Langsung ke konten utama

10 Ciri Pria Baik-Baik (bagian dua)

Ide untuk melanjutkan sekuel Pria Baik-Baik sebenarnya sudah muncul semenjak 10 Ciri Pria Baik-Baik bagian satu menembus 200 pembaca bulan lalu. Namun untuk menerbitkan bagian dua ini butuh riset dan verifikasi yang selektif. Maka untuk mengisi saat jeda tersebut dimunculkan dua cerita serupa namun terpisah dari PBB edisi satu yakni : Pria Baik-Baik Tidak Makan Nasi dan Menu Puasa Untuk Pria Baik-Baik.

Sebuah peristiwa harus diceritakan. Dan sebuah cerita harus dituliskan.

Semalam kemarin saya terkejut mengetahui munculnya sebuah grup bernama Pria Baik-Baik di facebook. Apa ???. Ada Grup Pria Baik-Baik ??. Iya, saya pun merasa kaget. Dan sedari sekarang saya sampaikan bahwa grup tersebut tidak berafiliasi dengan tulisan ini, apalagi kepanjangan tangan blog ini. 100% BUKAN.

Penasaran saya pun menyempatkan melihat isi dalamnya. HANYA MELIHAT, TIDAK IKUT BERGABUNG. Anggotanya kalau tidak salah sudah mencapai 70 orang. Dan yang membuat saya garuk-garuk kepala adalah nama-nama beberapa member nya yang “panjang sekali tanpa spasi”. Beberapa posting di sana juga membuat “geli”. Sepertinya ada prinsip Pria Baik-Baik yang dilanggar di sana. Maka dari dua hal itu akhirnya mendorong sekuel kedua 10 Ciri Pria Baik-Baik ini diterbitkan.

Melanjutkan bagian satu, inilah 10 Ciri Pria Baik-Baik bagian dua
11. Menjunjung tinggi kaedah berbahasa yang baik. Dalam hal ini termasuk menulis dan bertutur secara baku atau setidaknya tidak memakai bahasa alay nan menggelikan dalam berkomunikasi, termasuk tidak menyingkat kalimat secara parah dalam menulis sms maupun status facebook & twitter.
12. Pria Baik-Baik biasanya konsisten dengan hobinya. Misalnya ia hobi memotret maka biasanya ia konsisten dengan hal itu, atau dalam bahasa lain ia hobi memotret tapi kurang suka dipotret. Demikian juga jika ia suka memasak tapi kadang tidak mau menghabiskan masakannya sendiri.
13. Suka buah-buahan terutama buah-buahan yang asam. Ingat di PBB bagian satu, mereka kurang suka dengan makanan yang terlalu manis.
14. Kurang suka menggunakan kaus. Bahkan ketika berjalan-jalan santai ia lebih nyaman menggunakan kemeja, terutama kemeja warna polos.
15. Tidak suka menonton sinetron tapi suka dengan film dokumenter. Lebih suka film Indonesia dibanding film luar. Ingat di PBB bagian satu, mereka cenderung lebih menggemari produk lokal.
16. Suka menulis tapi umumnya tidak konsisten menulis diary.
17. Tidak suka dengan coklat namun menikmati es krim.
18. Pada dasarnya Pria Baik-Baik suka bercocok tanam. Seringkali mereka menyenangi bunga meski sering juga gagal memelihara tanaman (mati).
19. Pria Baik-Baik suka pergi ke toko buku dan biasanya sendiri.
20. Pria Baik-Baik biasanya tidak banyak bicara tapi bisa sangat cerewet untuk beberapa hal.

Semoga bisa bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MILO CUBE, Cukup Dibeli Sekali Kemudian Lupakan

Alkisah, gara-gara “salah pergaulan" saya dibuat penasaran dengan Milo Cube. Akhirnya saya ikutan-ikutan membeli Milo bentuk kekinian tersebut.
Oleh karena agak sulit menemukannya di swalayan dan supermarket, saya memesannya melalui sebuah marketplace online. Di berbagai toko online Milo Cube dijual dengan harga bervariasi untuk varian isi 50 cube dan 100 cube. Varian yang berisi 100 cube yang saya beli rentang harganya Rp65.000-85.000.
Pada hari ketiga setelah memesan, Milo Cube akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka bungkusnya saya langsung berjumpa dengan 100 kotak mungil dengan bungkus kertas hijau bertuliskan “MILO” dan “ENERGY CUBE”. Ukurannya benar-benar kecil. Satu cube beratnya hanya 2,75 gram, sehingga totalnya 275 gram.
Tiba saatnya unboxing. Milo Cube ini berupa bubuk coklat yang dipadatkan sehingga menyerupai permen hisap. Tapi sebenarnya tak bisa disebut permen karena meski dipadatkan, agregat bubuk Milo ini mudah hancur saat terjatuh.
Dalam benak dan angan saya ter…

Poto Batu, "Vitamin Sea" di Pesisir Sumbawa Barat

“Lihat ke kiri!”. Suara Pak Arie membangunkan kembali kesadaran kami yang kebanyakan sudah hampir tertidur di dalam bis. Siang itu kami sedang dalam perjalanan dari Jereweh ke Kertasari, keduanya di Kabupaten Sumbawa Barat. 

Ucapan Pak Arie pun dituruti oleh beberapa di antara kami yang segera mengarahkan pandangan menembus kaca jendela bis. Entah siapa yang memulai meminta bis untuk berhenti, tapi sekejap kemudian kami semua sudah turun dan mendapati diri berada di sebuah pantai yang indah. Poto Batu namanya.
Pantai Poto Batu berada tak jauh dari Labuhan Lalar di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Perjalanan dari Jereweh menuju Poto Batu kami tempuh melalui jalanan beraspal yang tidak terlalu ramai. Agak mengherankan karena jalan tersebut adalah akses penghubung antara ibu kota Sumbawa Barat, Taliwang, dengan sejumlah daerah di sekitarnya.
Mendekati Poto Batu beberapa ruas jalan menyempit dan aspalnya kurang rata. Oleh karenanya kendaraan perlu berjalan lebih pelan. Apalagi, …

Pacar yang Baik Bernama "Patjar Merah"

“Jokowi itu China, nama aslinya Wie Jo Koh. Dia juga kafir, waktu lahir nama Kristen-nya Herberthus”
Narasi tersebut barangkali masuk dalam jajaran hoaks paling keren abad ini. Dalam kitab besar “hoaks-mania", narasi itu mungkin dijumpai di kategori “paket hoaks premium” karena sasarannya tokoh besar dan terbukti memiliki dampak yang luas serta dahsyat. Banyak orang mempercayainya sampai ke dalam lubuk hati. Meski kemudian terbukti kebohongannya, tapi tetap diyakini: pokoknya Jokowi itu China kafir! Begitulah, hari demi hari kita semakin sering menjumpai aneka rupa orang dengan tampang yang mengesankan malasnya mereka membaca. Kepada dunia mereka konsisten memamerkan kebodohan.
Perlu digarisbawahi bahwa kebodohan diam-diam menular seperti virus yang bisa menjangkiti tubuh manusia. Abang ojek, penjual sayur, buruh pabrik, hingga orang-orang sebenarnya berilmu seperti mahasiswa, aktivis pemuda, guru, dokter, doktor, artis, bekas artis, dan ustad bisa dijangkiti kebodohan. Pendek kata …