Langsung ke konten utama

PURBALINGGA dalam bingkai 2 DIMENSI

Dari Panglima Besar Republik Indonesia, Jendral Sudirman, lalu sosok kanibal nan kontroversial, Sumanto si Pemakan Jenazah, dan kini kota kecil ini kembali melahirkan pemimpin Jawa Tengah, sang wakil Gubernur. 

Selamat Datang di Purbalingga

Di bawah keagungan Gunung Slamet inilah Purbalingga berdiri sebagai sebuah kota kecil berhawa sejuk yang kini sedang berbenah dan membangun wajahnya.


Alun-Alun Purbalingga. Tanpa banyak gedung besar di tepiannya, Landmark pusat kota ini tampak luang dan cantik.


Datanglah Minggu pagi, akan ada banyak pedagang menggelar pasar tumpah di Alun-Alun kota. Beberapa penjual jajanan dan kuliner tradisional juga bisa dijumpai.





Tugu Knalpot di sudut kota Purbalingga mengingatkan semua yang melewatinya jika inilah kota kecil yang menjadi sentra knalpot bermutu nomor 1 di Indonesia sekaligus rumah bagi penghasil rambut dan bulu mata palsu terbaik dengan kualitas dunia. This is Purbalingga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gamelan Pusaka Kraton Yogyakarta

MILO CUBE, Cukup Dibeli Sekali Kemudian Lupakan

Alkisah, gara-gara “salah pergaulan" saya dibuat penasaran dengan Milo Cube. Akhirnya saya ikutan-ikutan membeli Milo bentuk kekinian tersebut.
Oleh karena agak sulit menemukannya di swalayan dan supermarket, saya memesannya melalui sebuah marketplace online. Di berbagai toko online Milo Cube dijual dengan harga bervariasi untuk varian isi 50 cube dan 100 cube. Varian yang berisi 100 cube yang saya beli rentang harganya Rp65.000-85.000.
Pada hari ketiga setelah memesan, Milo Cube akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka bungkusnya saya langsung berjumpa dengan 100 kotak mungil dengan bungkus kertas hijau bertuliskan “MILO” dan “ENERGY CUBE”. Ukurannya benar-benar kecil. Satu cube beratnya hanya 2,75 gram, sehingga totalnya 275 gram.
Tiba saatnya unboxing. Milo Cube ini berupa bubuk coklat yang dipadatkan sehingga menyerupai permen hisap. Tapi sebenarnya tak bisa disebut permen karena meski dipadatkan, agregat bubuk Milo ini mudah hancur saat terjatuh.
Dalam benak dan angan saya ter…

Poto Batu, "Vitamin Sea" di Pesisir Sumbawa Barat

“Lihat ke kiri!”. Suara Pak Arie membangunkan kembali kesadaran kami yang kebanyakan sudah hampir tertidur di dalam bis. Siang itu kami sedang dalam perjalanan dari Jereweh ke Kertasari, keduanya di Kabupaten Sumbawa Barat. 

Ucapan Pak Arie pun dituruti oleh beberapa di antara kami yang segera mengarahkan pandangan menembus kaca jendela bis. Entah siapa yang memulai meminta bis untuk berhenti, tapi sekejap kemudian kami semua sudah turun dan mendapati diri berada di sebuah pantai yang indah. Poto Batu namanya.
Pantai Poto Batu berada tak jauh dari Labuhan Lalar di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Perjalanan dari Jereweh menuju Poto Batu kami tempuh melalui jalanan beraspal yang tidak terlalu ramai. Agak mengherankan karena jalan tersebut adalah akses penghubung antara ibu kota Sumbawa Barat, Taliwang, dengan sejumlah daerah di sekitarnya.
Mendekati Poto Batu beberapa ruas jalan menyempit dan aspalnya kurang rata. Oleh karenanya kendaraan perlu berjalan lebih pelan. Apalagi, …