Langsung ke konten utama

Postingan

Masjid Sekayu, Tertua di Jawa Tengah, Tetangga Rumah Nh. Dini

Dari Nh. Dini saya tahu keberadaan masjid ini. Melalui cerita-cerita kenangan yang ia tulis: “Sebuah Lorong di Kotaku”, “Padang Ilalang di Belakang Rumah”, “Langit dan Bumi Sahabat Kami”, dan “Sekayu”. Dalam cerita-cerita tersebut berulang kali Nh. Dini menyinggung masjid sebagai patokan tempat tinggalnya. Ia menyebut lingkungan rumah sebagai “kampung selatan masjid”. Sedangkan rumahnya ditandai sebagai “rumah di selatan masjid”. Isyarat bahwa masjid ini melekat kuat di ingatan dan hati Nh. Dini sebagai salah satu tempat yang istimewa. Masjid Sekayu (dok.pribadi). Dalam “Langit dan Bumi Sahabat Kami”, Nh. Dini bercerita bahwa saat kecil ia mengagumi lantunan azan dari masjid tersebut. Seruan indahnya terdengar hingga ke rumah Nh. Dini yang jaraknya sekitar 100 m dari masjid. Namun, ia tak tahu muazin di balik suara merdu itu. Suatu hari seorang tetangga tiba-tiba datang ke rumah mencari kakak Nh. Dini yang bernama Teguh. Rupanya Teguh belum hadir di masjid sehingga azan terlambat dikum...

Bertamu ke Rumah Nh. Dini, Menyimak Kisah Kenangan Tentangnya

"Keinginan menginjakkan kaki di rumah masa kecil Nh. Dini telah tercapai. Namun, duduk di teras rumah itu dan diterima oleh seorang anggota keluarganya merupakan keberuntungan yang tak saya duga. Pengalaman yang mengatasi sebagian ketidaktahuan saya tentang Nh. Dini". Rumah Nh. Dini di Sekayu, Kota Semarang (dok.pribadi).  Menurut salah seorang warga Sekayu, sebelum kedatangan saya pada Minggu pagi (19/2/2023) itu ada sekelompok mahasiswa yang hendak bertamu ke rumah Nh. Dini. Namun, mereka urung mencapai halaman dan rumah sang sastrawati. Kemungkinan karena tak memberi kabar rencana kedatangannya terlebih dahulu. Saya pun sebenarnya datang tanpa diundang, apalagi memberi kabar. Ibarat orang asing yang tiba-tiba muncul di depan pagar rumah seseorang, lalu terpaku agak lama mencari tahu cara agar bisa melihat rumah itu lebih dekat. Berdiri dengan keraguan akankah saya diterima bertamu? Terdiam dalam bimbang bolehkah membuka sendiri pintu pagar dan melangkah ke halamannya? Namu...

Lorong-lorong yang Mengantar Saya ke Rumah Nh. Dini

 “Petunjuk dari bapak penjual wedang tahu di Jalan Depok menuntun saya memasuki lorong-lorong sempit di Kembang Paes. Dimulai dari tempat itu, langkah kaki menuju rumah masa kecil Nh. Dini dilalui dari lorong ke lorong” Lorong Jalan Sekayu di muka rumah Nh. Dini (dok.pribadi). Semarang teduh dan tenang pada Minggu (19/2/2023) pagi. Dari lantai 3 penginapan, Jalan Depok seperti masih enggan menggeliat. Belum banyak kendaraan lalu lalang. Pertokoan dan bangunan di sepanjang jalan banyak yang masih menutup pintu. Padahal ini salah satu jalan besar di tengah Kota Semarang. Barangkali karena waktu baru menunjukkan pukul enam lewat. Setengah jam kemudian dari ruangan resepsionis, sebelum mengembalikan kunci kamar, saya sempatkan melongok lagi ke arah Jalan Depok. Kali ini situasi sedikit lebih ramai. Beberapa orang berpakaian rapi melintas, menyeberang, lalu mengarah ke terusan yang sama. Semuanya berjalan kaki. Saya menduga mereka hendak pergi ke gereja untuk beribadah Minggu. Menginap ...

