Langsung ke konten utama

Postingan

sesaat yang BERARTI

cinta itu sebuah proses waktu yang panjang dan sesaat bersamanya membuatku mengerti ringkasannya...

Mawar Memang Harus Berduri

jika kamu menghendaki mawar tanpa ingin durinya, kamu mungkin tidak akan pernah mendapatkannya | dan daripada bertanya bertanya bertanya mengapa berduri, syukurilah karena yang berduri itu ternyata bunga mawar |

Kenali Tipe Anggrek lalu Tanam dengan Hati

Anggrek sudah dikenal luas semenjak 200 tahun yang lalu. Bahkan jauh sebelum masehi anggrek telah dikenal oleh masyarakat Asia Timur seperti Jepang dan China sebagai tanaman obat. Di Indonesia Anggrek mulai dibudidayakan sejak 55 tahun lalu. Sepanjang itu pula, tidak hanya di Indonesia, melainkan hampir di seluruh dunia Anggrek dikenal sebagai tanaman hias karena memiliki bunga yang beraneka ragam bentuk, warna dan keindahannya dianggap belum tersaingi oleh bunga apapun. Sebagai tanaman hias Anggrek juga tidak mengenal trend dan selalu digemari apapun zamannya. Namun demikian banyak yang beranggapan menanam Anggrek adalah hal yang sulit hingga banyak orang yang akhirnya memilih menyerah merawat Anggrek di halaman rumahnya.  Apalagi untuk membungakannya juga tidak mudah. Anggapan ini tak sepenuhnya salah karena Anggrek memang memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya memerlukan perlakuan sedikit berbeda dari tanaman lainnya. Selain itu harus diakui faktor ta...

Kamu Anak Adam atau Kera ? (Perdamaian Agama dengan Ilmu Pengetahuan)

"Kamu anak Adam atau Kera ?" Bisa jadi pertanyaan di atas akan menjadi salah satu pertanyaan abadi yang oleh sebagian orang menjadi PR untuk dijawab sampai mati. Tapi juga menjadi pertanyaan apakah hal itu masih perlu dipertanyakan dan diperdebatkan ?. Sering kita terlalu cepat menilai suatu teori illmiah bertentangan dengan  agama. Sementara perkembangan ilmu telah banyak mengungkap kesesuaian antar isi kitab suci dengan fenomena yang ada di alam. Sungguh kurang adil dan kadang tidak pada tempatnya jika selalu mengadu kebenaran ilmu pengetahuan dengan agama. Keduanya mempunyai dasar yang berbeda. Mempertanyakan mana yang lebih benar dan ilmiah apakah ilmu pengetahuan ataukah agama akan sangat membuang waktu dan energi. Keduanya memiliki dasar dan metode pamahaman yang berbeda. Yang perlu disadari seberapapun besar usaha yang dilakukan oleh ilmu pengetahuan untuk mengungkap alam semesta, masih sangat kecil dibanding dengan apa yang ada dan sesungguhnya terjadi d...

selamat ulang tahun

Selamat pagi, Andai bisa bercerita pada apa saja, mungkin tak perlu ada tulisan tak berarti ini. Maaf jika suudzon, tapi ini pernah saya rasakan. Jika dulu caramu pergi karena menganggap laki-laki ini akan memberatkan hari-hari mu bersamanya, akan meminta beberapa hari untuk mengejar penjelasan, kamu keliru.  Laki-laki ini tahu diri di mana dia harus berdiri.  Tak ada alasan yang harus saya pelihara untuk sebuah penjelasan. Kita sudah sama-sama dewasa, sama-sama belajar tentang menghargai hati dan ketulusan, bukan ?. Jujur saja, cara mu dulu jauh lebih tidak mengenakkan.  Saya bisa memahami sebuah perasaan yang mendua, mentiga dan seterusnya, namun jika itu selalu saya jumpai dari seorang Dini, saya tak ingin cerita-cerita semacam ini yang berulang. Kamu pasti tahu. Dan kini semua bukan masalah lagi. Kita sudah sama-sama dewasa, bukan saatnya lagi bertanya alasan dan mempermasalahkan "mengapa ?". Jadi tak usah khawatir jika 5 atau 10 tahun lagi bertemu l...

