Langsung ke konten utama

[31ThnKAHITNA] #CeritaSoulmate 3: Susah Lupa

Menurut periodesasinya, para penggemar KAHITNA berasal dari dua basis penggemar yang pernah dan masih ada, yaitu KAHITNAmania dan soulmateKAHITNA. Keduanya tak berbeda. Hanya saja nama soulmateKAHITNA yang lebih dikenal saat ini. 
"Susah Lupa" (dok. Hendra Wardhana).

Meskipun demikian, para KAHITNAmania yang lebih dulu eksis pada masa 90-an hingga 2000-an juga tetap setia dan melebur dalam soulmateKAHITNA. Kesetiaan itu ditunjukkan salah satunya  dari antusiasme mereka yang tak pernah surut terhadap idolanya hingga detik ini. 

Tidak sedikit dari mereka yang masih ingat secara mendetail saat pertama kali jatuh hati pada KAHITNA meski kejadian itu sudah lewat belasan tahun lalu. Salah satunya adalah Iyoen Pakpahan yang menyampaikan kisahnya di bawah ini:

Aku sudah lama menggemari Kahitna, tepatnya sejak mendengar lagu Cerita Cinta.  Sebenarnya aku lebih dulu mengagumi Indra Lesmana dan karya-karyanya. Intinya aku menghargai karya musik anak bangsa

Kesibukan kuliah di kota Yogyakarta dan status sebagai anak kost saat itu membuatku  agak sulit untuk “ngelive” KAHITNA. Hingga kemudian aku kembali ke kota asal, Jakarta. 

Aku pertama kali mengetahui komunitas soulmateKAHITNA dari facebook. Lewat facebook pula suatu hari aku pernah bertanya kepada seorang soulmateKAHITNA, “bagaimana ntuk menjadi anggota dari Soulmatekahitna?”. Kemudian dijawabnya, “tidak perlu keanggotaan karena Soulmatekahitna adalah siapa saja yang menggemari KAHITNA dan karya-karyanya” 

Selanjutnya aku mulai berkenalan dengan teman-teman sesama penggemar KAHITNA dalam jejaring soulmateKAHITNA. Kebanyakan mereka dari luar Jakarta. Tapi kami cepat akrab. Di ruang maya itu kami saling bertukar cerita dan pengalaman seputar KAHITNA di dunia maya, seru!

2 Oktober 2011 menjadi kesempatan perdana bagiku menonton KAHITNA secara langsung. Moment itu ternyata membuatku kecanduan. Ngelive sekali, selanjutnya ingin lagi, lagi, dan lagi, hahahaaa!

Setelah itu, pengalamanku sebagai soulmateKAHITNA semakin berwarna. Beberapa panggung KAHITNA kudatangi, mulai konser yang berbayar hingga show gratisan. Sampai konser di luar kota pun aku jabanin, hihihii. 

Dari panggung KAHITNA aku juga mengenal lebih banyak soulmateKAHITNA. Beruntungnya aku karena teman-teman soulmateKAHITNA tergolong welcome people dan humble. Jadi saat nonton di luar kota pun aku selalu mendapatkan teman-teman yang baik dan menyenangkan. 

Puji Tuhan, selama menonton KAHITNA dari panggung ke panggung aku tidak selalu merasa bahagia. Meski ada sedikit yang bernestapa, tapi aku berusaha menyikapinya secara positif.  Semua itu bukan masalah karena kebaikan KAHITNA juga. Mereka memperlakukan para penggemarnya sebagai teman, saudara, sekaligus personel kesepuluh dalam setiap panggung mereka ❤❤❤ 

Selain Iyoen, seorang penggemar dari era KAHITNAmania bernama Tia Cessaria juga merekam dengan baik momen saat pertama kali menonton KAHITNA lebih dari 20 tahun yang lalu!. Tia pun sedikit bercerita:

Aku suka KAHITNA sejak album pertama Cerita Cinta. Pertama kali mendengar lagunya pada akhir tahun 1994. Saat itu entah mengapa aku langsung merasa jika band ini sangat spesial dan istimewa. Begitu sudah membeli kasetnya, aku mendengarkan semua lagu di album Cerita Cinta dan resmi jatuh cinta.

15 Juni 1996 menjadi hari yang tak terlupakan untukku.  Saat itulah aku pertama kali ngelive KAHITNA di GOR Manahan Solo. Ingatan merekam dengan baik betapa performance KAHITNA sangat atraktif dan menghibur. 

Kesempatan kedua datang pada 20 Mei 2000 saat KAHITNA datang lagi ke Solo. Selanjutnya aku kembali mendatangi panggung KAHITNA pada 12 Desember 2015 di Yogyakarta, 2 September 2016 di Semarang, 6 November 2016 di The Park Solo, dan 14 April 2017 kembali di Solo.

