Langsung ke konten utama

CINTA ITU MASIH SAMA (Indonesia Tour 2012 : Rick Price & KAHITNA)

27 Agustus 2008, itulah terakhir kali KAHITNA tampil di hadapan pecintanya secara umum di Yogyakarta. Waktu itu mereka tampil dalam acara bertajuk Sound of Love yang digelar oleh salah satu provider seluler di Jogja Expo Center. Setelah itu mereka sempat sekali datang kembali ke Jogja dalam sebuah acara privat di hotel Grand Hyatt, November 2008. Tapi selepas itu praktis KAHITNA belum lagi menggelar panggung musik cintanya di Yogyakarta. Sejumlah penggemar mereka di kota Gudeg pun harus menahan rindu yang begitu lama untuk menyaksikan penampilan Hedi Yunus dkk.

Dan kerinduan itu terobati sudah Jumat malam, 9 Maret 2012 lalu. KAHITNA kembali ke Yogyakarta dan menggelar panggung musik cintanya dalam rangkaian tour mereka bertajuk Indonesia tour 2012 bersama Rick Price, artis manca yang terkenal dengan hits Heaven Knows. Yogyakarta pun menjadi spesial karena dipilih menjadi tempat pertama memulai rangkaian tour tersebut.
----------------------------------
Jumat malam, 9 Maret 2012. Kota Jogja yang sudah berhari-hari diguyur hujan kedatangan band pop terbesar Indonesia KAHITNA dan seorang musisi internasional, Rick Price. Mendengar nama KAHITNA dan Rick Price, bisa ditebak kota Jogja kembali diguyur hujan. Tapi kali ini bukan hujan air, melainkan hujan cinta. Dan bersama lebih dari 1000 orang lainnya sayapun menghabiskan Jumat malam itu dengan tembang-tembang hits KAHITNA dan Rick Price, meski jujur saya tak tahu banyak tentang Rick Price.

Pulang dari kampus lewat pukul 5 sore, saya langsung menaiki taksi  menuju sebuah hotel untuk menjemput seorang teman soulmateKAHITNA yang sengaja datang dari Jakarta untuk menonton KAHITNA. Hebat ya ??. Padahal saya selalu berfikir teman-teman di Jakarta apa tak bosan dan kehabisan perasaan ??. Begitu sering KAHITNA beraksi di ibu kota, dan saat pergi ke “daerah”, masih saja teman-teman itu membuntuti. Mungkin itu yang namanya cinta, selalu membimbing kaki malangkah ke manapun belahan jiwa pergi.

Pukul 7 malam kami sampai di venue. Di sana kami pun bertemu sejumlah kawan-kawan soulmate yang sebelumnya bertemu di Konser 25 Tahun Cerita Cinta KAHITNA & Tour KAHITNA 2011. Di saat yang lain masuk ke dalam antrian, saya masih menunggu beberapa teman yang belum datang sementara tiket mereka masih saya pegang.

Pukul 20. 30 WIB konser pun dimulai.  Rick Price muncul dan berjalan diikuti sorot lampu dan seketika itu pula diiringi dengan riuh tepuk tangan penonton. Dengan kemeja putih serta rompi hitam, penyanyi asal Australia itu menyanyikan sejumlah tembang andalan. Penampilan Rick Price menurut saya sangat mempesona. Dengan hanya diiringi sebuah gitar akustik yang dia mainkan sendiri, penonton begitu menikmati penampilannya. Meski kelihatannya juga penonton yang sebagian besar berusia 20 tahunan tidak begitu mengenal tembang-tembangnya.
                                                           
Melepas gitarnya, Rick Price pun beralih memainkan piano. Masih tampil seorang diri, alunan piano mengiringi aksi Rick Price selanjutnya. Sejumlah penonton yang duduk di belakang saya beberapa kali berteriak meminta Rick Price segera membawakan hits Heaven Knows dan If You Were my Baby. Namun Rick Price “bergeming”, justru lagu dari album terbaru nya yang dia bawakan.
                                                                          
Meskipun demikian penampilan Rick Price menjadi pemanasan sekaligus pembuka yang sempurna untuk menghadirkan KAHITNA ke atas panggung. Usai menyanyikan sebuah lagu, dia berdiri dan segera berkata “saya akan panggilkan teman-teman saya, band favorit kalian, KAHITNA !!”. Mendengar itu penonton yang sejak awal telah ramai menjadi kian riuh. Tepukan tangan dan teriakan histeris pecah tatkala Yovie Widianto dan kawan-kawan keluar dari sisi kanan panggung. Tanpa banyak bicara musik langsung mereka mainkan. Ketiga vokalis KAHITNA bergabung dengan Rick Price.

