Langsung ke konten utama

Seandainya Aku Bisa Terbang I



Hai, apa kabar ?.
Meski tak bersua,
Aku tahu kita tak saling lupa

Meski tak bicara
Aku tahu kau kerap mengeluh di sana
Mengeluh tentang jarak
Tapi bersabarlah, aku pun tak bisa menolak

Meski tak terlihat,
Aku tahu kau kerap menggerutu
Mengutuk waktu
Tapi ketahuilah, di sini aku selalu menyimpan rindu

Meski tak terasa,
Aku tahu jarak ini membuatmu lelah
Tapi kumohon kuatlah, karna akupun tak ingin pisah

Meski tak terucap,
Aku tahu kau sering curiga aku mulai acuh
Tapi percayalah, selalu ada doa di waktu subuh

Kita sama-sama tahu,
Jarak ini sering membuat hati kita melemah
Tapi tolong jangan dulu lelah, kita tak boleh kalah

Aku tahu meski tak bicara,
Kau kadang ingin menyerah
Tapi tolong bertahanlah, karena di sini aku tak pernah menyerah

Meski tak terungkap,
Aku tahu kau pernah meragu,
Tapi dengarkanlah,
Kau slalu ada di langkahku... 

Meski terasa lelah,
Langkah ini bukan tanpa arah,
Jarak dan rindu ada untuk membuat pertemuan nanti semakin indah
Bertahanlah...


_____________________
LDR#1 : Lelah Diterpa Rindu. Salah jika membaca tulisan ini sebagai curhatan pemilik blog karena kumpulan kalimat di atas terlahir dari sebuah pertanyaan dan tantangan pihak ketiga. Saya hanya menyadap pengalaman dan cerita dari orang-orang yang pernah dan sedang berada di sekitar saya. Ini bukan curhatan saya, sungguh deh !. Tolong percaya pada saya ! dan terima kasih sudah membaca..^^



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ancaman Bahaya "Direct Debit" LinkAja dan KAI Access

KAI Access menerapkan “direct debit” menggunakan LinkAja untuk pembayaran tiket kereta api. Pembayaran bisa langsung dilakukan tanpa perlu memasukkan PIN LinkAja. Dianggap praktis, fitur ini justru meningkatkan risiko dan ancaman bahaya bagi penggunanya. Saya mengalaminya sendiri beberapa hari lalu.Suasana rileks yang sedang saya nikmati pada Minggu (1/9/2019) siang lenyap seketika. Mood yang saya bangun selagi membaca buku tiba-tiba dirusak oleh sebuah pemberitahuan/info dari LinkAja di layar smartphone. Isinya kurang lebih begini:
“Anda sudah bertransaksi sejumlah Rp180.000 ke KAI Lokal….”.
Dalam rasa terkejut saya segera memeriksa aplikasi LinkAja dan menemukan riwayat pembayaran yang dimaksud. Masalahnya saya tidak memesan tiket KAI tersebut.
Saya lalu beralih memeriksa arsip tiket pada akun saya di aplikasi KAI Access. Ternyata tidak ditemukan daftar tiket yang dimaksud. Oleh karena itu, siapa yang memesan tiket KAI dengan menggunakan saldo LinkAja saya dan tiket apa yang dipesan me…

MILO CUBE, Cukup Dibeli Sekali Kemudian Lupakan

Alkisah, gara-gara “salah pergaulan" saya dibuat penasaran dengan Milo Cube. Akhirnya saya ikutan-ikutan membeli Milo bentuk kekinian tersebut.
Oleh karena agak sulit menemukannya di swalayan dan supermarket, saya memesannya melalui sebuah marketplace online. Di berbagai toko online Milo Cube dijual dengan harga bervariasi untuk varian isi 50 cube dan 100 cube. Varian yang berisi 100 cube yang saya beli rentang harganya Rp65.000-85.000.
Pada hari ketiga setelah memesan, Milo Cube akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka bungkusnya saya langsung berjumpa dengan 100 kotak mungil dengan bungkus kertas hijau bertuliskan “MILO” dan “ENERGY CUBE”. Ukurannya benar-benar kecil. Satu cube beratnya hanya 2,75 gram, sehingga totalnya 275 gram.
Tiba saatnya unboxing. Milo Cube ini berupa bubuk coklat yang dipadatkan sehingga menyerupai permen hisap. Tapi sebenarnya tak bisa disebut permen karena meski dipadatkan, agregat bubuk Milo ini mudah hancur saat terjatuh.
Dalam benak dan angan saya ter…

"Jangkau" dan Tren Filantropi yang Tumbuh di Indonesia

Ada banyak jalan untuk mengulurkan tangan. Ada banyak cara untuk menjadi dermawan. Gairah baru filantropi memberi kesempatan bagi setiap orang untuk terlibat dalam misi kebaikan dengan berbagai cara.
Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok meluncurkan aplikasi bernama “Jangkau” pada awal Agustus 2019. Aplikasi yang dijalankan di perangkat mobile dan smartphone ini bertujuan untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan, terutama kalangan rakyat miskin dan lansia.
Jangkau mempertemukan mereka yang membutuhkan bantuan dengan orang-orang yang ingin membantu. Pada masa awal Jangkau masih terbatas mengelola sumbangan berupa barang, terutama barang kebutuhan lansia. Namun, ini hanya embrio. Artinya Jangkau akan dikembangkan lebih luas lagi.
Jangkau dan Humanisme Ahok Jangkau bersemi dari dalam penjara. Hasil pendalaman Ahok terhadap masih adanya orang-orang yang menghendaki bantuannya saat ia ditahan. Di sisi lain ia bukan siapa-siapa lagi. Bukan lagi pejabat dan tak mem…