Langsung ke konten utama

Postingan

5 Pilihan Profesi untuk Ferdy Sambo Setelah Dipecat dari Polri

Tak ada lagi jenderal polisi bernama Ferdy Sambo. Tersisa seorang tersangka dan otak pembunuhan berencana yang merenggut nyawa seorang polisi. Itu setelah sidang Komisi Kode Etik dan Profesi Polri pada Senin (19/9/2022) menolak banding yang bersangkutan. Ia pun resmi diberhentikan tidak dengan hormat sebagai anggota polri. Rozikin, penjual durian yang wajahnya mirip Ferdy Sambo (foto: Mochamad Saifudin/detik.com). Menurut Humas Polri, proses dan pemberkasan administrasi pemecatannya akan selesai dalam 3 hingga 5 hari. Dengan kata lain, mulai pekan depan Ferdy Sambo bukan lagi seorang polisi. Ia akan sama dengan bapak-bapak warga sipil pada umumnya. Bedanya ia harus memulai status barunya dari dalam kurungan. Walau demikian, sebagian keistimewaan diyakini akan tetap dimiliki oleh Pak Ferdy Sambo. Ada banyak upaya yang memungkinkannya lolos dari jerat hukuman terberat. Bagaimana pun, dua bintang yang pernah ada di pundaknya punya kekuatan dan pengaruh yang bertahan lama. Ia memang dipeca...

Minions, Tentang Seorang Anak yang Ingin Terus Merawat Cintanya pada Sang Ibu

Beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan banyak orang film Minions terbaru, The Rise of Gru. Terutama karena para makhluk kuning nan menggemaskan itu kembali memunculkan beberapa kosakata bahasa Indonesia dalam dialognya. Di antaranya “nasi goreng”, “kecap manis”, dan “terima kasih”. Minions (youtube illumination). Banyak yang menyambut dengan senang dan bangga karena “identitas” Indonesia muncul dalam salah satu animasi terpopuler di dunia. Ada juga yang menganggap biasa saja karena ini bukan kali pertama. Toh, beberapa tahun belakangan sejumlah aktor dan aktris asal Indonesia telah “go internasional” membintangi film-film buatan “barat”. Namun, muncul pula pandangan sinis tentang Minions. Sejumlah netizen beranggapan bahwa kosakata Indonesia hanya “gimmick” untuk menarik penonton dari Asia, terutama Indonesia. Minions yang berbahasa Indonesia dianggap sebagai materi “pansos” demi kepentingan komersil. Saya agak terusik dan tertarik untuk menanggapi. Sebagai penggemar dan pembaca kar...

Ketika Ronaldinho Bermain "Trofeo Dagelan" di Indonesia

"Sebagai tuan rumah Piala Dunia U20, ada peluang besar untuk menjadikan Trofeo Ronaldinho sebagai pembawa pesan kepada dunia tentang daya tarik sepakbola di Indonesia. Sayangnya, itu tak terjadi" Ronaldinho di Indonesia, tidak main bola, hanya diajak foto saja (dok. pribadi). Merumput di Kanjuruhan Malang pada Minggu (26/6/2022) malam, Ronaldinho tentu berharap merasakan pengalaman bermain sepakbola yang gembira seperti yang ia dapatkan sepekan sebelumnya di Florida, Amerika Serikat. Saat itu ia bermain bersama para koleganya mantan bintang sepakbola serta sejumlah pemain aktif lain. Tim yang dipimpinnya melawan tim Roberto Carlos. Dari rekaman-rekaman yang beredar di internet terlihat Dinho sangat menikmati laga tersebut. Ia dan para kolega saling melayani. Bergantian mengumpan dan memberikan bola satu sama lain dalam lari-lari kecil. Saling menjebol gawang hingga lebih dari 20 gol tercipta. Ronaldinho menebar senyum selama pertandingan. Ia pun berjoget saat berhasil menceta...