Semangkuk Soto Gerabah di Belakang Rumah Nh. Dini

Padang Ilalang itu membatasi halaman belakang rumah dengan sungai. Di sana saat ilalang dibabat, Nh. Dini untuk pertama kali melihat rupa orang Jepang yang datang sebagai penjajah. Lewat belakang rumah pula, Nh. Dini bersama ibu dan para kakaknya berjalan membelah malam, menyeberang jembatan menuju kampung Batan untuk mengungsi saat pertempuran meletus di dekat Sekayu. Lain hari ketika hujan deras mengguyur tanpa henti, sungai meluap menggenangi padang ilalang.  Sebuah kolam dadakan pun muncul di belakang rumah. Ikan-ikan dari sungai terjebak di sana. Dengan gembira, Dini kecil bersama kakak-kakaknya dan sang ayah memanennya sebagai lauk. *** Soto gerabah di belakang rumah Nh. Dini (dok.pribadi). Kini padang ilalang tak dijumpai lagi. Namun, rumah Nh. Dini masih berdiri di kampung Sekayu yang telah semakin padat. Terhimpit oleh pertumbuhan kota Semarang serta rumah-rumah yang berjejalan di kanan kiri lorong jalan sempit. Padang ilalang di belakang rumah Nh. Dini telah berubah. Diga...

Pakai Batik Keren, Bukti Ferdy Sambo Sangat Cinta Tanah Air

Kamu adalah apa yang kamu pakai.   Sudah lama kita mengenal pepatah bijak di atas. Terutama untuk menerangkan bahwa busana atau pakaian yang dikenakan seseorang mencerminkan pemakainya. Ferdy Sambo dengan batiknya yang keren di pengadilan (foto: liputan6.com). Walau ada pula pepatah yang menyarankan agar kita tidak menilai seseorang dari sampulnya, tapi pakaian seringkali secara akurat menjelaskan karakter, prinsip, atau kepribadian seseorang. Kita juga sering sengaja memilih pakaian tertentu sebagai pembawa pesan tentang nilai dan pemikiran yang ingin kita sampaikan. Misal, mengenakan pakaian serba hitam atau gelap ke acara pemakaman menandakan kita sedang merasakan kesedihan. Menggunakan baju penuh warna ke acara reuni mengandung makna bahwa kita sedang bahagia. Begitu pula orang yang setiap hari suka mengenakan pakaian kasual kemungkinan besar merepresentasikan karakter pemakainya yang santai dan luwes. Selain itu, pakaian atau busana tertentu juga sering dipilih karena pemakain...

Sepak Bola Mati di Indonesia

Hitam, pekat, dan berdarah. Suasana kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 (foto: kompas.com/Suci Rahayu). Wajah-wajah beringas menyerbu lapangan. Jiwa-jiwa yang dikuasai amarah memburu pelampiasan. Tak terima tim yang didukung mengalami kekalahan. Polisi-polisi mencoba menahan kekacauan. Gas air mata dikeluarkan. Berharap yang beringas bisa dikendalikan. Namun, stadion yang kurang memenuhi standar keselamatan akhirnya berubah menjadi gelanggang menakutkan. Nyawa berjatuhan dari sebuah pertandingan di liga yang tak seberapa kualitasnya. Kanjurahan, 1 Oktober 2022. Dunia mencatat nama Indonesia ke daftar pencetak tragedi berdarah paling kelam dan memilukan sejak olahraga ini dimainkan umat manusia manusia.  Jumlah korbannya terbesar kedua dalam sejarah tragis sepak bola dunia. Sebanyak 182 orang tewas usai kerusuhan suporter pada akhir derby Arema melawan Persebaya. Di antara korban termasuk anak-anak dan aparat polisi. Entah bagaimana menulis dan menceritakan semua ini...

5 Pilihan Profesi untuk Ferdy Sambo Setelah Dipecat dari Polri

Tak ada lagi jenderal polisi bernama Ferdy Sambo. Tersisa seorang tersangka dan otak pembunuhan berencana yang merenggut nyawa seorang polisi. Itu setelah sidang Komisi Kode Etik dan Profesi Polri pada Senin (19/9/2022) menolak banding yang bersangkutan. Ia pun resmi diberhentikan tidak dengan hormat sebagai anggota polri. Rozikin, penjual durian yang wajahnya mirip Ferdy Sambo (foto: Mochamad Saifudin/detik.com). Menurut Humas Polri, proses dan pemberkasan administrasi pemecatannya akan selesai dalam 3 hingga 5 hari. Dengan kata lain, mulai pekan depan Ferdy Sambo bukan lagi seorang polisi. Ia akan sama dengan bapak-bapak warga sipil pada umumnya. Bedanya ia harus memulai status barunya dari dalam kurungan. Walau demikian, sebagian keistimewaan diyakini akan tetap dimiliki oleh Pak Ferdy Sambo. Ada banyak upaya yang memungkinkannya lolos dari jerat hukuman terberat. Bagaimana pun, dua bintang yang pernah ada di pundaknya punya kekuatan dan pengaruh yang bertahan lama. Ia memang dipeca...

