Langsung ke konten utama

SLJJ 5 MENIT BERSAMA MANAJER KAHITNA

“Halo, ndra..” “Iya, ini siapa ?”.”Ini Firman”. “Hei iya, ada apa Am ?”. “Bukan, ini Firman, bla blab bla...”. Oh mas Firman, iya mas..”.

Itulah penggalan awal percakapan saya dengan salah satu manager grup band besar Indonesia KAHITNA, yang terjadi dua hari lalu.

Malam itu saya tengah berada di dapur ketika sebuah panggilan mendadak muncul menggetarkan handphone. Tak ada suara karena kedua handphone saya memang selalu silent 24 jam (handphone saya punya prinsip diam itu emas...#apa coba???). Dan melihat nomornya berkedip tanpa nama, saya tak lantas menjawab panggilan itu. Terlebih lagi panggilan masuk ke dalam handphone khusus keluarga dan teman dekat.

“Siapa ini ??”. Tanya saya dalam hati. Namun panggilan tak juga berhenti, handphone terus bergetar. Akhirnya saya menjawabnya. Suara seorang laki-laki langsung membuka percakapan dengan langsung menyebut nama saya. Saya pun merasa “mengenali” suaranya. Tapi ternyata saya SALAH !! (idih, salah saja PD..^^).

Ketika laki-laki itu menyebut namanya “FIRMAN”, yang sampai di telinga saya justru “ILHAM”. Entahlah, telinga saya yang error atau handphone saya yang galau (Apa bedanya ???). Maka dengan cepat saya membalasnya dengan sok akrab : “Hei iya, ada apa Am ??”. Sedetik itu pula si penelepon mengulangi lagi namanya, plus embel-embel lainnya..^^. Ups, ternyata saya salah dengar..(memalukan !).

Percakapan langsung berganti arah, “sesi perkenalan ulang” berlangsung singkat.

“Hendra lagi sibuk nggak ?”. “Kenapa mas ?. Sekarang ?. Nggak mas, lagi santai kok”. Mendengar jawaban saya itu pak manajer langsung bicara ini itu, bla bla bla bla bla...Dan saking  cepet bicaranya, saya hanya sempat menimpali dengan singkat “oh..”. “iya, mas”. Mungkin manager memang cepet ngomongnya ya ??.

“Begini ndra, saya sudah bla bla bla bla bla bla..... Mau nggak kalau Hendra bla bal bla bla...saya inginnya minggu ini bla bla bla bla..”.

Saya pun perlahan mulai mengerti maksudnya. Tapi ya itu tadi, saya hanya sempat berkomentar singkat “oh iya..”, “iya mas.”, “saya coba ya mas..”.

Memasuki menit ke empat tempo bicara mulai melambat. Saya jadi bisa bicara sedikit lebih panjang..^^. “Iya mas nanti saya buka bla bla bla bla.. atau mungkin mas punya bla...bla..bla..”. “ehm..saya malah inginnya dari kalian, mungkin bla bla bla..”. “Oh, begitu, nanti saya coba ya mas”. “Okay, makasih ya Ndra. Hendra pakai BB nggak ?”. “Nggak, saya nggak pakai BB. Mas mau belikan ? Terima kasih ya !!!” (Bagian ini hanya rekaan semata, bohong dan tidak terjadi dalam percapakan kami..^^).

“Okay, nanti kalau sudah telpon atau sms saya saja ya. Makasih ya Ndra, makasih supportnya”. “Iya mas, sama-sama”. “Okay ndra, bye..”

