Langsung ke konten utama

Bertemu Dua Mantan di Tambang Newmont



Hai, selamat bertemu lagi! (dok. pribadi).
Selama masih ada di bumi yang sama, bersiaplah bertemu dengan orang-orang lama. Ini bukan pepatah, melainkan kenyataan bahwa dalam hidup ini kita seringkali mengalami perjumpaan-perjumpaan tak terduga dengan orang-orang yang tak pernah terbayangkan akan bersua.

Begitupun yang saya alami selama Newmont Bootcamp di Sumbawa Barat. Indonesia ternyata tak seberapa luas. Pada kegiatan tersebut saya bertemu dengan 2 wanita berlabel mantan" yang pernah  sangat dekat dengan saya.

Keduanya adalah mantan tetangga kos yang tinggal berdekatan dengan rumah eyang tempat saya tinggal dan ngekos di Yogyakarta. Yang pertama adalah Azmi. Wanita yang tingginya sekitar 150 cm ini mengejutkan saya ketika berkenalan di pelabuhan Kayangan. Ia ternyata baru saja meninggalkan Yogyakarta pada Januari 2016 setelah 3 tahun menempuh studi Pascasarjana di program studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Geografi UGM. Tempatnya kuliah hanya terpisah oleh dinding setebal 25 cm yang membatasi parkir Fakultas Geografi UGM dan gedung laboratorium tempat saya biasa berada.
 
Azmi, lupa nama lengkapnya (dok. Pak Budi/PTNNT).
Hal lain yang mengagetkan saya adalah lokasi tinggal Azmi selama di Yogyakarta. Rumah kosnya ada di Kinanti, Jalan Kaliurang km 4,5. Artinya ia tinggal di titik yang sama dengan saya. Kami tinggal berseberangan gang dan dipisahkan oleh ruas jalan Jalan Kaliurang. Jika dihitung jaraknya kamar kami mungkin hanyasekitar 130-150 meter saja. Sangat dekat.

Jalan Kaliurang km 4,5 adalah ring 1 UGM karena berbatasan langsung dengan kampus dan hanya berjarak 150 meter dari kantor pusat UGM. Jaraknya dengan sekolah Pascasarjana bahkan lebih dekat lagi. Jalan kaliurang km 4,5 merupakan ruas jalan teramai kedua setelah Jalan Malioboro. Selain banyak rumah kos, di Jalan Kaliurang juga bertebaran rumah makan mulai dari yang sederhana sampai gerai fastfood 24 jam, supermarket, cafe, salon perawatan kecantikan ternama hingga barisan hotel. Hampir dipastikan saya dan Azmi sering melalui trotoar yang sama dan mungkin pernah beberapa kali berpapasan tanpa saling kenal. Apalagi ia baru meninggalkan Yogyakarta awal tahun 2016. 
Kontanta Winoto alias Mba Selly (tengah), salah seorang Marine Specialist PTNNT. Ia pernah menjadi tetangga dekat saya di Yogyakarta dan kami tinggal di gang yang sama (dok. pribadi).
Orang kedua adalah Konstanta Winoto. Ia yang biasa dipanggil Mba Selly adalah salah satu anggota tim environment Newmont yang saya temui di kapal survey Tenggara Explorer. Saya cukup terkejut ketika kami ngobrol di sela-sela menunggu sampel air diangkat ke permukaan. Mba Selly rupanya senior saya  karena pernah berkuliah di UGM dalam rentang waktu 2008-2011 saat menempuh studi S-2 Ilmu Lingkungan, Fakultas Geografi UGM. Jadi Mba Selly adalah kakak angkatan Azmi. Tak jelas apakah keduanya saling kenal.
  
Namun ada hal lain yang lebih mengejutkan saya. Mba Selly ternyata tetangga dekat kos saya. Sama-sama di Jalan Kaliurang km 4,5 dan kami tinggal di gang yang sama. Jarak kamar kami hanya dipisahkan oleh bangunan SD dan sebuah lapangan basket. Oleh karena itu kami sangat nyambung ketika bercerita seputar lingkungan kos. Mulai dari tempat rental CD/DVD film hingga tempat makan paling ramai di gang kami. Satu hal lagi yang di luar dugaan adalah dosen pembimbing thesis mba Selly ternyata dosen yang sama dengan yang pernah menandatangani kartu kuliah dan nilai saya.

Dunia benar-benar sempit!. Newmont bootcamp telah mengejutkan saya lewat pertemuan  dengan dua orang mantan tetangga yang dalam kurun waktu yang sama kami pernah tinggal sangat dekat dan menjalani aktivitas melalui jalan pulang dan berangkat yang sama. Saat itu kami tidak saling kenal. Tapi akhirnya tertawa ketika bertemu dan berkenalan di tambang Newmont.

Komentar

  1. Konon tak ada yg kebetulan di dunia ini. Pertemuan Mas Hendra dengan 2 mantan tetangga, mungkin isyarat dari semesta, ada cerita yang mesti diselesaikan hehehe...