5 Prestasi Cemerlang Pak Iwan Bule, dari PSSI untuk Sepakbola Dunia

Indonesia menang atas Kuwait dalam kualifikasi Piala Asia 2023 pada Rabu (8/6/2022). Euforia segera melingkupi suporter bola tanah air. Topik seputar pertandingan yang berakhir 2-1 tersebut mendominasi  perbincangan di media sosial. Kemenangan timnas berkat kerja keras Ketum PSSI, Pak Iwan Bule (foto: twitter Regista). Walau belum menjamin kelolosan Indonesia, euforia itu bisa dipahami. Sebab sudah sangat lama tim garuda tak bisa meraih kemenangan dari negara kuat di Asia. Seolah alergi, Indonesia lebih sering menderita kekalahan telak manakala bertemu timnas dari jazirah Arab. Bahkan, garuda sering sial pula dalam pertandingan yang dipimpin oleh para pengadil dari kawasan Arab. Oleh karena itu, pujian dari suporter Indonesia mengalir deras untuk para pemain timnas usai pertandingan. Apalagi kemenangan yang diraih hadir melalui skenario “ epic comeback ” cepat pada akhir babak pertama dan awal babak kedua. Pendukung Indonesia juga memuji Shin Tae-yong yang kembali memperlihatkan ke...

Masker Dilonggarkan Bukan Berarti Kita Boleh "Ugal-ugalan"

 “Kemampuan virus untuk beradaptasi dan mengelabui sistem imun manusia cenderung lebih unggul dibanding kemampuan manusia untuk beradaptasi dengan ancaman virus” dok.pribadi. Indonesia kembali memperbarui ketentuan penerapan protokol kesehatan seiring melunaknya pandemi Covid-19. Terbaru, Presiden Jokowi pada Selasa (17/5/2022) mengumumkan bahwa penggunaan masker di area terbuka atau luar ruangan sifatnya hanya opsional. Artinya masyarakat boleh tidak menggunakan masker di ruang-ruang terbuka. Ini kabar yang melegakan. Sebab pelonggaran mengindikasikan bahwa ancaman virus Covid-19 semakin dapat diredam dan dikendalikan. Walau demikian, pelonggaran penggunaan masker di area terbuka seperti yang diumumkan oleh presiden sebenarnya bukan hal yang luar biasa. Sebab jauh sebelumnya kewajiban penggunaan masker sudah banyak dilanggar. Tanpa pengumuman pelonggaran kewajiban masker, sejak lama banyak orang sudah abai untuk menggunakannya. Terutama semenjak gelombang Omicron melandai. Bahkan,...

Jangan Hina Rara, Jangan Hina Pawang Hujan!

Rara Istiati Wulandari mungkin akan bangun tidur lebih siang hari ini. Sebab semalam besar kemungkinan ia kurang nyenyak akibat dibanjiri pesan dan telpon yang masuk ke handphonenya. Isinya ucapan selamat dan haturan terima kasih bercampur pujian. Kemungkinan ia pun segera mendapat banyak undangan untuk hadir di banyak acara TV dan podcast Dedy Corbuzier. Rara, mengutak-atik cuaca untuk menaklukan Mandalika (foto @motoGP). Wajar Rara mendapatkannya. Sebab ia baru saja ambil bagian dalam event kelas dunia yang mempertaruhkan banyak hal tentang Indonesia. Kemarin nama dan wajahnya disiarkan ke seluruh penjuru dunia. Balapan MotoGP Mandalika menjadi panggung baginya. Rara memang tidak naik ke podium dan mengangkat piala karena memang bukan haknya. Namun, diakui atau tidak, Rara juga telah menaklukan Mandalika. Siapa sangka kamera akan menyorot dari dekat aksinya saat melintas di depan garasi tim-tim MotoGP. Sambil memukul-mukul cawan berwarna emas ia melontarkan seruan saat hujan sedang t...

