Ada seorang tua renta yang belasan tahun memilih hidup menderita demi bisa menabung untuk menyumbang sebuah yayasan. Ada juga sebuah keluarga yang serba kekurangan tapi selalu meminjamkan uangnya kepada semua orang termasuk kepada orang kaya dan tak keberatan jika uang itu tak kembali. Lalu ada buruh miskin yang setelah mengadopsi anak yatim kemudian menjadi pengusaha kaya pemilik perusahaan nasional, sayang tidak disebutkan nama perusahaannya. Ada juga kisah tentang guru melarat yang bersedekah kepada pengemis lalu mendapat gantinya ketika menemukan banyak uang di jalan dan beberapa tahun kemudian ekonominya mapan lalu membangun pondok pesantren, sayang lagi-lagi tak dijelaskan rinci nama sang guru dan pondok pesantrennya. Dari puluhan kisah yang mengisi buku ini, hampir seluruhnya mengambil latar kedermawanan seseorang seperti demikian. Untuk sementara saya percaya kisah-kisah itu benar-benar ada. Pertanyaan terbesar saya yang boleh dianggap sebagai protes ter...
di sini dan di ujung jalan itu