Langsung ke konten utama

“Bocoran “Di Antara KEBAHAGIAAN, CINTA DAN PERSELINGKUHAN”

Di awal berdirinya, KAHITNA tak pernah mengira mereka akan bertahan sekian lama di dunia musik tanah air. Lebih dari seperempat abad mereka melintasi jalan panjang karir bermusik dengan penuh taburan cinta dan prestasi. Sepanjang itu pula mereka selalu menjadi grup kesayangan penikmat musik Indonesia. KAHITNA yang sukses mengawinkan musik pop, jazz, fusion dan etnik juga menghadirkan puluhan tembang dan hits cinta yang menyentuh. Dengan selalu mengusung aransemen musik original yang membungkus lirik dan melodi yang manis, KAHITNA telah menjadi juara di jalur musik pop romantis tanah air.

Menandai sekaligus merayakan perjalanan hebat mereka selama 25 tahun, KAHITNA menyiapkan banyak kejutan untuk para penggemarnya. Konser Cerita Cinta 25 Tahun KAHITNA, menjadi pertunjukkan spesial mereka yang patut untuk dinanti. Tapi tak Cuma gelaran 15 September 2011 tersebut yang pantas disambut. Sebagai trigger, KAHITNA berencana merilis beberapa single baru. Tentu saja itu akan jadi pengantar yang manis bagi semua penggemar KAHITNA. (termasuk saya...^^b)

Ups !!!. 25 TAHUN KAHITNA rupanya benar-benar menjadi sesuatu yang istimewa. Kejutan yang dihadirkan KAHITNA rupanya tak cuma ditujukan kepada penikmat musik Indonesia. Penggemar cerpen tanah air juga tak luput dari sorot kemegahan cinta KAHITNA. 
 
Menggandeng penerbit buku Gramedia, sebuah buku tanda cinta kasih KAHITNA untuk para penggemarnya juga untuk Indonesia, rencananya bakal diterbitkan. Seperti halnya tema yang selalu diumbar KAHITNA dalam karya-karya nya, buku ini pun diberi judul spesial : “Di antara KEBAHAGIAAN, CINTA DAN PERSELINGKUHAN”. Buku yang telah disusun sejak awal 2011 oleh dua orang profesional bernama Benny Benke dan Kunto ini bakal terbit sebelum Ramadhan tahun ini.

Di Antara Kebahagiaan, Cinta dan Perselingkuhan adalah sebuah kumpulan cerpen yang berisi cerita-cerita cinta yang digali dari pengalaman-pengalaman serta kenangan – kenangan kuat para personel KAHITNA dan sejumlah selebritis penggemar KAHITNA. Isi cerita nya pun tak lepas dari judul-dulu lagu KAHITNA.
 
Jadilah kita bakal menjumpai cerita berjudul UNTUKKU yang disusun berdasarkan pengalaman Iwet Ramadhan, BATAL SUKA oleh Tia Ivanka hingga Tak Sebebas Merpati dari penuturan hati Indra Brasco, suami Mona Ratulia.

Sang vokalis Hedi Yunus juga menyumbangkan cerita-cerita cintanya. Sama halnya dengan Mario Ginanjar yang ikut curhat melalui judul SAMPAI NANTI dan EVERYBODY NEEDS SOMEBODY. 
 
Tentu tak cuma mereka yang menyumbangkan pengalaman-pengalaman hatinya. Sejumlah pesohor lain seperti Indra Herlambang, Angga Maliq & d’Essentials, Ersa Mayori juga menuliskan kisahnya. Buku ini juga secara khusus bakal menghadirkan cerita berjudul SOULMATE yang dipilih dari pengalaman terbaik dan paling menyentuh dari soulmateKAHITNA.

Di Antara KEBAHAGIAAN, CINTA DAN PERSELINGKUHAN, menuntun pikiran dan lamunan kita untuk membayangkan “seandainya aku” dalam berbagai perspektif.
Jadi kini cerita cinta KAHITNA tak lagi hanya disimak dan dinikmati sebagai lantunan nada dan suara. Masyarakat Indonesia juga akan segera dapat membacanya dalam jalinan kisah dan pengalaman hati yang begitu nyata dan tak kalah menyentuh. 25 TAHUN KAHITNA, Di Antara Kebahagiaan, Cinta dan Perselingkuhan. 
 
