendua
23. Tiamo
24. Untukku
25. Bila Saya

Cerita Cinta tak selalu milik dua orang. Tak selalu tentang indahnya sepasang merpati yang terbang bersama. Tak persis seperti bintang dan bulan yang setia menerangi malam. Bukan hanya cerita indah tentang aku dan dirimu. Tapi kadang ada juga orang ketiga yang sengaja diundang. Semua tentang cinta ada di sini. Di Antara Kebahagiaan, Cinta dan Perselingkuhan. 
 
Selamat membaca dan temukan kisah cintamu !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gamelan Pusaka Kraton Yogyakarta

MILO CUBE, Cukup Dibeli Sekali Kemudian Lupakan

Alkisah, gara-gara “salah pergaulan" saya dibuat penasaran dengan Milo Cube. Akhirnya saya ikutan-ikutan membeli Milo bentuk kekinian tersebut.
Oleh karena agak sulit menemukannya di swalayan dan supermarket, saya memesannya melalui sebuah marketplace online. Di berbagai toko online Milo Cube dijual dengan harga bervariasi untuk varian isi 50 cube dan 100 cube. Varian yang berisi 100 cube yang saya beli rentang harganya Rp65.000-85.000.
Pada hari ketiga setelah memesan, Milo Cube akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka bungkusnya saya langsung berjumpa dengan 100 kotak mungil dengan bungkus kertas hijau bertuliskan “MILO” dan “ENERGY CUBE”. Ukurannya benar-benar kecil. Satu cube beratnya hanya 2,75 gram, sehingga totalnya 275 gram.
Tiba saatnya unboxing. Milo Cube ini berupa bubuk coklat yang dipadatkan sehingga menyerupai permen hisap. Tapi sebenarnya tak bisa disebut permen karena meski dipadatkan, agregat bubuk Milo ini mudah hancur saat terjatuh.
Dalam benak dan angan saya ter…

Mengenal Lebih Dalam Anggrek Phalaenopsis amabilis, Bunga Nasional Indonesia

Phalaenopsis amabilis (L.) Blume adalah salah satu dari sekitar 36 jenis Anggrek anggota marga Phalaenopsis. Jenis anggrek ini sering dikenal dengan nama Anggrek Bulan. Padahal jika diperhatikan morfologi bunganya, Anggrek ini lebih mirip dengan kupu-kupu, sesuai dengan asal kata Phalaenopsis yakni “Phalaina”  yang berarti kumbang, kupu-kupu dan “Opsis” yang berarti bentuk. Oleh karena itu di beberapa negara Anggrek ini juga dikenal dengan nama Moth Orchid (Anggrek Kumbang).
Pembentukan genus Phalaenopsis dilakukan oleh ilmuwan dunia bernama Carl Blume pada tahun 1825  berdasarkan penemuan Phalaenopsis amabilis di Nusa Kambangan, Jawa Tengah. Sebelumnya Phalaenopsis amabilis pernah ditemukan terlebih dahulu oleh Rumphius pada 1750. Namun pada saat itu Rumphius mengidentifikasinya sebagai anggota marga Angraecum.
Phalaenopsis amabilis adalah anggrek epifit yang hidup menempel pada batang atau dahan tumbuhan berkayu. Batangnya sangat pendek dan tertutup oleh daun yang berbentuk jorong , t…