Langsung ke konten utama

26 TAHUN KAHITNA. Cerita soulmateKAHITNA 3 (Jakarta)

Banyak alasan yang dimiliki orang untuk membuat mereka memilih idolanya. Bisa karena karya sang idola yang memenuhi selera dirinya. Bisa karena alasan historis, kedekatan emosi ataupun sekedar mengikuti arus.

Tapi yang jelas bagi seorang penggemar sosok idola bisa membawa banyak “perubahan”. Yang sebelumnya “kalem” menjadi “cerewet”. Yang awalnya anti facebook kini jadi aktivis twitter. Yang awalnya memandang semua artis pasti jaga image dan jaga jarak dengan penggemar menjadi berubah. Dan yang tadinya sukar berteman dengan “orang asing” justru menjadikannya seolah keluarga baru.

Bicara tentang KAHITNA sepertinya tidak akan pernah ada habis-habisnya. Menurut saya KAHITNA mempunyai daya tarik yang luar biasa, baik untuk saya ataupun untuk banyak orang.

Orang mungkin bertanya-tanya kepada saya kenapa saya begitu cinta kepada KAHITNA. Rasa cinta saya kepada KAHITNA tidak dengan begitu saja hadir…tentu ada hal-hal yang membuat saya jatuh cinta kepada KAHITNA.

Rasa suka saya ada karena saya suka sekali dengan musik, karena musik sangat menghibur. Saya hanya suka beberapa jenis musik, yaitu yang easy listening dan mempunyai lirik yang bermakna. Semua itu ada pada KAHITNA. Dari segi musik, lirik, benar-benar sesuai dengan jiwa saya. Menurut saya lagu-lagu KAHITNA sangat bermakna, beda lagu, beda cerita.

Dulu saya hanya bisa menikmati lagu KAHITNA dari kaset, radio dan juga televisi. Sudah lama saya ingin menonton KAHITNA secara langsung tapi saya bingung kemana saya mendapatkan informasi mengenai event-event mereka. Beruntung sekarang ada Facebook yang memudahkan saya untuk mendapatkan informasi tentang KAHITNA. Hingga akhirnya pada tanggal 19 Maret 2010 saya bisa menyaksikan secara langsung di MU CafĂ©. Disana rasa kagum saya semakin bertambah. Penampilan mereka luarrrrr biasa. Aksi panggung yang sangat menghibur. Apalagi penonton pun secara kompak ikut bernyanyi lagu-lagu mereka. 

Setelah sekali menyaksikan secara langsung, saya seperti tersihir untuk menyaksikan lagi…lagi…dan lagi. Dan itu terjadi. Sudah beberapa kali saya menyaksikan penampilan mereka secara langsung dan tidak ada rasa bosan sedikitpun untuk menyaksikannya lagi. 
(saya yg pakai baju hijau ya..^^, ini waktu nonton KAHITNA di Jogja..)

Kecintaan saya bertambah karena saya pada akhirnya berteman dengan soulmateKAHITNA. Saya bukan orang yang mudah berteman dengan sebuah komunitas baru, apalagi soulmateKAHITNA jumlahnya banyak. Tapi mungkin karena kita mempunyai kesamaan…yaitu cinta kepada KAHITNA, sehingga membuat kita cepat dekat. Kita tidak hanya bertemu ketika sedang menyaksikan penampilan KAHITNA tapi juga di beberapa kesempatan lainnya. 

Satu hal lagi alasan saya cinta KAHITNA adalah…tentu saja pribadi personelnya. Pada awalnya saya pikir mereka sombong, ternyata mereka sangat humble. Beberapa kali berjumpa dengan mereka, malah membuat saya merasa mereka adalah teman yang baik.
Itulah beberapa hal yang membuat saya cinta kepada KAHITNA. Sampai kapanpun, saya berharap dapat selalu memberi dukungan kepada mereka. Smoga mereka tetap terus berjaya, tetap menjadi band papan atas Indonesia yang terus bersinar. LOVE U KAHITNA”.

