Langsung ke konten utama

23 : Jelang Konser KAHITNA 15 September, Liga Inggris Hujan Gol

Manchester United, Manchester City, Liverpool dan Chelsea. The Big Four Liga Inggris itu semalam mencetak rekor jumlah gol yang fantastis. Bayangkan saja, dari empat pertandingan yang dilakoni keempat klub tersebut, 24 gol tercipta. Jumlah itu bisa jadi jumlah yang jika dalam pekan normal hanya bisa tercipta jika seluruh klub peserta liga bermain.

24 gol yang dicetak the big four semalam tak cuma sebuah rekor untuk empat pertandingan, namun juga sukses mempermalukan laawan-lawan mereka tanpa ampun. Beberapa hasil bahkan sangat mengejutkan. Mari kita rinci.

10 gol tercipta dalam laga United melawan Arsenal di Old Trafford. Hasil ini di luar dugaan meski sebelumnya United memang diprediksi mampu mengalahkan “akademi” Arsenal. Namun skor yang mencolok 8-2 tentu mengejtukan banyak orang. Menyenangkan penggemar MU, sekaligus menjadi pukulan bagi pendukung The Gunners. Dan bintang pada pertandingan ini adalah Wayne Rooney yang mencetak hattrick. Uniknya ketiga gol itu tercipta dari eksekusi bola mati, yakni 2 dari tendangan bebas dan 1 titik putih. Namun Ashley Young juga layak disanjung dengan 2 tendangan melengkungnya yang sukses menjebol gawang Arsenal. Alhasil skors besar inipun menjadi skors terbesar kedua yang dicetak United sepanjang sejarah perjalanan mereka di Premier League.

Liga Inggris pekan ini benar-benar menjadi milik kota Manchester. Jika MU sukses meremukkan Arsenal di Old Trafford, maka saudara mereka, Manchester City mempecundangi Tottenham Hotpurs di White Hart Line, kandang Spurs. Skorsnya pun tak kalah besar, 5 gol The Citizens hanya mampu dibalas 1 gol oleh pasukan putih kota London. Dan bintang pertandingan ini adalah Edin Dzeko, striker asal Bosnia jebolan Bundesliga Jerman.


4 gol berikutnya tercipta dari laga Liverpool melawan Norwich City. Pasukan The Anfield ini sukses mengalahkan The Canaries dengan skor 3-1. Pada laga ini para pemain baru Liverpool benar-benar unjuk gigi.

Jika Liverpool menghempaskan Norwich, maka Chelsea perlahan menunjukkan kelasnya dengan mengalahkan Bolton dengan skors yang sama 3-1. Laga inipun juga ditandai dengan debut manis Juan Matta. Pemain yang baru didatangkan Pasukan Biru dari Valencia Spanyol ini sukses mencetak satu gol hanya beberapa menit setelah masuk sebagai pemain pengganti.

24 GOL DALAM 4 LAGA mungkin pernah tercipta di liga lainnnya sebelumnya. Jumlah gol inipun bisa jadi dilewati di lain waktu, baik di tanah Inggris maupun di tempat yang lain mengingat di Spanyol, Real Madrid juga menggelar pesta gol setengah lusin tanpa balas. Sementara di Belanda PSV Eindhoven meremukkan lawannya dengan 6 – 1. Namun 24 Gol tersebut tetap saja istimewa. Bukan hanya saja dua klub favorit saya Chelsea dan Liverpool memetik kemenangan, namun karena angka 24 yang dicetak sama dengan tanggal kelahiran KAHITNA. Dan yang paling istimewa adalah karena terciptka di hari-hari menjelang Konser 25 Tahun Cerita Cinta KAHITNA (juga detik-detik menjelang Idul Fitri 1432 H). Mungkin ini tandanya kalau Konser KAHITNA tak hanya dirayakan di Indonesia, auranya pun menular ke lapangan hijau tanah Britania.