Everybody Needs Somebody, lagu yang ada di album KAHITNA – Lebih Dari Sekedar Cantik ini mereka mainkan bersama-sama Rick Price (link video : http://www.facebook.com/video/video.php?v=3527438024139). Usai menyanyi bersama, Rick Price pun undur diri. Panggung kini sepenuhnya dikuasai KAHITNA. Menyapa Yogyakarta secara singkat, KAHITNA kembali mengajak penonton bergoyang. Sebuah intro yang telah cukup dikenal langsung disambut histeria penonton. Cerita Cinta mereka mainkan (link video : http://www.facebook.com/photo.php?v=3533799663176).

Konser semakin memanas tatkala petikan gitar mengalunkan intro. Penonton pun kembali riuh seolah bisa menebak lagu yang akan KAHITNA mainkan, Andai Dia Tahu.

KAHITNA dan penonton semakin larut dalam cinta. Dengan permainan musik akustik yang menawan berbagai hits KAHITNA mainkan. Suara Hedi, Carlo dan Mario juga terus menuntun penonton untuk bersama-sama menembangkan berbagi kisah cinta. Mulai Katakan Saja hingga tembang cinta perih Merenda Kasih, Aku Dirimu Dirinya dan Mantan Terindah. Bahkan penonton akhirnya diajak galau berjamaah tatkala single terbaru KAHITNA – Aku Punya Hati dibawakan.

Setelah dihajar lagu-lagu cinta perih KAHITNA  mengajak penonton mengistirahatkan hati mereka. Tapi alih-alih beristirahat, KAHITNA justru membuat riuh penonton semakin pecah ketika Hedi Yunus turun panggung dan mengajak serta seorang penonton wanita untuk menemani mereka menembangkan Tak Sebebas Merpati. Sepanjang lagu itu dinyanyikan riuh penonton tak berhenti terutama saat ketiga vokalis KAHITNA secara bergantian memeluk penonton yang beruntung tersebut. 
                                                                    
Mendekati akhir pertunjukkan KAHITNA mengajak penonton meresapi makna dari sebuah cinta yang Takkan Terganti. Hingga akhirnya Cantik menjadi tembang terakhir yang mereka bawakan sendiri. Sendiri ???. Ya, karena setelah itu panggung ternyata belum selesai. KAHITNA mengundang Rick Price kembali ke atas panggung. Kali ini ribuan penonton benar-benar dihujani cinta. Band nomor satu Indonesia dan penyanyi sukses manca negera berkolaborasi untuk dua hits yang langsung disambut riuh dan koor penonton. Rick Price feat KAHITNA dalam If You Were my Baby dan Heaven Knows  (link video : http://www.youtube.com/watch?v=BRg7t6irui8&feature=share).
                      

“Jika benar-benar cinta,  tak akan menahan orang lain untuk pergi dan bahagia. Tapi kita pun boleh berharap kalau cinta itu mungkin akan kembali, nanti, suatu hari. Dan hanya Tuhan yang tahu...”