Sewa iPhone untuk Gaya, Jaminannya KTP dan Ijazah

Beberapa waktu lalu saya dibuat heran dengan halaman explore instagram saya yang tiba-tiba menampilkan secara berulang iklan penawaran sewa iPhone. Padahal saya bukan pengguna iPhone. Bukan seorang maniak ponsel, tidak mengikuti akun seputar gadget, dan bukan pembaca rutin konten teknologi. iPhone (engadget.com). Kemungkinan ada beberapa teman saya di instagram yang memiliki ketertarikan pada iPhone sehingga algoritma media sosial ini membawa saya ke konten serupa. Mungkin juga karena akhir-akhir ini saya mencari informasi tentang baterai macbook. Saya memang hendak mengganti baterai macbook yang sudah menurun performanya. Histori itulah yang kemungkinan besar membawa konten-konten tentang perangkat Apple seperti iphone dan sewa iPhone ke halaman explore instagram saya. Sebuah ketidaksengajaan yang akhirnya mengundang rasa penasaran. Mulai dari Rp20.000 Di instagram saya menemukan beberapa akun toko penjual dan tempat servis smartphone yang melayani sewa iPhone. Foto beberapa pelanggan...

#PercumaLaporPolisi Pertanda Indonesia Butuh "Polisi Swasta"?

Seruan #PercumaLaporPolisi masih terus terdengar hingga sekarang. Di media sosial memang sudah berkurang intensitasnya. Namun, di berbagai tempat dan kesempatan polisi menjadi salah satu topik yang sering muncul dalam aktivitas “ghibah” masyarakat sehari-hari. Beda pendapat Polisi dan BNN (kompas.com). Terbaru, publik dibuat heran dengan sikap kepolisian yang seolah-olah bertindak sebagai “juru bicara” Bupati Langkat non aktif Terbit Peranginangin yang belum lama ini ditangkap KPK. Lewat konferensi pers panjang lebar kepolisian menjelaskan penemuan kerangkeng manusia di rumah sang bupati. Seolah sudah melakukan penyelidikan dan pemeriksaanmendalam, polisi “mengklarifikasi” bahwa kerangkeng mirip penjara tersebut merupakan fasilitas pembinaan atau rehabilitasi bagi pecandu narkoba dan remaja nakal. Alih-alih menyebut orang-orang yang dikerangkeng sebagai “korban”, polisi memperhalusnya dengan istilah sebagai “warga binaan”. Pernyataan polisi dan pilihan-pilihan diksinya cukup meresahka...

Kalau Mesut Ozil Hijrah ke Indonesia Semua Umpannya Akan Dianggap Offside

Membaca rumor akan bergabungnya Mezut Ozil ke Rans Cilegon saya seperti mendengar candaan sehari-hari di grup tongkrongan. Tak pernah merupakan sebuah kebenaran yang serius. Hanya candaan untuk selingan obrolan utama, tapi tetap dinikmati. Mesut Ozil (foto: IG @m10_official). Memang rumor tentang itu sudah diberitakan di beberapa media, termasuk oleh media asing dan heboh di media sosial. Namun, agaknya Mezut Ozil masih cukup waras untuk merawat karirnya. Kecuali kalau ia ternyata diam-diam sedang diambang kebangkrutan atau terjerat pinjaman online yang membuatnya kesulitan membayar sehingga tawaran uang dari Raffi Ahmad bisa jadi penyelamat baginya. Terbuang dari Liga Inggris setelah melalui masa-masa sulit di Arsenal dan “hanya” bermain di Liga Turki, bukan berarti Ozil telah menjadi pesepakbola dengan ambisi yang “seadanya”. Kualitasnya masih cukup mumpuni untuk bersaing di Eropa. Namanya masih harum sebagai salah satu gelandang kreatif dari Jerman. Oleh karenanya butuh seribu alasa...