    BalasHapus
  2. Salam kenal mas Hendra *sungkem*


    Mungkin kita pernah ngantri beli makan di tempat yang sama mas... Haha

    BalasHapus
  3. Hahaha, tulisan ini jadi lucu saat dibaca karena kebayang obrolan di grup hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Grup bootcamp memang nggak pernah kahabisan bahan obrolan dan tawa, Bu, hehe

      Hapus
  4. Bunda terpingkal pingkal juga Do_Im di grup.
    Ah . . . Mas Hend juga bakalan ngga nyangka akhirnya tulisan ini yang paling fenomemal di banding tulisan yang sudah2 #GGUBBRAQS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketemu mantan tetangga di tanah yg jauh sungguh tak terduga, Bu..lucu juga sih kami nggak saling kenal sebelumnya padahal kamarnya sebelahan

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacar yang Baik Bernama "Patjar Merah"

“Jokowi itu China, nama aslinya Wie Jo Koh. Dia juga kafir, waktu lahir nama Kristen-nya Herberthus”
Narasi tersebut barangkali masuk dalam jajaran hoaks paling keren abad ini. Dalam kitab besar “hoaks-mania", narasi itu mungkin dijumpai di kategori “paket hoaks premium” karena sasarannya tokoh besar dan terbukti memiliki dampak yang luas serta dahsyat. Banyak orang mempercayainya sampai ke dalam lubuk hati. Meski kemudian terbukti kebohongannya, tapi tetap diyakini: pokoknya Jokowi itu China kafir! Begitulah, hari demi hari kita semakin sering menjumpai aneka rupa orang dengan tampang yang mengesankan malasnya mereka membaca. Kepada dunia mereka konsisten memamerkan kebodohan.
Perlu digarisbawahi bahwa kebodohan diam-diam menular seperti virus yang bisa menjangkiti tubuh manusia. Abang ojek, penjual sayur, buruh pabrik, hingga orang-orang sebenarnya berilmu seperti mahasiswa, aktivis pemuda, guru, dokter, doktor, artis, bekas artis, dan ustad bisa dijangkiti kebodohan. Pendek kata …

Wajah Pangeran Diponegoro Mirip Jokowi

Untuk kali pertama, Babad Diponegoro yang telah ditetapkan sebagai Warisan Ingatan Dunia oleh UNESCO “dialihwahanakan” dalam bentuk visual. Sebanyak 51 lukisan dibuat secara khusus dengan mengacu pada pupuh-pupuh yang termuat dalam naskah Babad Diponegoro. Pemilihan kisah yang diangkat melibatkan para akademisi dan sejarawan. Sementara para pelukisnya merupakan seniman pilihan yang juga melakukan riset dan mengumpulkan informasi.

Hasilnya tercipta visual-visual indah sekaligus mengejutkan yang secara naratif menceritakan riwayat hidup Pangeran Diponegoro sejak kelahirannya. Semua lukisan itu bisa disimak dalam Pameran Sastra Rupa “Gambar Babad Diponegoro” yang berlangsung di Jogja Gallery, 1-24 Februari 2019.
Di antara semua lukisan yang dipamerkan, ada lukisan yang memiliki daya pikat khusus sehingga segera menarik perhatian manakala pertama kali manatapnya. Lukisan itu berjudul “Abdulrohim Jokowibowo Namaku”. 
Sigit Santoso membuatnya dengan cat minyak di atas kanvas berukuran 115x185 …

Selamat Tinggal TCASH, Selamat Datang LinkAja!

Sebuah sms saya terima pada 30 Januari 2019. Pengirimnya Bank Mandiri. Isinya pemberitahuan tentang platform digital baru bernama LinkAja! dengan menyinggung “masa depan” Mandiri e-cash, dompet uang elektronik yang selama ini saya miliki.

“Pengguna ecash yth, Mulai 01Mar2019 saldo mandiri e-cash Anda akan dipindahkan ke LinkAja. Nantikan LinkAja di Playstore&Appstore mulai 21Feb2019”.
Pemberitahuan itu lumayan mengagetkan. Saya pun segera mencari tahu kepastiannya kepada @Mandiricare lewat twitter dan dikonfirmasi bahwa benar adanya Mandiri E-cash akan berubah menjadi LinkAja. Selanjutnya saldo E-cash akan dipindahkan ke LinkAja.
Beberapa hari kemudian giliran sms dari TCash saya terima. Isinya kurang lebih sama soal peluncuran LinkAja pada 21 Februari 2019 sebagai pengganti aplikasi TCash Wallet yang akan segera dimatikan. Sama seperti saldo Ecash, saldo TCash pun akan dikonversi menjadi saldo LinkAja.
Belakangan pada 20 Februari 2019 sms pemberitahuan datang lagi baik dari Bank Mand…