Langsung ke konten utama

N.G.G.A.K N.G.E.R.T.I

Kadang saya merasa perlu bertanya, kepada teman-teman, apakah mereka yang sering menjalin hubungan dengan lawan jenis, atau dalam bahasa pergaulan disebut "pacaran", akan menggunakan alasan yang sama setiap kali putus atau memutuskan pasangannya ?. Apa semuanya akan mengobral kata dan penjelasan yang sama ?

Ini bukan pertanyaan yang penting bagi saya, tapi menarik untuk diketahui jawabannya. Saya begitu sering menyaksikan fenomena ini, bahkan di lingkaran terdekat saya. Mengapa mereka, termasuk teman-teman saya begitu mudah mendeklarasikan jatuh cinta pada setiap orang dalam jangka waktu tertentu, tapi pada akhirnya mereka juga terlalu sering mendeklarasikan sudah tak cinta lagi dengan macam alasan masing-masing. 

Dulu cinta, sekarang tak cinta. 
Apa cinta bisa kadaluarsa ??. Rasanya tidak. 
Jadi apa yang mereka rasakan sebenarnya saat berkata jatuh cinta lalu berpisah dengan alasan tak cinta lagi. 

Uuuh, lebih baik tak usah  membuat teori tentang cinta, saya khawatir itu akan balik memakan diri kita sendiri, berulang kali nyatakan  cinta tapi gagal menjaga maknanya, dan itu menyedihkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gamelan Pusaka Kraton Yogyakarta

MILO CUBE, Cukup Dibeli Sekali Kemudian Lupakan

Alkisah, gara-gara “salah pergaulan" saya dibuat penasaran dengan Milo Cube. Akhirnya saya ikutan-ikutan membeli Milo bentuk kekinian tersebut.
Oleh karena agak sulit menemukannya di swalayan dan supermarket, saya memesannya melalui sebuah marketplace online. Di berbagai toko online Milo Cube dijual dengan harga bervariasi untuk varian isi 50 cube dan 100 cube. Varian yang berisi 100 cube yang saya beli rentang harganya Rp65.000-85.000.
Pada hari ketiga setelah memesan, Milo Cube akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka bungkusnya saya langsung berjumpa dengan 100 kotak mungil dengan bungkus kertas hijau bertuliskan “MILO” dan “ENERGY CUBE”. Ukurannya benar-benar kecil. Satu cube beratnya hanya 2,75 gram, sehingga totalnya 275 gram.
Tiba saatnya unboxing. Milo Cube ini berupa bubuk coklat yang dipadatkan sehingga menyerupai permen hisap. Tapi sebenarnya tak bisa disebut permen karena meski dipadatkan, agregat bubuk Milo ini mudah hancur saat terjatuh.
Dalam benak dan angan saya ter…

Poto Batu, "Vitamin Sea" di Pesisir Sumbawa Barat

“Lihat ke kiri!”. Suara Pak Arie membangunkan kembali kesadaran kami yang kebanyakan sudah hampir tertidur di dalam bis. Siang itu kami sedang dalam perjalanan dari Jereweh ke Kertasari, keduanya di Kabupaten Sumbawa Barat. 

Ucapan Pak Arie pun dituruti oleh beberapa di antara kami yang segera mengarahkan pandangan menembus kaca jendela bis. Entah siapa yang memulai meminta bis untuk berhenti, tapi sekejap kemudian kami semua sudah turun dan mendapati diri berada di sebuah pantai yang indah. Poto Batu namanya.
Pantai Poto Batu berada tak jauh dari Labuhan Lalar di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Perjalanan dari Jereweh menuju Poto Batu kami tempuh melalui jalanan beraspal yang tidak terlalu ramai. Agak mengherankan karena jalan tersebut adalah akses penghubung antara ibu kota Sumbawa Barat, Taliwang, dengan sejumlah daerah di sekitarnya.
Mendekati Poto Batu beberapa ruas jalan menyempit dan aspalnya kurang rata. Oleh karenanya kendaraan perlu berjalan lebih pelan. Apalagi, …