Langsung ke konten utama

Tentang Suratan


Cinta, Apa itu cinta ??. 5 Huruf biasa yang kalau dirangkai urut C-I-N-T-A menjadi sangat luar biasa. Jujur, setiap kali harus memikirkan jawaban itu, yang datang bukan penjelasan tapi justru pusing. Oleh sebab itu saya tak pernah menyediakan waktu khusus untuk mendefinisikan cinta. Datangnya pun sudah sering tiba-tiba, apalagi perginya. Itu saja sudah cukup menghabiskan kekuatan perasaan.
  


Ada yang berkata cinta itu tentang sesuatu yang sederhana tapi mempesona. Bagus sekali kedengarannya. Meski akhirnya sulit untuk ditemukan definisi nyatanya. Bukannya jauh panggang dari api, tapi entah kenapa ia seperti punya banyak definisi untuk cinta. Saat yang pertama gagal, teori lain muncul. Saat yang berikutnya teringkari, definisi cinta yang lain ada. Saat gagal lagi, cinta itu tampak makin samar darinya. Mungkin saja saya yang salah mengerti. Tapi cinta tak pernah salah, bukan ?.

Kata KAHITNA Cinta tak pernah salah. Tapi yang salah orangnya. Atas nama cinta orang bisa melakukan kesalahan. Entah disengaja ataupun tak disadari. Cinta memang indah, meski kadang cerita yang dibuatnya berakhir parah. Dan cinta selalu menyimpan tanda tanya di antara banyak  tanda koma. Di mana tanda titiknya ?. Tak pasti juga, karena katanya cinta juga tentang sebuah suratan yang tak pernah orang tahu sampai akhirnya dia menemukannya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Bad Content is a Good AdSense", Jahatnya Para Pemburu Untung di Tengah Pandemi

Selama ini kita mengenal “hukum media” yang berbunyi “Bad News is a Good News”. Itu semacam sindiran atau ungkapan ironi tentang pola pemberitaan media masa kini yang kerap berlebihan dalam menyampaikan informasi dan berita seputar bencana. Youtube (dok. pri). Kita tahu bencana adalah kejadian buruk yang mestinya direspon dengan bersimpati, berempati, atau kalau perlu menyampaikan solusi dan bantuan yang nyata meringankan. Namun, bagi media kejadian bencana seolah menjadi kesempatan emas. Alasannya karena masyarakat kita suka dengan informasi seputar bencana. Maka setiap ada bencana atau peristiwa yang memilukan, kisah-kisahnya selalu menyedot perhatian masyarakat secara luas. Media lalu memberitakannya dengan porsi yang besar. Informasi diobral, termasuk informasi-informasi yang tak jelas ikut dilempar ke publik dengan label berita. Segala aspek dikulik dengan dalih “sudut pandang media”. Padahal hal-hal tersebut mungkin tak pantas diberitakan. Semakin parah komentator “palugada” jadi

MILO CUBE, Cukup Dibeli Sekali Kemudian Lupakan

Alkisah, gara-gara “salah pergaulan" saya dibuat penasaran dengan Milo Cube. Akhirnya saya ikutan-ikutan membeli Milo bentuk kekinian tersebut.   Milo Cube (dok. pri). Oleh karena agak sulit menemukannya di swalayan dan supermarket, saya memesannya melalui sebuah marketplace online . Di berbagai toko online Milo Cube dijual dengan harga bervariasi untuk varian isi 50 cube dan 100 cube. Varian yang berisi 100 cube yang saya beli rentang harganya Rp65.000-85.000.   Pada hari ketiga setelah memesan, Milo Cube akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka bungkusnya saya langsung berjumpa dengan 100 kotak mungil dengan bungkus kertas hijau bertuliskan “MILO” dan “ENERGY CUBE”. Ukurannya benar-benar kecil. Satu cube beratnya hanya 2,75 gram, sehingga totalnya 275 gram.   Milo Cube yang sedang digandrungi saat ini (dok. pri). "Milo Kotak", begitu kira-kira terjemahan bebas Milo Cube (dok. pri). Tiba saatnya unboxing . Milo Cube ini berupa bubu

Di Balik Lucunya Srimulat: Punya Koneksi Intelijen dan Berani Melawan PKI

Saya menyukai Srimulat sejak kecil. Layar kaca TV menjadi medium saya menyaksikan grup ini. Oleh karena itu, generasi Srimulat yang saya tahu merupakan generasi ketika Srimulat sudah memasuki industri TV. Srimulat era industri TV (foto repro/dok.pribadi). Keluarga besar kami yang banyak berasal dari Klaten dan Jawa Timur membuat saya terpengaruh dan akhirnya menyukai Srimulat. Apalagi saat mudik dan berkumpul di Klaten, tontonan Srimulat menjadi suguhan wajib di rumah kakek. Waktu itu Srimulat tayang berulang kali sepanjang hari selama libur lebaran. Nonton bersama menjadi salah satu kegiatan utama kami ketika berkumpul. Barangkali karena pendiri Srimulat, yakni Raden Ayu Srimulat lahir di Klaten sehingga keluarga kami menyenangi grup lawak ini. Semacam ada ikatan batin atau kebanggaan sebagai sesama orang berdarah Klaten.  *** Pada masa jayanya anggota Srimulat mencapai 100 orang. Bahkan, sepanjang  sejarahnya dari awal berdiri sebagai kelompok kesenian hingga menjadi grup lawak era i