Nah, untuk teman-teman soulmateKAHITNA juga penggemar cerpen Indonesia, selamat menanti terbitnya persembahan dari hati oleh KAHITNA “Di Antara Kebahagiaan, Cinta dan Perselingkuhan”.

(gambar  ilustrasi, BUKAN foto sampul buku)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacar yang Baik Bernama "Patjar Merah"

“Jokowi itu China, nama aslinya Wie Jo Koh. Dia juga kafir, waktu lahir nama Kristen-nya Herberthus”
Narasi tersebut barangkali masuk dalam jajaran hoaks paling keren abad ini. Dalam kitab besar “hoaks-mania", narasi itu mungkin dijumpai di kategori “paket hoaks premium” karena sasarannya tokoh besar dan terbukti memiliki dampak yang luas serta dahsyat. Banyak orang mempercayainya sampai ke dalam lubuk hati. Meski kemudian terbukti kebohongannya, tapi tetap diyakini: pokoknya Jokowi itu China kafir! Begitulah, hari demi hari kita semakin sering menjumpai aneka rupa orang dengan tampang yang mengesankan malasnya mereka membaca. Kepada dunia mereka konsisten memamerkan kebodohan.
Perlu digarisbawahi bahwa kebodohan diam-diam menular seperti virus yang bisa menjangkiti tubuh manusia. Abang ojek, penjual sayur, buruh pabrik, hingga orang-orang sebenarnya berilmu seperti mahasiswa, aktivis pemuda, guru, dokter, doktor, artis, bekas artis, dan ustad bisa dijangkiti kebodohan. Pendek kata …

Selamat Tinggal TCASH, Selamat Datang LinkAja!

Sebuah sms saya terima pada 30 Januari 2019. Pengirimnya Bank Mandiri. Isinya pemberitahuan tentang platform digital baru bernama LinkAja! dengan menyinggung “masa depan” Mandiri e-cash, dompet uang elektronik yang selama ini saya miliki.

“Pengguna ecash yth, Mulai 01Mar2019 saldo mandiri e-cash Anda akan dipindahkan ke LinkAja. Nantikan LinkAja di Playstore&Appstore mulai 21Feb2019”.
Pemberitahuan itu lumayan mengagetkan. Saya pun segera mencari tahu kepastiannya kepada @Mandiricare lewat twitter dan dikonfirmasi bahwa benar adanya Mandiri E-cash akan berubah menjadi LinkAja. Selanjutnya saldo E-cash akan dipindahkan ke LinkAja.
Beberapa hari kemudian giliran sms dari TCash saya terima. Isinya kurang lebih sama soal peluncuran LinkAja pada 21 Februari 2019 sebagai pengganti aplikasi TCash Wallet yang akan segera dimatikan. Sama seperti saldo Ecash, saldo TCash pun akan dikonversi menjadi saldo LinkAja.
Belakangan pada 20 Februari 2019 sms pemberitahuan datang lagi baik dari Bank Mand…

Wajah Pangeran Diponegoro Mirip Jokowi

Untuk kali pertama, Babad Diponegoro yang telah ditetapkan sebagai Warisan Ingatan Dunia oleh UNESCO “dialihwahanakan” dalam bentuk visual. Sebanyak 51 lukisan dibuat secara khusus dengan mengacu pada pupuh-pupuh yang termuat dalam naskah Babad Diponegoro. Pemilihan kisah yang diangkat melibatkan para akademisi dan sejarawan. Sementara para pelukisnya merupakan seniman pilihan yang juga melakukan riset dan mengumpulkan informasi.

Hasilnya tercipta visual-visual indah sekaligus mengejutkan yang secara naratif menceritakan riwayat hidup Pangeran Diponegoro sejak kelahirannya. Semua lukisan itu bisa disimak dalam Pameran Sastra Rupa “Gambar Babad Diponegoro” yang berlangsung di Jogja Gallery, 1-24 Februari 2019.
Di antara semua lukisan yang dipamerkan, ada lukisan yang memiliki daya pikat khusus sehingga segera menarik perhatian manakala pertama kali manatapnya. Lukisan itu berjudul “Abdulrohim Jokowibowo Namaku”. 
Sigit Santoso membuatnya dengan cat minyak di atas kanvas berukuran 115x185 …