Minions, Tentang Seorang Anak yang Ingin Terus Merawat Cintanya pada Sang Ibu

Beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan banyak orang film Minions terbaru, The Rise of Gru. Terutama karena para makhluk kuning nan menggemaskan itu kembali memunculkan beberapa kosakata bahasa Indonesia dalam dialognya. Di antaranya “nasi goreng”, “kecap manis”, dan “terima kasih”. Minions (youtube illumination). Banyak yang menyambut dengan senang dan bangga karena “identitas” Indonesia muncul dalam salah satu animasi terpopuler di dunia. Ada juga yang menganggap biasa saja karena ini bukan kali pertama. Toh, beberapa tahun belakangan sejumlah aktor dan aktris asal Indonesia telah “go internasional” membintangi film-film buatan “barat”. Namun, muncul pula pandangan sinis tentang Minions. Sejumlah netizen beranggapan bahwa kosakata Indonesia hanya “gimmick” untuk menarik penonton dari Asia, terutama Indonesia. Minions yang berbahasa Indonesia dianggap sebagai materi “pansos” demi kepentingan komersil. Saya agak terusik dan tertarik untuk menanggapi. Sebagai penggemar dan pembaca kar...

Ketika Ronaldinho Bermain "Trofeo Dagelan" di Indonesia

"Sebagai tuan rumah Piala Dunia U20, ada peluang besar untuk menjadikan Trofeo Ronaldinho sebagai pembawa pesan kepada dunia tentang daya tarik sepakbola di Indonesia. Sayangnya, itu tak terjadi" Ronaldinho di Indonesia, tidak main bola, hanya diajak foto saja (dok. pribadi). Merumput di Kanjuruhan Malang pada Minggu (26/6/2022) malam, Ronaldinho tentu berharap merasakan pengalaman bermain sepakbola yang gembira seperti yang ia dapatkan sepekan sebelumnya di Florida, Amerika Serikat. Saat itu ia bermain bersama para koleganya mantan bintang sepakbola serta sejumlah pemain aktif lain. Tim yang dipimpinnya melawan tim Roberto Carlos. Dari rekaman-rekaman yang beredar di internet terlihat Dinho sangat menikmati laga tersebut. Ia dan para kolega saling melayani. Bergantian mengumpan dan memberikan bola satu sama lain dalam lari-lari kecil. Saling menjebol gawang hingga lebih dari 20 gol tercipta. Ronaldinho menebar senyum selama pertandingan. Ia pun berjoget saat berhasil menceta...

5 Prestasi Cemerlang Pak Iwan Bule, dari PSSI untuk Sepakbola Dunia

Indonesia menang atas Kuwait dalam kualifikasi Piala Asia 2023 pada Rabu (8/6/2022). Euforia segera melingkupi suporter bola tanah air. Topik seputar pertandingan yang berakhir 2-1 tersebut mendominasi  perbincangan di media sosial. Kemenangan timnas berkat kerja keras Ketum PSSI, Pak Iwan Bule (foto: twitter Regista). Walau belum menjamin kelolosan Indonesia, euforia itu bisa dipahami. Sebab sudah sangat lama tim garuda tak bisa meraih kemenangan dari negara kuat di Asia. Seolah alergi, Indonesia lebih sering menderita kekalahan telak manakala bertemu timnas dari jazirah Arab. Bahkan, garuda sering sial pula dalam pertandingan yang dipimpin oleh para pengadil dari kawasan Arab. Oleh karena itu, pujian dari suporter Indonesia mengalir deras untuk para pemain timnas usai pertandingan. Apalagi kemenangan yang diraih hadir melalui skenario “ epic comeback ” cepat pada akhir babak pertama dan awal babak kedua. Pendukung Indonesia juga memuji Shin Tae-yong yang kembali memperlihatkan ke...