(Amida Kinkinasti - soulmateKAHITNA Jakarta)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacar yang Baik Bernama "Patjar Merah"

“Jokowi itu China, nama aslinya Wie Jo Koh. Dia juga kafir, waktu lahir nama Kristen-nya Herberthus”
Narasi tersebut barangkali masuk dalam jajaran hoaks paling keren abad ini. Dalam kitab besar “hoaks-mania", narasi itu mungkin dijumpai di kategori “paket hoaks premium” karena sasarannya tokoh besar dan terbukti memiliki dampak yang luas serta dahsyat. Banyak orang mempercayainya sampai ke dalam lubuk hati. Meski kemudian terbukti kebohongannya, tapi tetap diyakini: pokoknya Jokowi itu China kafir! Begitulah, hari demi hari kita semakin sering menjumpai aneka rupa orang dengan tampang yang mengesankan malasnya mereka membaca. Kepada dunia mereka konsisten memamerkan kebodohan.
Perlu digarisbawahi bahwa kebodohan diam-diam menular seperti virus yang bisa menjangkiti tubuh manusia. Abang ojek, penjual sayur, buruh pabrik, hingga orang-orang sebenarnya berilmu seperti mahasiswa, aktivis pemuda, guru, dokter, doktor, artis, bekas artis, dan ustad bisa dijangkiti kebodohan. Pendek kata …

Wajah Pangeran Diponegoro Mirip Jokowi

Untuk kali pertama, Babad Diponegoro yang telah ditetapkan sebagai Warisan Ingatan Dunia oleh UNESCO “dialihwahanakan” dalam bentuk visual. Sebanyak 51 lukisan dibuat secara khusus dengan mengacu pada pupuh-pupuh yang termuat dalam naskah Babad Diponegoro. Pemilihan kisah yang diangkat melibatkan para akademisi dan sejarawan. Sementara para pelukisnya merupakan seniman pilihan yang juga melakukan riset dan mengumpulkan informasi.

Hasilnya tercipta visual-visual indah sekaligus mengejutkan yang secara naratif menceritakan riwayat hidup Pangeran Diponegoro sejak kelahirannya. Semua lukisan itu bisa disimak dalam Pameran Sastra Rupa “Gambar Babad Diponegoro” yang berlangsung di Jogja Gallery, 1-24 Februari 2019.
Di antara semua lukisan yang dipamerkan, ada lukisan yang memiliki daya pikat khusus sehingga segera menarik perhatian manakala pertama kali manatapnya. Lukisan itu berjudul “Abdulrohim Jokowibowo Namaku”. 
Sigit Santoso membuatnya dengan cat minyak di atas kanvas berukuran 115x185 …

Selamat Tinggal TCASH, Selamat Datang LinkAja!

Sebuah sms saya terima pada 30 Januari 2019. Pengirimnya Bank Mandiri. Isinya pemberitahuan tentang platform digital baru bernama LinkAja! dengan menyinggung “masa depan” Mandiri e-cash, dompet uang elektronik yang selama ini saya miliki.

“Pengguna ecash yth, Mulai 01Mar2019 saldo mandiri e-cash Anda akan dipindahkan ke LinkAja. Nantikan LinkAja di Playstore&Appstore mulai 21Feb2019”.
Pemberitahuan itu lumayan mengagetkan. Saya pun segera mencari tahu kepastiannya kepada @Mandiricare lewat twitter dan dikonfirmasi bahwa benar adanya Mandiri E-cash akan berubah menjadi LinkAja. Selanjutnya saldo E-cash akan dipindahkan ke LinkAja.
Beberapa hari kemudian giliran sms dari TCash saya terima. Isinya kurang lebih sama soal peluncuran LinkAja pada 21 Februari 2019 sebagai pengganti aplikasi TCash Wallet yang akan segera dimatikan. Sama seperti saldo Ecash, saldo TCash pun akan dikonversi menjadi saldo LinkAja.
Belakangan pada 20 Februari 2019 sms pemberitahuan datang lagi baik dari Bank Mand…