Langsung ke konten utama

22 : Si Kecil yang Rempong, Anggota Keluarga Baru Kami

Umurnya belum genap satu bulan, tapi si kecil ini sukses membuat orang –orang di sekitarnya menahan kantuk semalaman, memaksa mereka terjaga oleh serangkaian “aktivitasnya” yang tidak menentu namun pasti. Menangis minta susu, rewel popoknya basah hingga “berteriak” seolah tak ingin dibiarkan sendiri tanpa diajak ngobrol. Oh Tuhan, padahal dia sendiri belum bisa ngomong. Semua permintaannya diungkapkan lewat isyarat universal yang kadang mengagetkan kami semua. Isyarat tangisan.

Si Kecil Rempong, saya memanggilnya demikian. Sekedar nama untuk menyebutnya secara spontan. Si Kecil Rempong, semalam sukses membuat saja terjaga dan harus rela tidur hanya satu jam. Dan itu artinya sukses juga membuat mata saya pedas dan gatal sampai sekarang. Bayangkan saja, dari semalam hingga pagi menjelang, si kecil itu tak jua memejamkan matanya. Bahkan tengah malam hingga dini hari, bukannya tenang, si kecil malah semakin aktif. Dan sepanjang itu pula ada-ada saja “permintaannya”. Entah berapa kali dia minta susu, entah berapa popok diganti, entah berapa kali juga Ibu harus “meracau” seolah berusaha mengajak ngobrol si kecil biar dia tenang. Selama itu pula saya menyaksikan betapa Ibu dengan sabar menjaga dan menyediakan kebutuhan si kecil ini, cucu pertamanya.

Namun sepanjang itu pula dia membuat saya tertawa dengan tingkahnya. Bahkan ketika menangis pun dia mengundang senyum. LUCU. Si Kecil Rempong itu sungguh lucu. Mulai dari gayanya waktu menguap, sampai aksinya ketika berusaha melepaskan diri dari balutan kain jarik yang membuat kaki dan tangannya tak bisa bergerak. Tubuhnya yang kecil meliuk-liuk, diiringi rengekan seolah berkata : “lepaskan akuww..lepaskan !!!!”.

Belum lagi kalau dia sedang rewel minta susu. Karena terlalu seringnya minta susu, ada kalanya ibu tak langsung memberinya susu. Namun kalau sudah begini, aksinya pun kembali mengundang rawa. Si Kecil Rempong itu menggigit tangannya sendiri dan memperlakukannya seolah itu dot susu miliknya. Bukan hanya tangannya saja, jari kelingking saya pun sempat disangkanya botol susu.

Saat ini, saat saya menulis ini, si kecil baru saja mandi. Dia dimandikan seseorang yang oleh ibu dipanggil “eyang”. Bukan nenek, tapi orang yang dikenal terampil memijat bayi dan membuat ramuan-ramuan tradisional Jawa untuk dioleskan ke tubuh. Alhasil tubuh si kecil sore ini beraroma macam jamu. 

Si Kecil Rempong, bayi lelaki bernama Abhirama Aqeela Arya Ahnaf, keluarga baru di keluarga kami yang lahir pada bulan Ramadhan ini. Cucu pertama di keluarga kami. Si Kecil yang akhirnya membuat saya resmi menjadi sebagai seorang........................Paman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacar yang Baik Bernama "Patjar Merah"

“Jokowi itu China, nama aslinya Wie Jo Koh. Dia juga kafir, waktu lahir nama Kristen-nya Herberthus”
Narasi tersebut barangkali masuk dalam jajaran hoaks paling keren abad ini. Dalam kitab besar “hoaks-mania", narasi itu mungkin dijumpai di kategori “paket hoaks premium” karena sasarannya tokoh besar dan terbukti memiliki dampak yang luas serta dahsyat. Banyak orang mempercayainya sampai ke dalam lubuk hati. Meski kemudian terbukti kebohongannya, tapi tetap diyakini: pokoknya Jokowi itu China kafir! Begitulah, hari demi hari kita semakin sering menjumpai aneka rupa orang dengan tampang yang mengesankan malasnya mereka membaca. Kepada dunia mereka konsisten memamerkan kebodohan.
Perlu digarisbawahi bahwa kebodohan diam-diam menular seperti virus yang bisa menjangkiti tubuh manusia. Abang ojek, penjual sayur, buruh pabrik, hingga orang-orang sebenarnya berilmu seperti mahasiswa, aktivis pemuda, guru, dokter, doktor, artis, bekas artis, dan ustad bisa dijangkiti kebodohan. Pendek kata …

Selamat Tinggal TCASH, Selamat Datang LinkAja!

Sebuah sms saya terima pada 30 Januari 2019. Pengirimnya Bank Mandiri. Isinya pemberitahuan tentang platform digital baru bernama LinkAja! dengan menyinggung “masa depan” Mandiri e-cash, dompet uang elektronik yang selama ini saya miliki.

“Pengguna ecash yth, Mulai 01Mar2019 saldo mandiri e-cash Anda akan dipindahkan ke LinkAja. Nantikan LinkAja di Playstore&Appstore mulai 21Feb2019”.
Pemberitahuan itu lumayan mengagetkan. Saya pun segera mencari tahu kepastiannya kepada @Mandiricare lewat twitter dan dikonfirmasi bahwa benar adanya Mandiri E-cash akan berubah menjadi LinkAja. Selanjutnya saldo E-cash akan dipindahkan ke LinkAja.
Beberapa hari kemudian giliran sms dari TCash saya terima. Isinya kurang lebih sama soal peluncuran LinkAja pada 21 Februari 2019 sebagai pengganti aplikasi TCash Wallet yang akan segera dimatikan. Sama seperti saldo Ecash, saldo TCash pun akan dikonversi menjadi saldo LinkAja.
Belakangan pada 20 Februari 2019 sms pemberitahuan datang lagi baik dari Bank Mand…

Wajah Pangeran Diponegoro Mirip Jokowi

Untuk kali pertama, Babad Diponegoro yang telah ditetapkan sebagai Warisan Ingatan Dunia oleh UNESCO “dialihwahanakan” dalam bentuk visual. Sebanyak 51 lukisan dibuat secara khusus dengan mengacu pada pupuh-pupuh yang termuat dalam naskah Babad Diponegoro. Pemilihan kisah yang diangkat melibatkan para akademisi dan sejarawan. Sementara para pelukisnya merupakan seniman pilihan yang juga melakukan riset dan mengumpulkan informasi.

Hasilnya tercipta visual-visual indah sekaligus mengejutkan yang secara naratif menceritakan riwayat hidup Pangeran Diponegoro sejak kelahirannya. Semua lukisan itu bisa disimak dalam Pameran Sastra Rupa “Gambar Babad Diponegoro” yang berlangsung di Jogja Gallery, 1-24 Februari 2019.
Di antara semua lukisan yang dipamerkan, ada lukisan yang memiliki daya pikat khusus sehingga segera menarik perhatian manakala pertama kali manatapnya. Lukisan itu berjudul “Abdulrohim Jokowibowo Namaku”. 
Sigit Santoso membuatnya dengan cat minyak di atas kanvas berukuran 115x185 …