Langsung ke konten utama

CAPAI 26 TAHUN, KAHITNA "MELEDAK" LAGI


KAHITNA, satu nama besar di panggung musik Indonesia ini seperti tak ada matinya. Perjalanan musikal mereka tahun ini memasuki angka ke 26, umur yang cukup panjang untuk ukuran kelompok musik. Bisa dibayangkan jika bandnya saja sudah mencapai lebih dari seperempat abad, maka usia para personel yang mengisi line up KAHITNA pastilah bukan lagi “mas-mas” seumuran member boyband yang lagi digandrungi  ABG Indonesia saat ini.

Tapi itu semua tak mengurangi gairah bermusik mereka. KAHITNA masih cukup tangguh untuk bersaing di kancah musik tanah air. Perjalanan usia yang panjang terus mereka isi dengan karya-karya nomor satu. Sembilan album  telah mereka hadirkan dan selalu berhasil menjadi referensi bagi pustaka musik tanah air.

Setelah sukses dengan album-album tersebut, band dengan vokalis Hedi Yunus, Mario Ginanjara dan Carlo Saba ini berhasil membentuk image baru sebagai band langganan konser. Ledakan konser mereka dimulai dari Konser 25 Tahun Cerita Cinta KAHITNA pada 15 September tahun lalu. Konser yang gaungnya melebihi konser Justine Bieber tersebut bahkan digelar dua kali di dua kota yang berbeda yakni Jakarta dan Bandung dengan antusiasme penonton yang totalnya mencapai angka 5000. Jumlah yang luar biasa untuk sebuah konser band lokal.

Memasuki tahun 2012 kiprah mereka tak berhenti. Ledakan demi ledakan konser kembali mereka buat. Awal tahun KAHITNA menggelar Konser HATI jilid 1 di Surabaya bertepatan dengan hari kasih sayang 14 Februari. Lagi-lagi nama besar KAHITNA sanggup menarik ribuan penonton untuk menyaksikan musik cinta yang mereka bawakan.

Konser HATI selesai KAHITNA tak lantas istirahat panjang. Selang satu bulan berikutnya Yovie Widianto dkk.  kembali menyebarkan virus cinta ke kota-kota besar lainnya di Indonesia dalam rangkaian tour  bersama Rick Price. Konser Indonesia Tour 2012 mereka buka di Yogyakarta dan berlanjut di Makasar, Medan, Bandung dan kembali diakhiri di Surabaya. Ribuan penonton pun kembali berhasil mereka puaskan.

Usai tour tersebut banyak yang mengira KAHITNA akan istirahat panjang. Namun anggapan tersebut keliru. Buktinya esok hari, 1 Juni 2012 KAHITNA akan menggelar KONSER HATI jilid 2 di Semarang. Selang sehari berikutnya mereka akan berpindah tempat ke kota Gudeg Yogyakarta untuk “ngejazz” dalam event tahunan Economic UGM Jazz.

Jadi siapapun yang melewatkan konser – konser manis KAHITNA sebelumnya tak boleh melewatkan konser-konser selanjutnya. Tak perlu ragu karena ledakan konser KAHITNA selalu bertabur cinta yang luar biasa. 

Untuk yang akan menonton Konser HATI jilid 2 esok hari, kalian tak akan rugi, selamat menikmati, dan saya iri...=.=

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacar yang Baik Bernama "Patjar Merah"

“Jokowi itu China, nama aslinya Wie Jo Koh. Dia juga kafir, waktu lahir nama Kristen-nya Herberthus”
Narasi tersebut barangkali masuk dalam jajaran hoaks paling keren abad ini. Dalam kitab besar “hoaks-mania", narasi itu mungkin dijumpai di kategori “paket hoaks premium” karena sasarannya tokoh besar dan terbukti memiliki dampak yang luas serta dahsyat. Banyak orang mempercayainya sampai ke dalam lubuk hati. Meski kemudian terbukti kebohongannya, tapi tetap diyakini: pokoknya Jokowi itu China kafir! Begitulah, hari demi hari kita semakin sering menjumpai aneka rupa orang dengan tampang yang mengesankan malasnya mereka membaca. Kepada dunia mereka konsisten memamerkan kebodohan.
Perlu digarisbawahi bahwa kebodohan diam-diam menular seperti virus yang bisa menjangkiti tubuh manusia. Abang ojek, penjual sayur, buruh pabrik, hingga orang-orang sebenarnya berilmu seperti mahasiswa, aktivis pemuda, guru, dokter, doktor, artis, bekas artis, dan ustad bisa dijangkiti kebodohan. Pendek kata …

Wajah Pangeran Diponegoro Mirip Jokowi

Untuk kali pertama, Babad Diponegoro yang telah ditetapkan sebagai Warisan Ingatan Dunia oleh UNESCO “dialihwahanakan” dalam bentuk visual. Sebanyak 51 lukisan dibuat secara khusus dengan mengacu pada pupuh-pupuh yang termuat dalam naskah Babad Diponegoro. Pemilihan kisah yang diangkat melibatkan para akademisi dan sejarawan. Sementara para pelukisnya merupakan seniman pilihan yang juga melakukan riset dan mengumpulkan informasi.

Hasilnya tercipta visual-visual indah sekaligus mengejutkan yang secara naratif menceritakan riwayat hidup Pangeran Diponegoro sejak kelahirannya. Semua lukisan itu bisa disimak dalam Pameran Sastra Rupa “Gambar Babad Diponegoro” yang berlangsung di Jogja Gallery, 1-24 Februari 2019.
Di antara semua lukisan yang dipamerkan, ada lukisan yang memiliki daya pikat khusus sehingga segera menarik perhatian manakala pertama kali manatapnya. Lukisan itu berjudul “Abdulrohim Jokowibowo Namaku”. 
Sigit Santoso membuatnya dengan cat minyak di atas kanvas berukuran 115x185 …

Selamat Tinggal TCASH, Selamat Datang LinkAja!

Sebuah sms saya terima pada 30 Januari 2019. Pengirimnya Bank Mandiri. Isinya pemberitahuan tentang platform digital baru bernama LinkAja! dengan menyinggung “masa depan” Mandiri e-cash, dompet uang elektronik yang selama ini saya miliki.

“Pengguna ecash yth, Mulai 01Mar2019 saldo mandiri e-cash Anda akan dipindahkan ke LinkAja. Nantikan LinkAja di Playstore&Appstore mulai 21Feb2019”.
Pemberitahuan itu lumayan mengagetkan. Saya pun segera mencari tahu kepastiannya kepada @Mandiricare lewat twitter dan dikonfirmasi bahwa benar adanya Mandiri E-cash akan berubah menjadi LinkAja. Selanjutnya saldo E-cash akan dipindahkan ke LinkAja.
Beberapa hari kemudian giliran sms dari TCash saya terima. Isinya kurang lebih sama soal peluncuran LinkAja pada 21 Februari 2019 sebagai pengganti aplikasi TCash Wallet yang akan segera dimatikan. Sama seperti saldo Ecash, saldo TCash pun akan dikonversi menjadi saldo LinkAja.
Belakangan pada 20 Februari 2019 sms pemberitahuan datang lagi baik dari Bank Mand…