Langsung ke konten utama

Ketika Media Berebut KAHITNA

Daya tarik dan nama besar KAHITNA di blantika musik dalam negeri rupanya begitu besar. Begitu besarnya hingga menjelang gelaran konser 25 Tahun nya yang bakal berlangsung 15 September nanti, sejumlah media antri untuk menjadi bagian dari sejarah KAHITNA itu.

Setelah provider seluler nomor satu Indonesia, Telkomsel membuat layanan premium berhadiah konser tiket KAHITNA, langkah yang hampir serupa diikuti oleh situs berita artis KapanLagi.com menggelar kuis berhadiah tiket yang sama. Sebuah Bank Swasta juga menjaring nasabah dan pengguna kartu kreditnya dengan fasilitas pembelian tiket konser 25 Tahun KAHITNA. Harap dicatat bahwa di pasaran tiketnya telah SOLD OUT, sementara masih banyak penggemar KAHITNA yang memburu tiket gelaran tersebut. Oleh karena itu program – program yang dilakukan sejumlah perusahaan di atas dengan menawarkan tiket konser KAHITNA menjadi kesempatan baik jika tidak boleh dikatakan sebagai ticket box terakhir bagi masyarakat yang hendak menyaksikan konser yang bakal digelar Jakarta Convention Center itu.

Nama besar KAHITNA tak cuma memikat sejumlah situs dan perusahaan besar. Sadar bahwa gelaran konser KAHITNA bisa menjadi konser artis dalam negeri yang paling istimewa, sejumlah stasiun TV pun sudah sejak jauh hari menampilkan KAHITNA. Dan yang menarik adalah munculnya TV One dan Metro TV sebagai dua stasiun TV yang paling gencar memberitakan mengenai KAHITNA.

Ada dua hal yang menarik mengenai apa yang dilakukan oleh TV One dan Metro TV tersebut. Pertama, keduanya selama ini lebih dikenal sebagai stasiun TV berita yang tidak memberikan porsi besar pada dunia entertainment bidang musik. Baik TV One maupun Metro TV bisa dikatakan hanya memberikan porsi tak lebih dari 20% untuk bidang musik. Itupun sudah termasuk musik dalam negeri dan manca. Namun kini kedua stasiun TV boleh dikatakan menjadi yang terdepan dalam hal “menyajikan” KAHITNA.

Kedua, apa yang dilakukan TV One dan Metro TV dengan mengangkat topik konser 25 tahun KAHITNA semakin mempertegas persaingan kedua stasiun TV tersebut. Seolah satu sama lain tak ingin dilangkahi atau tertinggal untuk satu tema panas yang sama. Keduanya pun silih berganti menghadirkan KAHITNA dalam berbagai kemasan.

Momentum 25 Tahun KAHITNA membuat Metro TV dan TV One kembali beradu. Dimulai dengan Metro TV yang beberapa bulan lalu menghadirkan KAHITNA dalam program talkshow Just Alvin. Tak mau kalah update, TV One pun menghadirkan KAHITNA secara langsung dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi, sehari setelah grup band itu meluncurkan buku kumpulan cerpen 25 Tahun KAHITNA. TV One terus bergerak. Beberapa hari berikutnya dalam bulan Ramadhan kemarin mereka memberikan kursi khusus kepada KAHITNA dalam program talkshow Satu Jam Lebih Dekat Bersama KAHITNA.

Metro TV seperti tak ingin tertinggal, mereka pun siap menayangkan kembali siaran Just Alvin edisi Lagu Cinta KAHITNA pada 11 September pukul 20.00 WIB. Langkah ini mungkin digunakan untuk mengimbangi program Satu Jam Lebih Dekat Bersama KAHITNA yang akan ditayangkan TV One pada 9 September pukul 22.00 WIB.

Hingga hari ini Metro TV sepertinya terus berusaha untuk menjadi yang terdepan dalam hal pemberitaan 25 Tahun KAHITNA. Siang ini stasiun TV itu baru saja menyelesaikan pengambilan gambar dan wawancara bersama soulmateKAHITNA, sebutan bagi penggemar KAHITNA.

