Langsung ke konten utama

Embung Nglanggeran: Keajaiban Kecil di Puncak Bukit, di Bawah Langit


Salah jika menebak pemandangan cantik di atas adalah milik sebuah pantai. Pemandangan itu bahkan berada jauh dari pantai. Sebaliknya hamparan air beratapkan langit berawan tersebut berada di sebuah puncak bukit pada ketinggian hampir 700 meter di atas permukaan laut.

Embung Nglanggeran, itulah nama dari sebuah tempat di Gunung Kidul yang menawarkan pemandangan-pemandangan indah itu. Embung atau telaga buatan ini mengkonservasi air dari berbagai sumber seperti mata air dan air hujan dengan menampungnya di atas perbukitan Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul. 

Seberapa cantik tempat ini?.  Tempat ini lebih dari sekedar cantik. Setelah menaiki anak tangga yang cukup tinggi, embung ini akan menyajikan “dua lukisan” yang sangat kontras. Di satu sisi Embung Nglanggeran memiliki tembok berupa barisan bongkah batu berukuran raksasa yang menjadi bagian dari Gunung Api Purba Nglanggeran. Sementara di sisi lainnya tempat ini bagaikan berada langsung di bawah atap langit. Awan-awan  menggantung di langit yang menaungi dataran hijau yang tak terlalu lebat membuat Embung Nglanggeran menyajikan pemandangan yang tak biasa untuk sebuah puncak bukit yang kering. 







Bagaikan cawan air raksasa, embung yang berukuran sekitar 70x60 meter ini menjadi keajaiban kecil dari sebuah bukit berbatu yang awalnya dianggap mati menjadi sebuah tempat yang menyenangkan hati.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gamelan Pusaka Kraton Yogyakarta

Mengenal Lebih Dalam Anggrek Phalaenopsis amabilis, Bunga Nasional Indonesia

Phalaenopsis amabilis (L.) Blume adalah salah satu dari sekitar 36 jenis Anggrek anggota marga Phalaenopsis. Jenis anggrek ini sering dikenal dengan nama Anggrek Bulan. Padahal jika diperhatikan morfologi bunganya, Anggrek ini lebih mirip dengan kupu-kupu, sesuai dengan asal kata Phalaenopsis yakni “Phalaina”  yang berarti kumbang, kupu-kupu dan “Opsis” yang berarti bentuk. Oleh karena itu di beberapa negara Anggrek ini juga dikenal dengan nama Moth Orchid (Anggrek Kumbang).
Pembentukan genus Phalaenopsis dilakukan oleh ilmuwan dunia bernama Carl Blume pada tahun 1825  berdasarkan penemuan Phalaenopsis amabilis di Nusa Kambangan, Jawa Tengah. Sebelumnya Phalaenopsis amabilis pernah ditemukan terlebih dahulu oleh Rumphius pada 1750. Namun pada saat itu Rumphius mengidentifikasinya sebagai anggota marga Angraecum.
Phalaenopsis amabilis adalah anggrek epifit yang hidup menempel pada batang atau dahan tumbuhan berkayu. Batangnya sangat pendek dan tertutup oleh daun yang berbentuk jorong , t…

Kenali Tipe Anggrek lalu Tanam dengan Hati

Anggrek sudah dikenal luas semenjak 200 tahun yang lalu. Bahkan jauh sebelum masehi anggrek telah dikenal oleh masyarakat Asia Timur seperti Jepang dan China sebagai tanaman obat.
Di Indonesia Anggrek mulai dibudidayakan sejak 55 tahun lalu. Sepanjang itu pula, tidak hanya di Indonesia, melainkan hampir di seluruh dunia Anggrek dikenal sebagai tanaman hias karena memiliki bunga yang beraneka ragam bentuk, warna dan keindahannya dianggap belum tersaingi oleh bunga apapun. Sebagai tanaman hias Anggrek juga tidak mengenal trend dan selalu digemari apapun zamannya.
Namun demikian banyak yang beranggapan menanam Anggrek adalah hal yang sulit hingga banyak orang yang akhirnya memilih menyerah merawat Anggrek di halaman rumahnya.  Apalagi untuk membungakannya juga tidak mudah. Anggapan ini tak sepenuhnya salah karena Anggrek memang memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya memerlukan perlakuan sedikit berbeda dari tanaman lainnya. Selain itu harus diakui faktor tangan dingin seseorang ik…