Langsung ke konten utama

GALERIA : Lansekap

Saat sedang berjalan, atau tengah melakukan perjalanan, ke manapun dan biasanya sendiri (harus disebutkan ya ??!), mengamati sekeliling adalah kegemaran saya. Jika sedang berada di keramaian mengamati sosialita menjadi hal yang menarik. Jika di dalam bis saya selalu tak ingin menutup tirai kaca. Mengintip ke luar untuk menyaksikan yang terlewati menjadi keberuntungan tersendiri. Dan saat melintas alam, merenungi keindahannya menjadi keharusan yang tak boleh dilewatkan. 

Foto-foto ini adalah sebagian kecil dari rekaman-rekaman mata yang dibekukan oleh lensa kamera selama perjalanan ke manapun, kapanpun dan dengan siapapun yang sempat saya lewati. Bukan foto yang bagus tapi setidaknya saya menyenangi foto-foto ini. Dan jika teman-teman juga menyenangi yang manapun, bolehlah bantu saya untuk menentukan manakah yang terbaik menurut selera teman-teman. 

Saya percaya tidak ada yang lebih indah dibanding menyaksikan langsung lewat lensa dan retina mata. Namun lensa kamera bisa membantu kita menikmatinya.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

MILO CUBE, Cukup Dibeli Sekali Kemudian Lupakan

Alkisah, gara-gara “salah pergaulan" saya dibuat penasaran dengan Milo Cube. Akhirnya saya ikutan-ikutan membeli Milo bentuk kekinian tersebut.
Oleh karena agak sulit menemukannya di swalayan dan supermarket, saya memesannya melalui sebuah marketplace online. Di berbagai toko online Milo Cube dijual dengan harga bervariasi untuk varian isi 50 cube dan 100 cube. Varian yang berisi 100 cube yang saya beli rentang harganya Rp65.000-85.000.
Pada hari ketiga setelah memesan, Milo Cube akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka bungkusnya saya langsung berjumpa dengan 100 kotak mungil dengan bungkus kertas hijau bertuliskan “MILO” dan “ENERGY CUBE”. Ukurannya benar-benar kecil. Satu cube beratnya hanya 2,75 gram, sehingga totalnya 275 gram.
Tiba saatnya unboxing. Milo Cube ini berupa bubuk coklat yang dipadatkan sehingga menyerupai permen hisap. Tapi sebenarnya tak bisa disebut permen karena meski dipadatkan, agregat bubuk Milo ini mudah hancur saat terjatuh.
Dalam benak dan angan saya ter…

Poto Batu, "Vitamin Sea" di Pesisir Sumbawa Barat

“Lihat ke kiri!”. Suara Pak Arie membangunkan kembali kesadaran kami yang kebanyakan sudah hampir tertidur di dalam bis. Siang itu kami sedang dalam perjalanan dari Jereweh ke Kertasari, keduanya di Kabupaten Sumbawa Barat. 

Ucapan Pak Arie pun dituruti oleh beberapa di antara kami yang segera mengarahkan pandangan menembus kaca jendela bis. Entah siapa yang memulai meminta bis untuk berhenti, tapi sekejap kemudian kami semua sudah turun dan mendapati diri berada di sebuah pantai yang indah. Poto Batu namanya.
Pantai Poto Batu berada tak jauh dari Labuhan Lalar di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Perjalanan dari Jereweh menuju Poto Batu kami tempuh melalui jalanan beraspal yang tidak terlalu ramai. Agak mengherankan karena jalan tersebut adalah akses penghubung antara ibu kota Sumbawa Barat, Taliwang, dengan sejumlah daerah di sekitarnya.
Mendekati Poto Batu beberapa ruas jalan menyempit dan aspalnya kurang rata. Oleh karenanya kendaraan perlu berjalan lebih pelan. Apalagi, …

Gamelan Pusaka Kraton Yogyakarta