Menarik dinanti apa yang akan dilakukan kembali oleh TV One untuk mengimbangi sepak terjang kompetitornya itu. Dan menarik juga untuk menyimak kejutan apa saja yang bakal dihadirkan oleh media di negeri ini menjelang Konser 25 Tahun KAHITNA, 15 September 2011 nanti. Pesona KAHITNA memang terlalu sukar untuk diabaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacar yang Baik Bernama "Patjar Merah"

“Jokowi itu China, nama aslinya Wie Jo Koh. Dia juga kafir, waktu lahir nama Kristen-nya Herberthus”
Narasi tersebut barangkali masuk dalam jajaran hoaks paling keren abad ini. Dalam kitab besar “hoaks-mania", narasi itu mungkin dijumpai di kategori “paket hoaks premium” karena sasarannya tokoh besar dan terbukti memiliki dampak yang luas serta dahsyat. Banyak orang mempercayainya sampai ke dalam lubuk hati. Meski kemudian terbukti kebohongannya, tapi tetap diyakini: pokoknya Jokowi itu China kafir! Begitulah, hari demi hari kita semakin sering menjumpai aneka rupa orang dengan tampang yang mengesankan malasnya mereka membaca. Kepada dunia mereka konsisten memamerkan kebodohan.
Perlu digarisbawahi bahwa kebodohan diam-diam menular seperti virus yang bisa menjangkiti tubuh manusia. Abang ojek, penjual sayur, buruh pabrik, hingga orang-orang sebenarnya berilmu seperti mahasiswa, aktivis pemuda, guru, dokter, doktor, artis, bekas artis, dan ustad bisa dijangkiti kebodohan. Pendek kata …

Selamat Tinggal TCASH, Selamat Datang LinkAja!

Sebuah sms saya terima pada 30 Januari 2019. Pengirimnya Bank Mandiri. Isinya pemberitahuan tentang platform digital baru bernama LinkAja! dengan menyinggung “masa depan” Mandiri e-cash, dompet uang elektronik yang selama ini saya miliki.

“Pengguna ecash yth, Mulai 01Mar2019 saldo mandiri e-cash Anda akan dipindahkan ke LinkAja. Nantikan LinkAja di Playstore&Appstore mulai 21Feb2019”.
Pemberitahuan itu lumayan mengagetkan. Saya pun segera mencari tahu kepastiannya kepada @Mandiricare lewat twitter dan dikonfirmasi bahwa benar adanya Mandiri E-cash akan berubah menjadi LinkAja. Selanjutnya saldo E-cash akan dipindahkan ke LinkAja.
Beberapa hari kemudian giliran sms dari TCash saya terima. Isinya kurang lebih sama soal peluncuran LinkAja pada 21 Februari 2019 sebagai pengganti aplikasi TCash Wallet yang akan segera dimatikan. Sama seperti saldo Ecash, saldo TCash pun akan dikonversi menjadi saldo LinkAja.
Belakangan pada 20 Februari 2019 sms pemberitahuan datang lagi baik dari Bank Mand…

Wajah Pangeran Diponegoro Mirip Jokowi

Untuk kali pertama, Babad Diponegoro yang telah ditetapkan sebagai Warisan Ingatan Dunia oleh UNESCO “dialihwahanakan” dalam bentuk visual. Sebanyak 51 lukisan dibuat secara khusus dengan mengacu pada pupuh-pupuh yang termuat dalam naskah Babad Diponegoro. Pemilihan kisah yang diangkat melibatkan para akademisi dan sejarawan. Sementara para pelukisnya merupakan seniman pilihan yang juga melakukan riset dan mengumpulkan informasi.

Hasilnya tercipta visual-visual indah sekaligus mengejutkan yang secara naratif menceritakan riwayat hidup Pangeran Diponegoro sejak kelahirannya. Semua lukisan itu bisa disimak dalam Pameran Sastra Rupa “Gambar Babad Diponegoro” yang berlangsung di Jogja Gallery, 1-24 Februari 2019.
Di antara semua lukisan yang dipamerkan, ada lukisan yang memiliki daya pikat khusus sehingga segera menarik perhatian manakala pertama kali manatapnya. Lukisan itu berjudul “Abdulrohim Jokowibowo Namaku”. 
Sigit Santoso membuatnya dengan cat minyak di atas kanvas berukuran 115x185 …