Manusia-manusia Kuat, Itu Rachel Vennya

  Selebgram Rachel Vennya (dok.pribadi). Mari bayangkan di sebuah kelas. Guru bertanya kepara para muridnya. “Anak-anak, siapa yang ingin mejadi pilot?”. Tak ada yang menjawab. Tiada pula yang angkat tangan. Beberapa murid hanya saling menoleh. Tentu mereka tahu siapa dan seperti apa pilot itu. Penerbang pesawat yang mampu menembus awan dan melintasi benua. Namun, sekarang agaknya pilot semakin kurang populer dan kalah keren. Kalau urusan menantang, ada profesi lain yang lebih menantang. “Siapa yang mau jadi dokter?” , sang guru mengganti pertanyaan. Kali ini banyak murid yang saling menoleh. Pertanda antusias. Namun, sang guru kembali melihat hal yang sama. Tak ada yang angkat tangan. Tidak ada satu pun muridnya yang menjawab. Bahkan, si juara kelas pun bungkam. Apakah mereka tidak tahu kehebatan dokter? Tentu saja paham. Salah satu pekerjaan paling mulia karena menjadi kepanjangan Tuhan dalam menyembuhkan orang sakit dan menyelamatkan nyawa. Namun, semenjak pandemi Covid-19 profe...

Saat Indonesia Memaksa "Roda" China Berputar, Hasilnya Juara Piala Thomas!

“Hidup seperti roda, ada masa di atas, ada pula kalanya di bawah”. Begitulah sebuah pepatah bijak mengatakan. Maknanya ialah bahwa periode kehidupan mencakup siklus keberhasilan dan kegagalan, keberuntungan dan kesialan, kesenangan dan kepedihan, kemudahan dan kesulitan, dan seterusnya. Tak mungkin manusia merasakan kesenangan terus menerus. Ada kalanya seseorang merasa sedih. Tidak akan manusia selalu berhasil dalam pencapaiannya. Ada kalanya ia menjumpai kegagalan. Indonesia merebut Piala Thomas di Aarhus, Denmark pada 17 Oktober 2021 (foto: PBSI). Pepatah tersebut juga berlaku di dunia olahraga, termasuk bulutangkis. Ada masanya timnas dan atlet bulutangkis suatu negara berada dalam periode emas. Pada masa kejayaannya banyak prestasi, gelar, dan kejuaraan penting diraih. Pebulutangkis yang sedang dalam masa emas dan performa terbaiknya bisa tak terkalahkan untuk periode yang lama atau menduduki peringkat atas selama bertahun-tahun. Begitu mudah gelar juara direngkuh. Keberuntungan s...

Di Balik Lucunya Srimulat: Punya Koneksi Intelijen dan Berani Melawan PKI

Saya menyukai Srimulat sejak kecil. Layar kaca TV menjadi medium saya menyaksikan grup ini. Oleh karena itu, generasi Srimulat yang saya tahu merupakan generasi ketika Srimulat sudah memasuki industri TV. Srimulat era industri TV (foto repro/dok.pribadi). Keluarga besar kami yang banyak berasal dari Klaten dan Jawa Timur membuat saya terpengaruh dan akhirnya menyukai Srimulat. Apalagi saat mudik dan berkumpul di Klaten, tontonan Srimulat menjadi suguhan wajib di rumah kakek. Waktu itu Srimulat tayang berulang kali sepanjang hari selama libur lebaran. Nonton bersama menjadi salah satu kegiatan utama kami ketika berkumpul. Barangkali karena pendiri Srimulat, yakni Raden Ayu Srimulat lahir di Klaten sehingga keluarga kami menyenangi grup lawak ini. Semacam ada ikatan batin atau kebanggaan sebagai sesama orang berdarah Klaten.  *** Pada masa jayanya anggota Srimulat mencapai 100 orang. Bahkan, sepanjang  sejarahnya dari awal berdiri sebagai kelompok kesenian hingga menjadi grup la...