Telepon dimatikan. Percakapan berdurasi 5 menit 14 detik pun selesai. Dan saya melupakan satu hal. Lupa titip salam Idul Fitri sama KAHITNA..>.<. Aduuuhh, sudah beruntung secara istimewa ditelpon manager KAHITNA, malah lupa titip salam. Mau dikatakan apalagi....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacar yang Baik Bernama "Patjar Merah"

“Jokowi itu China, nama aslinya Wie Jo Koh. Dia juga kafir, waktu lahir nama Kristen-nya Herberthus”
Narasi tersebut barangkali masuk dalam jajaran hoaks paling keren abad ini. Dalam kitab besar “hoaks-mania", narasi itu mungkin dijumpai di kategori “paket hoaks premium” karena sasarannya tokoh besar dan terbukti memiliki dampak yang luas serta dahsyat. Banyak orang mempercayainya sampai ke dalam lubuk hati. Meski kemudian terbukti kebohongannya, tapi tetap diyakini: pokoknya Jokowi itu China kafir! Begitulah, hari demi hari kita semakin sering menjumpai aneka rupa orang dengan tampang yang mengesankan malasnya mereka membaca. Kepada dunia mereka konsisten memamerkan kebodohan.
Perlu digarisbawahi bahwa kebodohan diam-diam menular seperti virus yang bisa menjangkiti tubuh manusia. Abang ojek, penjual sayur, buruh pabrik, hingga orang-orang sebenarnya berilmu seperti mahasiswa, aktivis pemuda, guru, dokter, doktor, artis, bekas artis, dan ustad bisa dijangkiti kebodohan. Pendek kata …

Selamat Tinggal TCASH, Selamat Datang LinkAja!

Sebuah sms saya terima pada 30 Januari 2019. Pengirimnya Bank Mandiri. Isinya pemberitahuan tentang platform digital baru bernama LinkAja! dengan menyinggung “masa depan” Mandiri e-cash, dompet uang elektronik yang selama ini saya miliki.

“Pengguna ecash yth, Mulai 01Mar2019 saldo mandiri e-cash Anda akan dipindahkan ke LinkAja. Nantikan LinkAja di Playstore&Appstore mulai 21Feb2019”.
Pemberitahuan itu lumayan mengagetkan. Saya pun segera mencari tahu kepastiannya kepada @Mandiricare lewat twitter dan dikonfirmasi bahwa benar adanya Mandiri E-cash akan berubah menjadi LinkAja. Selanjutnya saldo E-cash akan dipindahkan ke LinkAja.
Beberapa hari kemudian giliran sms dari TCash saya terima. Isinya kurang lebih sama soal peluncuran LinkAja pada 21 Februari 2019 sebagai pengganti aplikasi TCash Wallet yang akan segera dimatikan. Sama seperti saldo Ecash, saldo TCash pun akan dikonversi menjadi saldo LinkAja.
Belakangan pada 20 Februari 2019 sms pemberitahuan datang lagi baik dari Bank Mand…

Wajah Pangeran Diponegoro Mirip Jokowi

Untuk kali pertama, Babad Diponegoro yang telah ditetapkan sebagai Warisan Ingatan Dunia oleh UNESCO “dialihwahanakan” dalam bentuk visual. Sebanyak 51 lukisan dibuat secara khusus dengan mengacu pada pupuh-pupuh yang termuat dalam naskah Babad Diponegoro. Pemilihan kisah yang diangkat melibatkan para akademisi dan sejarawan. Sementara para pelukisnya merupakan seniman pilihan yang juga melakukan riset dan mengumpulkan informasi.

Hasilnya tercipta visual-visual indah sekaligus mengejutkan yang secara naratif menceritakan riwayat hidup Pangeran Diponegoro sejak kelahirannya. Semua lukisan itu bisa disimak dalam Pameran Sastra Rupa “Gambar Babad Diponegoro” yang berlangsung di Jogja Gallery, 1-24 Februari 2019.
Di antara semua lukisan yang dipamerkan, ada lukisan yang memiliki daya pikat khusus sehingga segera menarik perhatian manakala pertama kali manatapnya. Lukisan itu berjudul “Abdulrohim Jokowibowo Namaku”. 
Sigit Santoso membuatnya dengan cat minyak di atas kanvas berukuran 115x185 …