Kompas dan Diary yang Terbuka

Pagi ini saya membuka email, sebuah kebiasaan yang hampir tiap hari saya lakukan, bukan sok penting atau banyak penggemar, tapi ini belajar dari pengalaman lalu. Dulu seringkali saya melewatkan beberapa email penting karena tidak rajin membuka inbox yahoo. Itu membuat kini saya hampir selalu memeriksa email saya tiap hai, biasanya setelah bangun tidur dan jelang tidur. Dan pagi ini ada beberapa email masuk, namun ada satu yang membuat saya langsung memilihnya untuk dibuka pertama kali. Isinya tentang tulisan saya yang terpilih untuk dimuat di harian Kompas. Kapan ?. hari ini juga !.  Kapan saya mengirim tulisan ke kompas ????. Seingat sadar saya tak pernah mengirim tulisan apapun ke harian Kompas atau koran apapun. Tapi setelah meneruskan membaca isi email saya pun bisa menebak kalau tulisan itu diambil dari arsip saya di kompasiana, tempat biasa saya menulis dan mempublikasikannya untuk dibaca banyak orang. Kompasiana adalah blog turunan dari web resmi Kompas (kompas.com...

c i n t a a b a d i

Andai bisa bercerita kepada langit yang biru Andai bisa berkata kepada awan yang indah Aku tahu hati ini memilihmu Tuk temaniku selamanya... (yovie widianto)

CANTIK (Membaca Surat Tuhan Lewat Anggrek di Bawah Merapi)

Alam adalah rumah dan guru yang sempurna bagi manusia. November 2009, setahun sebelum letusan itu terjadi kami berada di tempat ini selama 3 hari guna melakukan eksplorasi Anggrek. Dan kenangan itu masih ada. Bayangannya akhirnya membuat saya diam-diam menangis kecil. Kenangan bagaimana dulu kami tidur di tempat Mbah Hadi, rumah terdekat dengan Merapi yang berjarak 3,5 km dari puncaknya. Kenangan saat harus menahan dingin hingga tak bisa tidur semalam. Kenangan saat subuh harus turun ke Mushola dan menjalani sholat bersama Mbah Maridjan. Kini mbah Hadi dan mbah Maridjan telah tiada bersama wajah-wajah ramah lainnya. Bersama ribuan pepohonan dan Anggrek yang dulu selalu membuat kami berlari dan teriak ketika menemukannya. Anggrek-anggrek yang dulu entah berapa kali kami catat, kami gambar dan kami potret. Anggrek-anggrek yang selalu kami sombongkan di berbagai kegiatan di kampus hingga seminar nasional. Saat berkunjung kembali ke Kinahrejo beberapa saat lalu secara diam-di...

Sensasi Memotret Anggrek Di Alam

Jatuh cinta saat kali pertama melihatnya dan semenjak hari itu mencoba untuk mengenalinya lebih dalam. Itulah gambaran yang saya alami ketika akhirnya jatuh cinta kepada Anggrek Alam Indonesia. Alasannya sederhana, Indonesia memiliki lebih dari 4000 spesies Anggrek atau hampir seperlima jumlah spesies Anggrek dunia. Satu hal yang luar biasa. Namun sayang masyarakat Indonesia juga belum banyak mengenal Anggrek-anggrek negeri sendiri meski beberapa di antaranya lazim dijumpai di sekitar tempat tinggal kita. Para pemuda pun rasanya tak banyak yang melirik Anggrek Indonesia sebagai hal yang menarik untuk mereka akrabi. Eksplorasi Anggrek Alam adalah hal yang paling banyak mendatangkan pengalaman berkesan. Saya merasa beruntung bisa berkali-kali menyaksikan dan membuktikan sendiri betapa cantiknya Anggrek Indonesia. Menemukan kepuasan saat menjumpainya mekar di balik rimbunnya pepohonan hutan. Menemukan dan mengenali Anggrek di alam tidaklah sesederhana teori mengenai ciri...

Aku dan Sepotong Kue Putu

Satu yang tak berubah dan tak ingin saya ubah adalah saya seorang anak desa. Anak desa yang lalu hijrah belajar di kota besar. Anak desa yang semenjak itu selalu rindu untuk mengulang atau sekedar mengingat masa-masa kecilnya yang telah terlalui. Berjalan-jalan di sawah, sembunyi-sembunyi membuang makanan yang tak habis dimakan, ikut ibu ke pasar, berkelahi sepulang sekolah, kabur diam-diam dari rumah untuk bermain hingga menikmati jajanan masa kecil. Salah satunya adalah makanan tradisional yakni kue putu. Dulu saya sangat suka meminta jajan kue putu. Pasti banyak yang tahu seperti apa kue putu itu. Kue tradisional terbuat dari beras dengan isian gula merah yang dibuat dengan cara dipanaskan menggunakan uap panas, disajikan dengan parutan kelapa dan kadang ditaburi gula pasir. Dulu saya suka menanti pedagang kue putu lewat di depan rumah, biasanya sore hari sampai jelang senja. Ia datang dengan pikulan di pundak, pasti berat. Mendengar bunyi tiupan uap panasnya dari jauh saya ...

Selamat Malam

aku selalu menjagamu di dalam hati, kamu saja yang selalu pergi bermain lagi...

GAMADA-12 (Gadjah Mada Muda)

Gadjah Mada Muda (episode 1) rekaman semangat ini semoga jadi pemantik untuk langkah-langkah yang lebih bertenaga, nanti... sampai nanti...