Tak ada rasa yang berubah sepanjang aku menyukai KAHITNA dan menonton mereka pertama kali hingga detik ini.  Setiap kali menyaksikan mereka, aku malah semakin kagum dan cinta pada merekai. Penampilan KAHITNA yang keren dan selalu all out, tak perlu dibahas lagi. Karya mereka yang berkualitas dengan lagu-lagu cinta universal, semua orang juga tahu. Bagiku ada hal lain yang membuat KAHITNA lebih istimewa, yaitu sikap ramah, baik hati, dan tidak sombong yang dimiliki para personelnya.
KAHITNA - Cerita Cinta (dok. Hendra Wardhana).


Iyoen dan Tia hanyalah bagian dari banyaknya orang yang jatuh hati pada KAHITNA pada "pendengaran pertama". Selanjutnya ungkapan dalam lagu Mantan Terindah barangkali pas untuk menggambarkan bahwa kesan pertama itulah yang seringkali mampu membuat orang susah lupa pada KAHITNA.


Cerita Soulmate #1 klik di sini
Cerita Soulmate #2 klik di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MILO CUBE, Cukup Dibeli Sekali Kemudian Lupakan

Alkisah, gara-gara “salah pergaulan" saya dibuat penasaran dengan Milo Cube. Akhirnya saya ikutan-ikutan membeli Milo bentuk kekinian tersebut.
Oleh karena agak sulit menemukannya di swalayan dan supermarket, saya memesannya melalui sebuah marketplace online. Di berbagai toko online Milo Cube dijual dengan harga bervariasi untuk varian isi 50 cube dan 100 cube. Varian yang berisi 100 cube yang saya beli rentang harganya Rp65.000-85.000.
Pada hari ketiga setelah memesan, Milo Cube akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka bungkusnya saya langsung berjumpa dengan 100 kotak mungil dengan bungkus kertas hijau bertuliskan “MILO” dan “ENERGY CUBE”. Ukurannya benar-benar kecil. Satu cube beratnya hanya 2,75 gram, sehingga totalnya 275 gram.
Tiba saatnya unboxing. Milo Cube ini berupa bubuk coklat yang dipadatkan sehingga menyerupai permen hisap. Tapi sebenarnya tak bisa disebut permen karena meski dipadatkan, agregat bubuk Milo ini mudah hancur saat terjatuh.
Dalam benak dan angan saya ter…

Poto Batu, "Vitamin Sea" di Pesisir Sumbawa Barat

“Lihat ke kiri!”. Suara Pak Arie membangunkan kembali kesadaran kami yang kebanyakan sudah hampir tertidur di dalam bis. Siang itu kami sedang dalam perjalanan dari Jereweh ke Kertasari, keduanya di Kabupaten Sumbawa Barat. 

Ucapan Pak Arie pun dituruti oleh beberapa di antara kami yang segera mengarahkan pandangan menembus kaca jendela bis. Entah siapa yang memulai meminta bis untuk berhenti, tapi sekejap kemudian kami semua sudah turun dan mendapati diri berada di sebuah pantai yang indah. Poto Batu namanya.
Pantai Poto Batu berada tak jauh dari Labuhan Lalar di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Perjalanan dari Jereweh menuju Poto Batu kami tempuh melalui jalanan beraspal yang tidak terlalu ramai. Agak mengherankan karena jalan tersebut adalah akses penghubung antara ibu kota Sumbawa Barat, Taliwang, dengan sejumlah daerah di sekitarnya.
Mendekati Poto Batu beberapa ruas jalan menyempit dan aspalnya kurang rata. Oleh karenanya kendaraan perlu berjalan lebih pelan. Apalagi, …

Pacar yang Baik Bernama "Patjar Merah"

“Jokowi itu China, nama aslinya Wie Jo Koh. Dia juga kafir, waktu lahir nama Kristen-nya Herberthus”
Narasi tersebut barangkali masuk dalam jajaran hoaks paling keren abad ini. Dalam kitab besar “hoaks-mania", narasi itu mungkin dijumpai di kategori “paket hoaks premium” karena sasarannya tokoh besar dan terbukti memiliki dampak yang luas serta dahsyat. Banyak orang mempercayainya sampai ke dalam lubuk hati. Meski kemudian terbukti kebohongannya, tapi tetap diyakini: pokoknya Jokowi itu China kafir! Begitulah, hari demi hari kita semakin sering menjumpai aneka rupa orang dengan tampang yang mengesankan malasnya mereka membaca. Kepada dunia mereka konsisten memamerkan kebodohan.
Perlu digarisbawahi bahwa kebodohan diam-diam menular seperti virus yang bisa menjangkiti tubuh manusia. Abang ojek, penjual sayur, buruh pabrik, hingga orang-orang sebenarnya berilmu seperti mahasiswa, aktivis pemuda, guru, dokter, doktor, artis, bekas artis, dan ustad bisa dijangkiti kebodohan. Pendek kata …