“Manusia bakal lenyap suatu ketika, jadi jangan pernah menyia-nyiakan hidup dengan bungkam” "Dari Dalam Kubu" karya Soe Tjen Marching (dok. pribadi). Pernahkah kita membayangkan sebagai manusia dan keluarga yang ditakdirkan untuk menyaksikan dan mengalami kekejian demi kekejian di luar batas kemanusiaan? Mulai dari penjajahan Belanda, G30S 1965, pembantaian rakyat tak berdosa, diskriminasi ras, kekejaman militer, hingga tragedi Mei 98. Begitulah “Dari Dalam Kubur” meriwayatkan kisah Karla dan keluarganya yang keturunan Tionghoa. Ia menyaksikan pada Mei 1998 para pria berbadan tegap dan berambut cepak menghambur di sudut-sudut kota Jakarta. Tak lama kemudian terjadi pembakaran, penjarahan dan pengrusakan tempat-tempat milik orang Tionghoa. Berbarengan dengan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap wanita-wanita dari keluarga Tionghoa. Alurnya kemudian mundur melalui misteri yang terkuak setelah ibunya meninggal. Seolah dari dalam kubur sang ibu ...
di sini dan di ujung jalan itu