Langsung ke konten utama

Mau Apa Lagi?

Maaf, saya terlambat tahu jika yang sebulan lalu meninggalkan jejak panggilan tak terjawab di ponsel itu kamu. Saya juga terlambat tahu jika saat itu ada panggilan masuk. Sempat ada tanya siapa pemilik nomor ini?. 0813 tak ada dalam rekaman buku telepon. 

Namun kemarin tak sengaja saat membaca sebuah tulisan abstrak di sana ada namamu. Lalu sebuah index menuliskan namamu dan sebuah nomor. Meski tak menyimpannya sebulan kemarin, kepala ini masih bisa mengingat itu nomor yang sama. 

Untuk apa menelepon waktu itu?. Saya bukan pemeran pengganti lagi. Atau kau salah orang  lagi?. Mau apa lagi, Non?. Semua sudah lewat bertahun-tahun. Jika dulu tak ada kata terakhir, bukankah kini juga tak perlu mengulangi lagi?. 

Tak ada yang perlu kita bicarakan, bukan?. Seperti itu yang dulu terjadi saat kau pergi tanpa suara. Sementara di ujung jalan seorang pria hanya bisa diam memintal angin. 

Saya bukan pemburu jawaban, kau pun tak harus merasa perlu menyampaikan pesan. Tak pernah ada apa-apa baik dulu maupun kini. Terima kasih setidaknya masih ingat nomor ponsel saya.

Di manapun berada semoga baik-baik saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gamelan Pusaka Kraton Yogyakarta

MILO CUBE, Cukup Dibeli Sekali Kemudian Lupakan

Alkisah, gara-gara “salah pergaulan" saya dibuat penasaran dengan Milo Cube. Akhirnya saya ikutan-ikutan membeli Milo bentuk kekinian tersebut.
Oleh karena agak sulit menemukannya di swalayan dan supermarket, saya memesannya melalui sebuah marketplace online. Di berbagai toko online Milo Cube dijual dengan harga bervariasi untuk varian isi 50 cube dan 100 cube. Varian yang berisi 100 cube yang saya beli rentang harganya Rp65.000-85.000.
Pada hari ketiga setelah memesan, Milo Cube akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka bungkusnya saya langsung berjumpa dengan 100 kotak mungil dengan bungkus kertas hijau bertuliskan “MILO” dan “ENERGY CUBE”. Ukurannya benar-benar kecil. Satu cube beratnya hanya 2,75 gram, sehingga totalnya 275 gram.
Tiba saatnya unboxing. Milo Cube ini berupa bubuk coklat yang dipadatkan sehingga menyerupai permen hisap. Tapi sebenarnya tak bisa disebut permen karena meski dipadatkan, agregat bubuk Milo ini mudah hancur saat terjatuh.
Dalam benak dan angan saya ter…

Mengenal Lebih Dalam Anggrek Phalaenopsis amabilis, Bunga Nasional Indonesia

Phalaenopsis amabilis (L.) Blume adalah salah satu dari sekitar 36 jenis Anggrek anggota marga Phalaenopsis. Jenis anggrek ini sering dikenal dengan nama Anggrek Bulan. Padahal jika diperhatikan morfologi bunganya, Anggrek ini lebih mirip dengan kupu-kupu, sesuai dengan asal kata Phalaenopsis yakni “Phalaina”  yang berarti kumbang, kupu-kupu dan “Opsis” yang berarti bentuk. Oleh karena itu di beberapa negara Anggrek ini juga dikenal dengan nama Moth Orchid (Anggrek Kumbang).
Pembentukan genus Phalaenopsis dilakukan oleh ilmuwan dunia bernama Carl Blume pada tahun 1825  berdasarkan penemuan Phalaenopsis amabilis di Nusa Kambangan, Jawa Tengah. Sebelumnya Phalaenopsis amabilis pernah ditemukan terlebih dahulu oleh Rumphius pada 1750. Namun pada saat itu Rumphius mengidentifikasinya sebagai anggota marga Angraecum.
Phalaenopsis amabilis adalah anggrek epifit yang hidup menempel pada batang atau dahan tumbuhan berkayu. Batangnya sangat pendek dan tertutup oleh daun yang berbentuk jorong , t…