sumber foto : detiksport.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Bad Content is a Good AdSense", Jahatnya Para Pemburu Untung di Tengah Pandemi

Selama ini kita mengenal “hukum media” yang berbunyi “Bad News is a Good News”. Itu semacam sindiran atau ungkapan ironi tentang pola pemberitaan media masa kini yang kerap berlebihan dalam menyampaikan informasi dan berita seputar bencana. Youtube (dok. pri). Kita tahu bencana adalah kejadian buruk yang mestinya direspon dengan bersimpati, berempati, atau kalau perlu menyampaikan solusi dan bantuan yang nyata meringankan. Namun, bagi media kejadian bencana seolah menjadi kesempatan emas. Alasannya karena masyarakat kita suka dengan informasi seputar bencana. Maka setiap ada bencana atau peristiwa yang memilukan, kisah-kisahnya selalu menyedot perhatian masyarakat secara luas. Media lalu memberitakannya dengan porsi yang besar. Informasi diobral, termasuk informasi-informasi yang tak jelas ikut dilempar ke publik dengan label berita. Segala aspek dikulik dengan dalih “sudut pandang media”. Padahal hal-hal tersebut mungkin tak pantas diberitakan. Semakin parah komentator “palugada” jadi

Di Balik Lucunya Srimulat: Punya Koneksi Intelijen dan Berani Melawan PKI

Saya menyukai Srimulat sejak kecil. Layar kaca TV menjadi medium saya menyaksikan grup ini. Oleh karena itu, generasi Srimulat yang saya tahu merupakan generasi ketika Srimulat sudah memasuki industri TV. Srimulat era industri TV (foto repro/dok.pribadi). Keluarga besar kami yang banyak berasal dari Klaten dan Jawa Timur membuat saya terpengaruh dan akhirnya menyukai Srimulat. Apalagi saat mudik dan berkumpul di Klaten, tontonan Srimulat menjadi suguhan wajib di rumah kakek. Waktu itu Srimulat tayang berulang kali sepanjang hari selama libur lebaran. Nonton bersama menjadi salah satu kegiatan utama kami ketika berkumpul. Barangkali karena pendiri Srimulat, yakni Raden Ayu Srimulat lahir di Klaten sehingga keluarga kami menyenangi grup lawak ini. Semacam ada ikatan batin atau kebanggaan sebagai sesama orang berdarah Klaten.  *** Pada masa jayanya anggota Srimulat mencapai 100 orang. Bahkan, sepanjang  sejarahnya dari awal berdiri sebagai kelompok kesenian hingga menjadi grup lawak era i

Diari Isoman 4: Gejala Ringan yang Bikin "Ngos-ngosan"

Rabu, 28 Juli 2021, hari ketiga isolasi mandiri saya menyamankan diri dengan berusaha memperbaiki nafsu makan. Sop daging lumayan menyemangati lidah. Semakin hangat karena banyak merica ditambahkan. Yang terjadi pada saya (dok. pribadi). Namun, sedapnya sop tersebut hanya sesaat terasa. Sekitar dua jam kemudian sesuatu yang tak terduga terjadi. Penciuman saya pelan-pelan memudar. Aroma minyak kayu putih hanya tipis-tipis terlacak. Sementara lidah tak lagi bisa mencecap rasa seperti biasa. Hanya minuman atau buah yang sangat manis masih terlacak sedikit jejaknya. Jangan Disepelekan Malam harinya semua tak lagi tercium dan terasa. Benar-benar hampa penciuman saya. Hambar pula yang segala sesuatu yang mendarat di lidah. Walau demikian ada keuntungan yang saya rasakan, yakni obat yang pahit menjadi tidak masalah lagi untuk ditelan. Anosmia yang tiba-tiba terjadi dan dalam hitungan jam segera menghilangkan kemampuan saya mencium aroma dan mencecep rasa menjadi semacam peringatan bahwa gejal