Dengan kualitas sound system yang prima serta panggung yang luas, disertai dua layar besar di sayap kanan dan kiri serta layar digital di tengah panggung, konser KAHITNA dan Rick Price malam itu berlangsung sukses. Cinta yang KAHITNA dan Rick Price hadirkan untuk Yogyakarta pun sanggup menahan hujan untuk tidak turun dulu malam itu. Meski mungkin ada “hujan lain" yang mengguyur hati beberapa yang hadir malam itu. Andai Dia Tahu....

link album foto Indonesia tour 2012 Rick Price & KAHITNA : http://www.youtube.com/watch?v=AppaxTM3tYA&feature=youtu.be

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacar yang Baik Bernama "Patjar Merah"

“Jokowi itu China, nama aslinya Wie Jo Koh. Dia juga kafir, waktu lahir nama Kristen-nya Herberthus”
Narasi tersebut barangkali masuk dalam jajaran hoaks paling keren abad ini. Dalam kitab besar “hoaks-mania", narasi itu mungkin dijumpai di kategori “paket hoaks premium” karena sasarannya tokoh besar dan terbukti memiliki dampak yang luas serta dahsyat. Banyak orang mempercayainya sampai ke dalam lubuk hati. Meski kemudian terbukti kebohongannya, tapi tetap diyakini: pokoknya Jokowi itu China kafir! Begitulah, hari demi hari kita semakin sering menjumpai aneka rupa orang dengan tampang yang mengesankan malasnya mereka membaca. Kepada dunia mereka konsisten memamerkan kebodohan.
Perlu digarisbawahi bahwa kebodohan diam-diam menular seperti virus yang bisa menjangkiti tubuh manusia. Abang ojek, penjual sayur, buruh pabrik, hingga orang-orang sebenarnya berilmu seperti mahasiswa, aktivis pemuda, guru, dokter, doktor, artis, bekas artis, dan ustad bisa dijangkiti kebodohan. Pendek kata …

Selamat Tinggal TCASH, Selamat Datang LinkAja!

Sebuah sms saya terima pada 30 Januari 2019. Pengirimnya Bank Mandiri. Isinya pemberitahuan tentang platform digital baru bernama LinkAja! dengan menyinggung “masa depan” Mandiri e-cash, dompet uang elektronik yang selama ini saya miliki.

“Pengguna ecash yth, Mulai 01Mar2019 saldo mandiri e-cash Anda akan dipindahkan ke LinkAja. Nantikan LinkAja di Playstore&Appstore mulai 21Feb2019”.
Pemberitahuan itu lumayan mengagetkan. Saya pun segera mencari tahu kepastiannya kepada @Mandiricare lewat twitter dan dikonfirmasi bahwa benar adanya Mandiri E-cash akan berubah menjadi LinkAja. Selanjutnya saldo E-cash akan dipindahkan ke LinkAja.
Beberapa hari kemudian giliran sms dari TCash saya terima. Isinya kurang lebih sama soal peluncuran LinkAja pada 21 Februari 2019 sebagai pengganti aplikasi TCash Wallet yang akan segera dimatikan. Sama seperti saldo Ecash, saldo TCash pun akan dikonversi menjadi saldo LinkAja.
Belakangan pada 20 Februari 2019 sms pemberitahuan datang lagi baik dari Bank Mand…

Wajah Pangeran Diponegoro Mirip Jokowi

Untuk kali pertama, Babad Diponegoro yang telah ditetapkan sebagai Warisan Ingatan Dunia oleh UNESCO “dialihwahanakan” dalam bentuk visual. Sebanyak 51 lukisan dibuat secara khusus dengan mengacu pada pupuh-pupuh yang termuat dalam naskah Babad Diponegoro. Pemilihan kisah yang diangkat melibatkan para akademisi dan sejarawan. Sementara para pelukisnya merupakan seniman pilihan yang juga melakukan riset dan mengumpulkan informasi.

Hasilnya tercipta visual-visual indah sekaligus mengejutkan yang secara naratif menceritakan riwayat hidup Pangeran Diponegoro sejak kelahirannya. Semua lukisan itu bisa disimak dalam Pameran Sastra Rupa “Gambar Babad Diponegoro” yang berlangsung di Jogja Gallery, 1-24 Februari 2019.
Di antara semua lukisan yang dipamerkan, ada lukisan yang memiliki daya pikat khusus sehingga segera menarik perhatian manakala pertama kali manatapnya. Lukisan itu berjudul “Abdulrohim Jokowibowo Namaku”. 
Sigit Santoso membuatnya dengan cat minyak di atas kanvas berukuran 115x185 …