Langsung ke konten utama

Postingan

Akses Prioritas yang Aneh di Merenda Kasih KAHITNA Solo

Pukul tujuh malam di Kota Solo, Jawa Tengah. Saya sudah berada di lantai dasar Grand Ballroom Alila yang menjadi lokasi pertunjukkan Merenda Kasih Super Show KAHITNA malam itu. Saya sampai di sana setelah menunggang Go-Jek dari lokasi hotel menginap di Jalan Slamet Riyadi. KAHITNA dan jamaah cintanya di Solo (dok. Hendra Wardhana). Saya sempat salah lokasi karena masuk terlebih dahulu ke Hotel Alila. Ternyata saya tak bisa menuju ballroom secara langsung dari tempat tersebut. Beruntung ada security yang ramah yang menunjukkan saya ke “jalan yang benar”. Saya harus memasuki lift untuk turun ke basement. Kemudian berjalan beberapa meter untuk naik ekskalator menuju ruang kedatangan atau loby ballroom. Dari ruang kedatangan ini masih harus naik satu lantai lagi menggunakan ekskalator untuk mencapai ruang utama ballroom.  Tapi penonton tak bisa langsung menuju ke atas karena harus antre dan melewati pemeriksaan keamanan. Selain itu, pintu ruangan konser baru akan dibuk...

KAHITNA dan Super Show yang Menggetarkan Solo

KAHITNA tampil dengan sepenuh cinta untuk para penggemarnya lewat Merenda Kasih Supershow di Solo, Jawa Tengah pada Jumat (14/4/2017) malam. Beraksi dengan formasi lengkap sembilan personelnya, KAHITNA membuat seisi ruangan konser bergetar selama kurang lebih 2 jam.   Aksi KAHITNA yang menolak tua di Merenda Kasih Super Show Solo (dok. Hendra Wardhana). Dengan tata cahaya yang berpendar manis dari sudut-sudut panggung, ditambah ilustrasi dari sembilan keping backdrop LED yang menjadi latar aksi, konser KAHITNA terasa sangat dinamis dan harmonis. Panggung, musik, lagu, audio, performa artis, hingga gairah penonton yang membuncah menjadikan Supershow KAHITNA malam itu sangat hidup. Supershow dibuka pukul 20.30 dengan alunan musikal dan instrumentasi potongan lagu-lagu KAHITNA. Grup band ini kemudian memulai aksinya dengan dua lagu lawas yang upbeat, yaitu Bagaimana dan Lajeungan. KAHITNA memang suka mengawali konsernya dengan lagu-lagu lama yang mengentak....

Meriang di Merenda Kasih Solo

Para makhluk pemilik hati di Supershow KAHITNA Merenda Kasih di Solo, Jumat (14/4/2017) malam (dok. hendra wardhana). Pernah menonton konser idola sambil nahan sakit batuk, demam, dan asam lambung yang rewel?. Jangan sampai deh.  Tapi apa boleh buat saya justru mengalami hal itu saat berada di Super Show KAHITNA di Solo. Semalam (14/4/2017) KAHITNA menggelar di konser Merenda Kasih jilid 2 di sebuah ballroom hotel di Solo. Sejak sore saya pun sudah tiba di Solo dan langsung merebahkan diri di sebuah kamar hotel di Jalan Slamet Riyadi.  Saya memang memilih berdiam di kamar untuk beristirahat agar badan prima saat konser nanti. Rencana jalan-jalan menyusuri beberapa tempat di Solo terpaksa saya urungkan. Sejak Selasa atau empat hari sebelum hari konser, badan ini tiba-tiba meriang. Mungkin karena pancaroba. Awalnya hanya gejala flu biasa dan saya berfikir akan segera berlalu setelah minum obat. Tapi, ekspektasi saya salah. Bukan hanya hidung yang mampet...

"Bersih Desa", Kearifan Lokal Yogyakarta untuk Kelestarian Alam

Lapangan sisi selatan Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta pada sore itu terlihat lebih ramai daripada hari-hari biasa. Awan mendung yang menggantung di langit tidak menghalangi ratusan orang untuk berkumpul. Warga tua-muda berdiri di sekeliling lapangan. Sebagian yang lain berjongkok dan duduk tanpa alas. Masyarakat pelaku adat Taruban Tuksono, Kabupaten Kulonprogo sedang melakukan prosesi pengambilan air sebagai bagian dari upacara adat Bersih Desa Luaran (dok. Hendra Wardhana). Saat itu Yogyakarta sedang menggelar Festival Bentara Upacara Adat dengan agenda “Bersih Desa”. Kegiatan tersebut bertujuan melestarikan tradisi dan mengangkat budaya Yogyakarta di tengah derasnya arus kehidupan modern. Berbagai upacara adat yang ditampilkan juga dimaksudkan untuk memperkaya wawasan masyarakat tentang kearifan lokal yang tumbuh di Yogyakarta. Salah satu upacara adat yang ditampilkan adalah "Bersih Desa Luaran" oleh masyarakat adat Taruban Tuksono dari Kabupaten Kulon...

Menjembatani Potensi Bonus Demografi dengan Harapan Pertumbuhan Ekonomi yang Tinggi

Presiden Joko Widodo baru saja menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 sebesar 5,4-6,1%. Seperti disebutkan dalam databoks , target ini merupakan wujud Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) yang disusun dengan optimisme, realistis, dan kredibel. Indonesia sedang memasuki era bonus demografi yang ditandai melimpahnya penduduk usia produktif (dok. Hendra Wardhana). Harapan ekonomi nasional tumbuh di atas 5% hingga menyentuh angka 6% barangkali memang tidak berlebihan jika melihat performa ekonomi Indonesia dalam satu dekade terakhir yang cukup baik. Statistik Indonesia terkait pertumbuhan ekonomi sepanjang periode 2006-2015 menurut databoks mencapai angka rata-rata 5,8% yang hanya kalah dari Tiongkok dan India.  Sementara itu menurut prediksi Lembaga audit dan konsultan ekonomi Pricewaterhouse Coopers (PWC) yang dirangkum oleh databoks , ekonomi Indonesia akan terus tumbuh dan melesat menduduki peringkat 5 dunia melampaui Rusia dan ...